6 Trik Agar Anak Tetap Semangat Belajar dari Rumah

Hal yang wajar bila anak merasa bosan dan kelelahan dengan sekolah secara daring. Atasi kondisi tersebut dengan 6 trik ini.

Belajar dari Rumah (School from Home)

Kelas virtual serta kegiatan BDR (belajar dari rumah) merupakan cara bersekolah yang dijalani selama masa pandemi, dan jelas bahwa jalan menuju sukses di pembelajaran yang baru ini masih dalam proses. Bahkan, kondisi tersebut memunculkan istilah baru, yaitu zoom fatigue atau kelelahan ketika terus-menerus menggunakan platform Zoom Meeting. Media Psychology Today menjelaskan, ‘kelelahan Zoom’ merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kelelahan, kecemasan, atau kekhawatiran akibat penggunaan platform ini secara berlebihan.

Menurut Laura Dudley, seorang analis perilaku di Northeastern University, Massachusetts, Amerika Serikat, berada di begitu banyak konferensi video itu melelahkan. Pasalnya, banyak isyarat nonverbal yang biasanya diandalkan selama percakapan secara langsung, seperti kontak mata dan perubahan halus yang mengindikasikan seseorang akan berbicara, menjadi tidak terlihat pada komunikasi secara virtual. Laura menambahkan, tidak mungkin mempertahankan kontak mata dengan seseorang melalui video. Untuk memberikan kontak mata kepada orang (atau orang-orang) di layar Anda, Anda perlu melihat kamera Anda. Untuk menerimanya, Anda perlu melihat mata mereka di layar Anda.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apa yang harus orang tua lakukan jika anak-anak sudah bosan dengan pembelajaran jarak jauh? Bagaimana Anda mencegah kelelahan sekolah daring pada anak? Jika Anda menyadari anak Anda sudah semakin kelelahan dengan konsep bersekolah saat ini dan melihat motivasi anak Anda anjlok, Parentstory telah menyusun panduan untuk bertahan dari pembelajaran jarak jauh di masa pandemi ini.

1. Berikan Anak Aktivitas yang Tak Memakai Teknologi

Menurut Rosalind Wiseman, salah satu penulis buku The Distance Learning Playbook for Parents, jika si kecil tidak ingin berpartisipasi atau mengikuti kelas virtual sekolahnya, Anda harus mencari tahu secara detail alasan dari tindakan anak tersebut. Hindari pertanyaan umum seperti, “Bagaimana sekolahmu?” – Sebaliknya, cari waktu yang tenang saat mood Anda serta si kecil dalam keadaan baik, dan tanyakan, “Cara bersekolah saat ini berbeda. Apa saja hal baik tentang itu? Apa yang tidak begitu baik menurutmu?” Jika anak Anda merasa tidak bersemangat saat kelas online, berikan mereka waktu beristirahat dan gunakan waktu itu untuk melakukan aktivitas bebas teknologi. Seperti, menggambar, bermain balok, mewarnai, bermain sepeda, atau berjalan-jalan di sekitar rumah.

2. Mendekorasi Ulang Ruang Belajar

Dr. David Anderson, yang merawat anak-anak dan remaja dengan ADHD dan gangguan perilaku lainnya di Child Mind Institute, mengatakan, orang tua dapat mengoptimalkan ruang belajar anak dengan cara-cara berikut untuk membantu mereka fokus dan membuat mereka bersemangat untuk belajar:

  • Hiasi ruang belajar mereka agar lebih menarik. Ini tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan. Misalnya, Anda dapat menempatkan foto, karya seni, atau pesan yang menyemangati mereka di meja belajarnya. Pastikan saja hiasan tersebut tidak mengganggu kegiatan belajar mereka.
  • Letakkan perlengkapan sekolah yang disukai anak Anda di area belajar mereka untuk membuat mereka bersemangat sekolah.

3. Amati Karakter Anak Anda

Trik lainnya dari Dr. David adalah dengan amati apa yang membantu anak Anda untuk lebih semangat bersekolah. Jika Anda memiliki anak lebih dari satu, coba tempatkan si kecil di ruangan yang sama dengan kakak atau adiknya selama mengikuti kelas virtual, agar mereka merasa tidak sendirian dan kesepian. Namun, jika itu semakin mengganggu konsentrasi dan semangat anak Anda, pisahkan anak-anak Anda jika Anda memiliki ruang lainnya.

4. Kenali Perasaan Anak

Jika Anda telah mencoba membuat situasi menjadi lebih baik untuk anak Anda, namun mereka masih mengeluh tentang pembelajaran jarak jauh, jangan paksa mereka untuk menyukainya, kata Dr. David. Si kecil mungkin mengira Anda mengabaikan perasaan mereka. Sebaliknya, kenali perasaan mereka untuk membantu mereka membuktikan stres mereka. Anda dapat mengatakan sesuatu seperti, “Ayah/ibu, mengerti betapa sulitnya hal ini bagi kamu. Mari pikirkan solusi untuk membuatnya lebih mudah dan menyenangkan.”

5. Latih Keterampilan Anak Secara Luring (Offline)

Jika anak Anda tidak mengalami kemajuan dalam kemampuan akademis atau keterampilan belajarnya, cari cara untuk melatih keterampilannya secara offline. Minta anak Anda mencatat daftar belanjaan untuk latihan mengeja dan menulis. Untuk mempelajari bentuk, minta mereka menunjukkan lingkaran, kotak, dan segitiga yang Anda lihat saat sedang berjalan-jalan keluar rumah. Jika mereka kesulitan dengan alfabet, minta mereka membuat huruf menggunakan tubuh mereka. Seperti berdiri dengan tangan terentang untuk membentuk ‘T’, atau berdiri dengan tegak untuk membentuk huruf ‘I’.

6. Cari Tahu Makna dari Keluhan Anak dan Solusinya

Rosalind Wiseman menyarankan, bila anak Anda mengatakan bahwa mereka bosan, tanyakan kata lain yang menggambarkan perasaan mereka. ‘Bosan’ mungkin berarti mereka tidak tertantang atau tidak memahami materi pelajaran atau tugas sekolahnya. Jika menurut Anda, anak cemas atau depresi, jelaskan kepada mereka apa yang Anda amati dan tanyakan apakah itu benar. Kemudian diskusikan strategi perawatan yang mungkin, seperti menemui guru sekolah, atau terapis.