6 Cara Membuat Anak Mau Merapikan Mainannya

Simak trik menyenangkan berikut, agar anak dengan sukarela mau merapikan mainannya.

6 Cara Membuat Anak Mau Merapikan Mainannya

Untuk urusan memberantakan mainan, anak-anak tidak perlu dilatih. Seolah-olah mereka lahir dengan “skill” tersebut. Itu mengapa, membuat anak mau merapikan mainannya menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Karena situasinya sering kali berakhir antara anak merengek menolak merapikan mainan, yang kemudian membuat orang tua lebih sering merapikan mainan anak agar bisa melanjutkan pekerjaan yang lain.

Membiasakan anak untuk merapikan mainannya sendiri sebenarnya adalah cara untuk mengenalkan konsep tanggung jawab kepada mereka. Karena itu sangat penting untuk orang tua mengenalkan konsep tanggung jawab sejak dini. Heidi Murkoff, penulis buku What to Expect When You’re Expecting menyebutkan anak sudah bisa dikenalkan tentang tanggung jawab sejak berusia 18 bulan. “Anak di usia ini sudah mengerti perintah-perintah sederhana. Bisa diawali dengan meminta mereka menyimpan buku setiap kali kita selesai membacakan buku untuknya.” Tapi tempat belajar anak yang paling sempurna menurut Murkoff adalah meniru tindakan orang tuanya. “Jadi sebelum meminta anak untuk merapikan mainannya, orang tua sudah lebih dahulu menyontohkan menyimpan benda-benda pada tempatnya.” Dan, agar anak merasa merapikan mainan bukan pekerjaan yang menjemukan, Anda bisa mencoba 6 cara menyenangkan berikut ini:

1. Hiasi tempat menyimpan mainan dengan stiker lucu.

Tempelkan gambar atau stiker lucu pada tempat-tempat menyimpan mainan anak. Lalu ajak mereka menghias tempat menyimpan mainannya serta bebaskan mereka dalam mengklasifikasikan mainannya. Dengan membebaskan anak menentukan di mana mainannya disimpan, mereka akan termotivasi menjaga serta merawat mainannya.

2. Jadikan rutinitas merapikan mainan sebagai kegiatan yang menyenangkan.

Ajak anak merapikan mainan sambil bermainm jadi mereka akan melihat ini sebagai bagian dari bermain. Caranya bisa dengan menyetel timer dan ajak anak merapikan mainan sesuai waktu yang sudah ditentukan. “Siapa yang lebih cepat memasukkan mainan pada tempatnya akan mendapatkan pelukan hangat.” Atau bisa juga mengenalkan warna sambil merapikan mainan. Ajak anak untuk mengumpulkan mainan pada wadah yang sewarna.  Setelah anak menyelesaikan tugasnya, jangan lupa untuk memberikan hadiah, sambil beri pengertian akan pentingnya merapikan mainan bisa menghindarkan dirinya dari kecelakaan menginjak mainan.

3. Nyalakan musik sambil merapikan mainan.

Karena anak-anak tidak suka sesuatu yang monoton, maka orang tua harus kreatif bahkan dalam urusan membentuk kebiasaan anak merapikan mainan. Salah satu cara agar kebiasaan ini terasa menyenangkan adalah dengan menyalakan musik sambil merapikan mainan. Bonusnya, musik-musik yang menyenangkan akan membuat mood anak selalu bahagia sehingga rutinitas merapikan mainan membentuk persepsi positif dalam kepalanya.

4. Gunakan kalimat ajakan merapikan mainan yang tepat.

Pada anak usia tiga tahun atau batita, sebaiknya jangan gunakan kalimat, “Ayo kita merapikan mainan.” Karena mereka lebih mengerti jika kita memberikan instruksi yang lebih detail seperti, “Yuk, kita taruh boneka ini di kotak berwarna merah.” Kalimat ini akan lebih dimengerti oleh anak, sebab konsep merapikan mainan masih terlalu kompleks untuk mereka. Cara ini juga membuat orang tua memiliki ekspektasi yang sesuai kemampuan anak. Bonusnya, Anda tengah membentuk kesadaran anak untuk merapikan mainan dari hal kecil yang dilakukannya.

5. Jangan mengatur ulang apa yang sudah dirapikan anak.

Jangan merapikan ulang apa yang sudah mereka kerjakan. Bisa jadi ini akan membuat mereka tidak percaya diri bisa melakukan apa yang diminta orang tuanya. Alhasil ketika Anda memintanya kembali untuk merapikan mainan, dia tidak tertarik untuk melakukannya. Jadi terima saja kalau ada mainan yang disimpan tidak pada tempatnya, selama dia melakukannya dengan menyenangkan maka kesadarannya untuk selalu merapikan mainan akan terbentuk.

6. Merapikan mainan sebelum tidur.

Salah satu trik agar anak mau merapikan mainannya adalah dengan membuat seolah mainan juga harus tidur di malam hari. Dan sebagai rasa bahagianya karena mainan-mainan sudah menemaninya bermain, maka anak harus mengembalikan mainan pada tempatnya. Selain mengenalkan konsep merapikan mainan, cara ini juga mengajarkan anak untuk peduli pada benda yang dimilikinya. Ketika dia sudah peduli maka akan timbul keinginan untuk merawat serta menjaganya. 

0 Komentar