6 Cara Agar Anak Mau Memakai Masker

Meminta anak untuk memilihkan masker khusus untuk dirinya akan membuat ia merasa terlibat aktif dalam proses pencegahan Covid-19.

Cara agar Anak Mau Memakai Masker Selama Pandemi

Meski belum ada kepastian tentang kapan anak-anak boleh kembali belajar di sekolah, orang tua tetap perlu membiasakan anak menggunakan masker setiap kali keluar rumah. American Academy of Pediatrics (APA) seperti dilansir dari The Huffost, menekankan anak-anak di atas usia 2 tahun sebaiknya menggunakan masker setiap kali keluar rumah. Untuk jenis maskernya sendiri, APA menyebutkan masker dari bahan kain bisa menjadi pilihan. Tapi menggunakan masker juga mendatangkan tantangan tersendiri. Para orang dewasa saja sering mengeluh merasa tidak nyaman karena terasa pengap saat menggunakan masker, apalagi anak-anak. Menggunakan masker juga merupakan hal baru, maka perlu adaptasi untuk menemukan cara pemakaian yang nyaman serta optimal melindungi anak-anak dari Covid-19.

Apalagi jika sekolah sudah dibuka kembali, anak akan lebih banyak beraktivitas dan berinteraksi dengan banyak anak-anak di sekolah. Karena itu orang tua perlu melakukan trik-trik yang menyenangkan agar anak terbiasa menggunakan masker serta menyadari pentingnya melihat penggunaan masker di luar rumah adalah kebiasaan hidup sehat yang baru. Lantas, cara apa sajakah yang bisa orang tua lakukan agar proses adaptasi penggunaan masker bisa berjalan lancar? Berikut 6 cara “membujuk” anak mau memakai masker setiap keluar rumah dan selama beraktivitas di sekolah.

1. Ajak anak memilih langsung masker kain untuk mereka.

Saat Anda membeli masker kain untuk anak, ajak ia memilih sendiri motif masker untuk dirinya. Atau ketika Anda membuat masker kain itu sendiri, libatkan anak dalam proses pembuatannya. Tapi bagaimana kalau masker kainnya sudah terlanjur dibeli? Anda bisa menyiasatinya dengan mengajak anak membuat “dekorasi” tambahan pada maskernya. Misalnya dengan menuliskan inisial namanya pada masker. Cara ini adalah untuk menciptakan rasa kepemilikan anak pada masker khusus untuknya. “Tak hanya itu, anak akan merasa punya kontrol terhadap proses pencegahan Covid-19 ini,” ucap Allison Tappon dokter spesialis anak dari Children’s Hospital of Philadelphia. Misinya adalah membuat anak merasa penggunaan masker kain adalah pilihan sadarnya.

2. Jadilah contoh untuk anak bahwa Anda menganggap menggunakan masker sebagai kebiasaan baru.

Anak-anak akan selalu meniru apa yang dilakukan dan diucapkan oleh orang tuanya. Jadi biarkan Anak melihat secara langsung kalau orang tuanya juga bisa beraktivitas seperti biasa ketika menggunakan masker. Dr. James Lewis sangat menekankan agar orang tua juga harus bisa menunjukkan kalau beraktivitas dan berbicara dengan orang lain tetap terlihat nyaman meski sambil menggunakan masker.

3. Jelaskan pada anak mengapa memakai masker di saat pandemi menjadi kebiasaan sehat yang baru.

Tappon mengingatkan agar orang tua tidak lupa mengedukasi anak-anak tentang fungsi masker pada masa pendemi seperti sekarang. “Jelaskan dengan bahasa yang sederhana bahwa penggunaan masker bukan hanya dapat melindungi dirinya tapi juga orang-orang di sekitarnya,” ucap Tappon seraya menyebutkan agar memberikan penjelasan dengan singkat karena kemampuan anak menyerap makna dari pesan yang disampaikan masih sangat sederhana. Jika setelah dijelaskan anak justru merasa takut, maka validasi perasaannya. Jangan langsung memarahi anak. Dengarkan apa yang membuatnya takut, tenangkan, dan yakinkan anak bahwa masker kain adalah salah satu cara menjaga tubuh tetap sehat selama pandemi.

4. Buatlah jadwal rutin untuk latihan menggunakan masker ketika di rumah.

Salah satu tujuan dari adaptasi adalah membuat kita bisa merasa nyaman pada situasi atau kebiasaan baru. Maka buatlah semacam “ritual” pakai masker bersama seluruh anggota keluarga di rumah. Misalnya selesai mandi sore, Anda sekeluarga memakai masker selama 30 menit. Ini akan membentuk persepsi anak bahwa menggunakan masker bukanlah hal yang aneh. Alhasil, dia akan percaya diri untuk menggunakan masker saat kembali ke sekolah. “Buatlah tantangan-tantangan menarik yang menggunakan masker kain sebagai medium pada tantangan yang harus dilakukan bersama. Bisa juga memberi semacam reward ketika anak berhasil melakukan tantangan menggunakan masker dengan baik,” imbuh Tappon. Hal ini pun diamini oleh Lewis. Melalui permainan tantangan ini sebenarnya kita menciptakan sistem yang positif untuk membuat proses adaptasi anak menjadi lebih menyenangkan.”

5. Cari masker yang paling nyaman digunakan oleh anak-anak.

Situasi pandemi membuat orang berinovasi menciptakan masker kain akibat masker bedah yang langka dan mahal di awal Covid-19 merebak. Karena itu sampai saat ini para pembuat masker kain pun masih bereksperimen terhadap produk yang mereka buat, artinya ada masker kain yang benar-benar nyaman tapi tidak sedikit juga yang tidak. Jadi tanyakan juga kepada anak apakah masker yang dipakainya membuatnya nyaman? Lalu pelajari bahan kain apa saja yang membuat anak bisa lebih tenang ketika menggunakan masker kain. Selain bertanya langsung, Tappon juga menyarankan orang tua untuk melakukan tes sederhana pada setiap masker kain yang dibeli. Uji coba apakah bahan kain yang digunakan cukup baik dalam menahan droplet serta tetap nyaman untuk bernapas atau berbicara.

6. Jangan terlalu memaksa!

Lewis mengingatkan agar orang tua jangan terlalu memaksa kepada anak untuk selalu menggunakan masker, khususnya pada anak-anak di bawah usia 3 tahun. “Yang penting Anda berusaha untuk menciptakan kebiasaan serta kesadaran anak akan pentingnya memakai masker. Lakukanlah secara bertahap, biarkan anak berproses sampai ia benar-benar nyaman untuk memakai masker,” pungkas Lewis.