5 Perasaan Bersalah yang Umum Dirasakan Ibu Bekerja dan Trik Mengatasinya

Mungkin Anda salah satu ibu bekerja yang sering merasa bersalah dengan beberapa alasan ini. Simak kiat-kiat mengatasinya dari pakar berikut.

5 Perasaan Bersalah yang Umum Dirasakan Ibu Bekerja dan Trik Mengatasinya

Menurut Joyce Marter, LCPC, seorang ahli kesehatan mental, konselor psikoterapis profesional, penulis buku dan pembicara yang fokus pada topik parenting, selama dia berpraktik sebagai konselor sekaligus menjadi ibu bekerja, rasa bersalah yang dirasakan oleh working mother adalah fenomena yang sangat umum. Jadi, bila Anda kerap merasa bersalah, misalnya ketika meninggalkan bayi Anda menangis di tempat penitipan anak atau di rumah bersama pengasuhnya, Anda tidak sendirian. Banyak ibu bekerja yang mengalaminya pula. Bagi ibu bekerja yang memiliki anak usia sekolah, mungkin Anda pernah melewatkan acara penting di sekolah si sulung dan merasa bersalah? Sangat normal untuk merasakan hal tersebut.

“Terkadang ada alasan yang sangat bagus bagi Anda untuk merasa bersalah, tetapi di lain waktu tidak,” ungkap Elizabeth McGrory, trainer profesional berlisensi yang fokus pada menjadi career coaching untuk ibu bekerja di Amerika Serikat. Elizabeth juga mengatakan, bahwa rasa bersalah pada ibu bekerja dapat membajak pikiran Anda. Padahal, Anda tidak punya banyak waktu atau energi untuk membiarkan rasa bersalah tersebut terus-menerus ‘menguasai’ Anda. Joyce menambahkan, perasaan bersalah itu bisa memicu kecemasan dan menurunkan kepercayaan diri pada banyak wanita bekerja dalam menyeimbangkan tanggung jawab pekerjaan serta urusan rumah tangga. Tetap tenang dan jangan khawatir. Berikut ini 5 rasa bersalah yang umum dialami ibu bekerja beserta kiat-kiat mengatasinya.

1. Meninggalkan bayi Anda dengan pengasuh atau di daycare

Apakah Anda sering merasa berat berpisah dengan anak di pagi hari ketika akan berangkat ke kantor? Percayalah bahwa Anda bukan satu-satunya ibu yang hatinya hancur ketika berpisah dari bayinya. Ini hal sulit, dan membuat rasa bersalah ibu bekerja bisa semakin ‘membesar'. 

Cara mengatasinya: Menurut pakar psikolog dan penelitian, terdapat manfaat ibu bekerja bagi dirinya dan anak. Jadi, cobalah untuk santai dan fokus pada hal-hal yang dapat Anda kendalikan. Temukan pengasuh berpengalaman atau daycare yang Anda sukai serta percayai. Jangan lupa, tetaplah mengupayakan untuk mengembangkan hubungan yang baik dengan anak. Seorang anak yang sangat dicintai dan dibesarkan dengan kasih sayang orang tuanya akan tumbuh dengan baik, terlepas dari apakah sang ibu bekerja di luar rumah atau ibu rumah tangga. Joyce mengatakan, bila Anda masih merasakan perasaan-bersalah-ibu-bekerja, Anda adalah ibu yang baik karena Anda peduli dengan anak Anda. Dan, karena Anda seorang ibu yang baik, jadi tidak perlu merasa bersalah.

2. Merasa tidak sebaik ibu lainnya, terutama ibu yang tidak bekerja

Mungkin Anda pernah merasa bersalah karena tidak hadir selama 24 jam/7 hari untuk si kecil, jarang memasak makan malam, atau sulit hadir di acara sekolah. 

Cara mengatasinya: Hal yang wajar bagi setiap orang bila menganggap ‘rumput’ di rumah orang lain lebih hijau dari rumput di halaman rumahnya sendiri. Tapi, kenyataannya sebagian besar ibu rumah tangga pun memiliki rasa bersalah juga. Tanpa Anda dan banyak orang lainnya ketahui, ibu rumah juga memiliki persamaan dengan ibu bekerja. Untuk menghilangkan rasa bersalah karena bekerja, berhentilah membandingkan diri Anda dengan ibu lainnya. Daripada menghabiskan waktu membandingkan diri dengan ibu lain atau merasa iri, Elizabeth menyarankan, lebih baik tetapkan goal keluarga Anda berdasarkan keadaan Anda sendiri. Misalnya, siapa Anda, bagaimana visi-misi pengasuhan Anda serta pasangan, seperti apa karakter anak-anak Anda, dan tujuan karier Anda. “Yakinlah kalau tidak ada ibu yang sempurna, yang ada hanyalah ibu yang baik,” ucap Joyce pada psychcentral.com.

