10 Mitos dan Fakta Berolahraga Selama Masa Pandemi

Dokter spesialis kedokteran olahraga, Michael Triangto mengungkapkan 10 fakta dan mitos seputar kegiatan olahraga di masa transisi adaptasi kebiasaan baru.

10 Mitos dan Fakta Olahraga Saat Pandemi

Menurut dr. Michael Triangto, SpKO, saat ini terdapat banyak pernyataan yang beredar di masyarakat mengenai kegiatan berolahraga selama pandemi dan masa transisi adaptasi kebiasaan baru yang belum terbukti kebenarannya. Dr. Michael memberi contoh, “Seorang teman saya berolahraga sepeda saat Car Free Day (CFD) menggunakan kalung Eucalyptus yang dipercaya dapat menghindari dia dari terinfeksi Covid-19.” Sebagian masyarakat menyangsikannya, namun ada pula yang meyakininya. Untuk itu, dokter spesialis kedokteran olahraga dan Direktur Slim & Health Sports Center Jakarta ini merasa perlu menjelaskannya agar masyarakat dapat mengetahui segala fakta, bukan malah mempercayai informasi yang bersifat mitos belaka. Berikut penjelasan dr. Michael.

1. FAKTA: Olahraga di Masa Pandemi Aman Bila Dilakukan di Dalam Rumah.

Untuk mencegah penularan Covid-19, pemerintah menganjurkan masyarakat untuk tetap tinggal di rumah, termasuk juga pada saat berolahraga. Menurut dr. Michael, hal ini bukanlah mitos dan merupakan fakta. Berdasarkan rekomendasi American College of Sports Medicine (ACSM), masyarakat diminta menghindari tempat umum dan menjaga jarak yang sejalan dengan anjuran dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) untuk tetap beraktivitas fisik di rumah agar dapat menekan risiko penularan serendah mungkin.

2. MITOS: Berolahraga dengan Memakai Masker Akan Mengganggu Kesehatan

Dr. Michael menjelaskan, bahwa tubuh dapat terinfeksi Covid-19 melalui cara inhalasi (proses menghirup udara atau uap lain ke dalam paru-paru). Sehingga, Centers for Disease Control and Prevention (CDC, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat) merekomendasikan, penggunaan masker yang berfungsi sebagai pembatas antara udara luar dan hidung maupun mulut. Penting untuk diketahui, bahwa masker dapat menyaring udara sampai dengan 90% dan sama sekali tidak menghentikan aliran udara pernafasan. Dengan demikian, penggunaan masker tak akan mengganggu pernafasan, termasuk saat digunakan selama berolahraga dengan intensitas ringan sampai sedang. Sebab, di saat itu tubuh tidak membutuhkan udara pernafasan dalam jumlah banyak. Kalaupun ada rasa tidak nyaman, akan dapat teratasi setelah masker digunakan secara teratur dan kemudian tubuh akan terbiasa dalam menggunakannya. “Selain itu, penggunaan masker yang tepat dengan cara yang benar adalah bentuk tanggung jawab sosial kita untuk tidak terinfeksi dan menginfeksi orang lain yang berdampak pada diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan negara yang kita cintai ini,” jelas dr. Michael.

3. MITOS: Berolahraga di CFD Aman Karena Berada di Ruang Terbuka

Sebagian masyarakat meyakini bahwa aman-aman saja selama berolahraga pada saat Car Free Day (CFD) karena berada di ruang terbuka sehingga tidak memungkinkan tertular Covid-19. “Masalahnya adalah, bilamana saat CFD tadi banyak masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan, tidak menjaga jarak, tidak menggunakan masker, kita sama saja mempunyai kemungkinan mengalami risiko yang besar terinfeksi Covid-19. Dengan demikian, ini dapat dikatakan sebagai mitos,” jelas dr. Michael. Udara terbuka di zona hijau memang memiliki risiko yang lebih kecil untuk terinfeksi virus Covid-19, namun bila udara di ruang terbuka yang dimaksud adalah acara CFD yang dihadiri banyak orang dan bergerombol tentunya Anda akan sulit untuk menjaga jarak.

4. FAKTA: Olahraga Ringan-Sedang Dapat Melindungi Diri dari Virus Corona

Dr. Michael menjelaskan, olahraga dengan intensitas ringan sampai sedang tidak akan memaksa tubuh untuk melakukan latihan yang berlebihan dan melampaui batas-batas kemampuan tubuh. Sehingga, akan mampu meningkatkan kesehatan dan juga daya tahan tubuh dari kemungkinan terinfeksi Covid-19.

