5 Trik Jadi Mompreneur dari Drakor Start-Up

Banyak serial film yang menghadirkan pelajaran yang bisa dipetik dari jalan ceritanya. Yang terbaru adalah Kdrama berjudul ‘Start Up’ dengan ilmu bisnisnya.

Drakor Start Up

Bagi Anda penggemar drakor (drama Korea) ataupun penikmat Netflix, tentu telah akrab dengan Kdrama terbaru ini. Di Netflix, Start Up merupakan salah satu serial yang terpopuler dan memiliki banyak penggemar, meski baru ditayangkan pada pertengahan Oktober 2020 lalu. Bukan hanya karena drama ini dibintangi oleh banyak bintang muda seperti Bae Suzy, Nam Joo-hyuk, Kim Seon-ho, dan Kang Han-na, tapi karena kisahnya yang inspiratif. Serial ini dengan tepat menggambarkan fakta dasar tentang cara kerja sebuah startup, dan secara tepat menggunakan istilah teknis untuk menggambarkan pengembangan perangkat lunak (software).

‘Start Up’ bercerita tentang perjuangan empat anak muda yang memulai perusahaannya sendiri di bidang teknologi, salah satunya Seo Dal-mi (Bae Suzy) yang bermimpi bisa menjadi seperti Steve Jobs, co-founder Apple Inc. Seo Dal-mi memutuskan keluar dari kuliah dan mengambil pekerjaan paruh waktu demi menghasilkan uang sebagai modal membuka bisnisnya sendiri. Selain Seo Dal-mi, ada Nam Do-san (Nam Joo-hyuk) seorang juara Olimpiade Matematika dan pendiri startup bernama Samsan Tech. Lalu, Won In-jae (Kang Han-na), kakak perempuan Dal-mi, yang juga bercita-cita ingin mendirikan perusahaannya sendiri. Dan terakhir, Karakter investor Han Ji-pyeong (Kim Sun-ho), seorang pemimpin tim di SH Venture Capital dengan keterampilan investasinya yang menakjubkan.

Dari kisah anak-anak muda tersebut, banyak ‘ilmu’ yang bisa Anda ambil, terutama bila Anda sedang membangun sebuah bisnis. Di masa pandemi ini, sebagian orang yang kehilangan pekerjaan atau penghasilan, mencoba untuk membangun usahanya sendiri. Bisnis kuliner online adalah salah satu peluang menarik bagi sebagian orang yang memulai usaha baru. Jika Anda salah satu orang tersebut atau tertarik untuk mencobanya, mengapa tidak menyontek trik memulai ‘perusahaan’ Anda sendiri dari Seo Dal-mi dan kawan-kawannya di ‘Start Up’? Ini dia trik membangun bisnis baru dari drakor ‘Start Up’. Selamat memulai bisnis baru!

1. Carilah Mentor

Salah satu pelajaran dari ‘Start Up’, ketika Anda membangun sebuah bisnis baru, Anda membutuhkan seorang mentor. Orang yang benar-benar memahami dunia bisnis yang akan Anda tekuni, dan orang yang bisa dipercaya. Dalam drama ini, Han Ji-pyeong, pemilik perusahaan ventura besar di Korea, secara tidak langsung membimbing Nam Do-san dalam membangun bisnis.

Meskipun ide-ide hebat penting untuk bisnis baru Anda, mentor berpengalaman di sisi Anda akan menjadi salah satu aset paling kuat yang dapat Anda dimiliki selama menjadi seorang pebisnis baru. Menurut U.S Small Business Administration (SBA), 30% bisnis baru di Amerika Serikat, kemungkinan tidak bertahan selama 2 tahun pertama, dan 50% di antaranya kemungkinan tak bertahan dalam 5 tahun. Namun, 70% bisnis yang dibina seorang mentor akan bertahan lebih dari 5 tahun.