3. Sulit membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga

Berusaha untuk menyeimbangkan kehidupan profesional dengan kehidupan personal bukanlah hal mudah. Ketika harus ‘bergulat’ dengan sederet deadline, anak Anda meminta Anda datang ke sekolah untuk menyaksikan pertunjukan kelasnya. Atau, masih harus berada di sebuah meeting di jam 6 sore, dan lupa bahwa harus menjemput bayi Anda di daycare

Cara mengatasinya: Menurut Elizabeth, untuk membantu Anda tenang dan merasa santai, gunakan latihan pernapasan dalam. Caranya adalah mencoba untuk benar-benar menarik napas panjang. Biasakan diri Anda untuk mengambil napas dalam-dalam di saat merasa kewalahan atau stres, berlatihlah sesering mungkin. Ketika Anda sudah tenang, maka Anda dapat memikirkan solusi yang terbaik dari situasi yang sedang Anda hadapi. Elizabeth menambahkan, akan lebih baik lagi bila Anda menemukan cara untuk mengatur waktu. Buatlah jadwal harian dalam seminggu, dan pengingat di ponsel Anda untuk hal-hal penting. Periksa jadwal Anda setiap pagi. Atau gunakan aplikasi yang memudahkan ibu bekerja, seperti Trello, untuk melacak daftar apa saja yang harus dilakukan di hari tersebut.

4. Merasa kewalahan

Hal yang wajar bila ibu bekerja merasa to-do-list dirinya tak ada habisnya hingga kewalahan. Terutama di hari-hari sibuk di kantor atau ketika si kecil sedang kurang sehat.

Cara mengatasinya: Joyce menyarankan, untuk menyingkirkan rasa malu Anda, dan mintalah bantuan pada orang lain, seperti sahabat atau sanak saudara, saat merasa kewalahan. Katakan pada diri sendiri bahwa Anda mengajari anak Anda sebuah pelajaran berharga, yaitu meminta bantuan ketika Anda benar-benar membutuhkannya, alih-alih berpura-pura semuanya baik-baik saja. Dengan mendapatkan bantuan yang Anda butuhkan, maka Anda akan memiliki waktu dan energi untuk melakukan hal-hal yang ingin Anda lakukan dengan anak-anak Anda. Karena itu, tetapkan pembagian tugas rumah tangga yang adil dan sehat dengan pasangan Anda. Mintalah bantuan ibu lain yang berteman dengan Anda atau kakek-nenek-paman-bibi anak Anda bila membutuhkannya. 

5. Menikmati pekerjaan Anda

Anda mungkin khawatir bahwa menemukan kepuasan di tempat kerja dan tidak merasa membenci diri sendiri sepanjang hari karena meninggalkan bayi berarti Anda adalah ibu yang buruk atau Anda tidak menyayangi bayi Anda. Dan, ini tidak benar.

Cara mengatasinya: Setiap Anda memikirkan hal tersebut, pahamilah bahwa Anda hanya ‘diizinkan’ merasa bersalah jika Anda telah melakukan kesalahan. Kalau tidak, perasaan bersalah Anda tersebut tak ada gunanya. Segeralah melepaskan diri dari pikiran negatif tersebut. Menurut Joyce, ibu bekerja bisa menjadi panutan yang inspiratif serta positif bagi anak-anaknya, bahwa ibu dapat melakukan segalanya. Bisa bekerja, mengurus anak, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, berteman, dan bahkan makeup serta tampil cantik setiap pagi sebelum berangkat bekerja, lalu kembali rumah melakukan sederet tanggung jawabnya sebagai ibu. Joyce menambahkan, ubahlah perasaan bersalah Anda dengan rasa sukacita membesarkan bayi Anda sambil terus meniti karier Anda. Alihkan pikiran negatif tersebut dengan menjadi bangga pada semua hal yang Anda lakukan dengan baik.