5. MITOS: Berolahraga Berat di Gym Akan Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Banyak orang yang meyakini, bahwa berolahraga dengan intensitas tinggi bisa meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Faktanya, olahraga intensitas ringan sampai sedang akan dapat meningkatkan kesehatan kita, namun bila olahraga tersebut terus ditingkatkan intensitas latihannya sehingga menjadi berat malah akan menurunkan daya tahan tubuh. Selain itu, penggunaan alat olahraga secara massal juga akan meningkatkan risiko untuk terinfeksi virus Corona.

6. FAKTA: Minum Cukup Air Saat Olahraga Dapat Membantu Pencegahan Covid-19

Ketika berolahraga, tentunya tubuh akan kehilangan cairan dan ini harus segera diatasi dengan melakukan minum air secara cukup serta teratur. Bila hal tersebut tidak dilakukan, maka tubuh mengalami dehidrasi dan akan mengganggu kesehatan, yang pada akhirnya tak tertutup kemungkinan untuk terinfeksi virus Corona.

7. FAKTA: Setelah Berolahraga di Luar Rumah Sebaiknya Segera Mandi dan Berganti Pakaian

Pada saat kita berolahraga di tempat umum, meski Anda menjalankan protokol kesehatan, belum tentu Anda aman dari paparan Covid-19. “Karena kita tidak pernah tahu kondisi kita di luar bagaimana, apakah kita terkontaminasi Covid-19 atau tidak. Dengan demikian, wajar bila kita harus langsung mandi dan mengganti pakaian kita,” jelas Michael.

8. MITOS: Berenang Sama Seperti Mandi Sehingga Aman untuk Dilakukan

Pernyataan ini harus disikapi dengan hati-hati. Pasalnya, bila Anda berenang di kolam renang umum dan tidak menjaga jarak, Anda tetap mempunyai risiko yang besar untuk terinfeksi Covid-19.

9. MITOS: Kalung Eucalyptus Dapat Melindungi Penggunanya dari Covid-19

Menurut dr. Michael, minyak Eucalyptus memiliki manfaat untuk mengurangi gejala-gejala influenza, hidung tersumbat, dan juga sebagai anti radang atau inflamasi. “Namun, efek dari pengobatan tersebut baru mempunyai manfaat bila mengandung kadar aktif sekitar 70% dan itu yang ditetapkan oleh British Pharmacopoeia. Pertanyaannya adalah, apakah kalau Eucalyptus memiliki kadar aktif 70% atau lebih, bisa mengurangi gejala influenza atau hidung tersumbat yang kebetulan juga dialami oleh penderita Covid? Dengan demikian, masih butuh penelitian lebih jauh kalau Eucalyptus itu mempunyai manfaat untuk mencegah Covid,” tutur dr. Michael. Perlu diketahui, British Pharmacopoeia adalah farmakope nasional di Inggris, yaitu buku standar obat dikeluarkan oleh badan resmi pemerintah yang menguraikan bahan obat-obatan, bahan kimia dalam obat dan sifatnya, serta khasiat obat dan dosis yang dilazimkan. Covid-19 memang memiliki gejala yang mirip dengan influenza, salah satunya yaitu sumbatan saluran pernafasan. Tetapi, sumbatan ini lebih berat dan sangat berbeda dari gejala penyakit flu pada umumnya. Oleh sebab itu, minyak Eucalyptus mungkin dapat membantu meringankan gejala yang ada pada Covid-19, namun tidak untuk mencegah ataupun menyembuhkannya.

10. MITOS: Bersepeda Merupakan Olahraga Paling Aman Selama Pandemi Covid-19

Bersepeda adalah jenis olahraga yang ramah lingkungan, dapat meningkatkan kesehatan dan membantu mengatasi penyakit-penyakit seperti hipertensi, diabetes melitus, kolesterol darah yang tinggi. Bersepeda dikatakan aman jika mematuhi protokol kesehatan yang telah ditentukan oleh PDSKO, yaitu saat bersepeda keluar rumah harus dalam keadaan sehat, bersepeda sendiri ataupun dengan keluarga serumah, dan memilih daerah yang dilewati yang tergolong dalam zona hijau. Bila bersepeda tanpa menggunakan masker secara benar, dilakukan bersama dengan orang yang tak dikenal, kelompok pesepeda tersebut berjumlah lebih dari lima orang dan tidak menjaga jarak dari satu pesepeda dengan pesepeda lain sejauh 20 meter atau lebih, maka risiko untuk terinfeksi menjadi sangat besar. Bersepeda dalam berkelompok juga meningkatkan kemungkinan Anda untuk mengayuh sepeda melampaui batas-batas kemampuan yang tentunya dapat mengganggu kesehatan tubuh.