2. Rancang Strategi yang Jelas

Contoh kasus strategi yang tidak jelas dalam drakor ini adalah, kegagalan berkali-kali yang dialami oleh Nam Do-san dan timnya. Kegagalan mereka terjadi karena bisnis mereka tidak memiliki strategi yang jelas. Mereka tidak mampu menjawab pertanyaan investor tentang keuntungan yang akan mereka peroleh dari teknologi yang mereka buat.

Tanpa strategi yang jelas, bisnis hanya bergantung pada keberuntungan dan asumsi saja. Pasalnya, strategi yang baik akan memberikan ‘peta jalan’ yang jelas, yang terdiri dari serangkaian prinsip atau aturan panduan, untuk menentukan tindakan yang harus dilakukan dan yang tidak dalam bisnis. Selain itu, strategi juga penting dalam menentukan hal-hal yang harus diprioritaskan dan bukan prioritas untuk mencapai tujuan atau goal yang diinginkan.

3. Partner yang Baik

Nam Do-san mendirikan Samsan Tech bersama dua temannya. Tetapi, mereka bukan hanya sekadar teman, Do-san percaya dan mengenal baik kemampuan teman-temannya sehingga bisa menciptakan chemistry serta kerjasama yang bagus di antara mereka. Untuk itu, bila Anda ingin membangun sebuah bisnis dan membutuhkan mitra, carilah mitra yang terbaik serta paling tepat untuk usaha Anda. Pasalnya, mitra atau partner bisnis dapat berbenturan karena banyak hal, termasuk konflik etika kerja dan isu keuangan, peran dalam bisnis serta gaya kepemimpinan. Dari drakor ini, Anda dapat memahami bahwa akan lebih bagus jika Anda telah mengenal calon mitra Anda dengan baik, sehingga dapat mengetahui apakah ia akan cocok bekerjasama dengan Anda, atau tidak. Chemistry dalam bekerja tidak selalu harus bersahabat, tetapi dengan mengetahui karakteristik satu sama lain dan bersedia membantu satu sama lain, maka chemistry akan terwujud dengan sendirinya.

4. Jangan Mudah Percaya

Dari drakor ini Anda dapat belajar, bahwa jika ingin mendapatkan investor, mentor, ataupun rekan bisnis, hal yang utama adalah, harus mengenal dengan baik calon investor/mentor/rekan bisnis Anda. Cari tahu asal perusahaannya, dan posisinya dari perusahaan tersebut. Jangan mudah percaya dengan langsung memberikan ide bisnis Anda begitu saja pada seseorang. Sebab, orang lain bisa saja meniru atau mencuri ide bisnis Anda.

5. Rekrut Seorang CEO

Nam Do-san digambarkan sebagai orang yang pintar dan suka algoritma, tapi dia sangat canggung saat berhadapan dengan orang lain. Ia tidak cocok untuk posisi itu. Ia juga tidak memiliki visi tentang bagaimana perusahaannya akan maju dan tak memiliki keterampilan pitching yang bagus, karena terlalu fokus pada detail algoritma daripada berkomunikasi dengan calon investor atau klien. Lalu, Han Ji-pyeong memberikan nasihat kepada Nam Do-san: rekrut seorang CEO.

Chief Executive Officer (CEO) merupakan ‘wajah’ dari perusahaan, karena seorang CEO adalah orang yang akan memajukan suatu perusahaan. CEO suatu perusahaan harus memahami tren, memiliki pengetahuan bisnis yang lebih luas dan tegas dalam membuat pilihan. Karenanya, bila Anda membutuhkan CEO untuk bisnis Anda, pilihlah orang yang memiliki passion dan kemampuan memimpin yang baik. Meski Nam Do-san adalah pendiri Samsan Tech, namun nantinya ia akan kesulitan mengelola perusahaan sebagai CEO, sehingga ia harus mencari CEO yang bisa memperkenalkan Samsan Tech pada publik maupun calon investor.