8 Cara Mudah Mengajari si Kecil Mulai Menabung Sejak Dini

Kemampuan mengelola finansial yang baik harus dipupuk sedari dini, sesederhana mengajari anak menabung. Ikuti cara-cara berikut untuk mengajari mereka menabung.

8 Cara Mudah Mengajari Si Kecil Mulai Menabung Sejak Dini

Mengajari anak untuk mengelola budget sedari dini akan sangat bermanfaat saat mereka dewasa dan mandiri nanti. Jika mereka sudah terbiasa untuk menghemat dan menabung sejak dini, mereka juga akan lebih mudah untuk mengontrol finansial mereka. Sebaliknya, kebiasaan buruk akan sangat sulit diubah. Jika Anda cenderung memanjakan mereka secara materi dan selalu mendapatkan apa yang ia mau, ia akan kesulitan mengelola keuangannya sendiri nanti. Tentu Anda tidak mau itu terjadi, bukan?

“Sebetulnya mengajari anak tentang uang itu mudah. Anda bisa mengajarinya lewat aktivitas sehari-hari,” ujar Jayne A. Pearl, penulis Kids and Money: Giving Them the Savvy to Succeed Financially. Berbelanja ke supermarket, urusan ke bank atau mengambil uang di ATM dapat menjadi pembuka diskusi keuangan. Ikuti tips berikut untuk mengajarinya menabung.

1. Gunakan jar atau botol transparan untuk mulai menabung uang receh

Mulai perlahan. Anda dapat menggunakan jar atau botol transparan untuk mengajaknya menyimpan uang receh atau kembalian. Kenapa transparan? Si kecil akan senang melihat uangnya terkumpul semakin banyak setiap harinya dan menjadi semakin termotivasi untuk menambahnya.

2. Terbuka membicarakan keuangan di depan anak

Topik mengenai keuangan tidak perlu menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan di depan anak. Anda tidak perlu mengusirnya keluar ruangan jika hendak membicarakan mengenai keuangan dengan pasangan. Di satu sisi, ia juga mungkin tidak tertarik. Namun biarkan ia terbiasa dengan pembicaraan terbuka mengenai keuangan.

3. Menjadi contoh yang baik

Akan sulit menyuruh anak untuk menabung, jika Anda sendiri tidak memberikan contoh yang baik untuknya, seperti terlalu boros atau sering impulsif berbelanja. Anda adalah role model paling penting untuknya. Berikan contoh yang baik dan ia akan menirunya. Aktivitas sehari-hari seperti berbelanja ke supermarket bisa menjadi contoh. Usahakan hanya membeli barang yang sudah Anda tulis di daftar belanja sebelumnya dan tidak membeli barang yang tidak perlu. Anda juga bisa menjelaskan kepada si kecil kenapa Anda memilih merek yang lebih murah dibanding merek lainnya untuk barang yang serupa.

4. Beri pertimbangan lain

Anda bisa mengatakan, “Kalau kamu jajan ini, kamu tidak bisa menabung untuk beli sepatu yang kamu inginkan itu.” Di usia anak sekolah, harusnya anak Anda sudah memiliki kemampuan untuk mempertimbangkan sesuatu dan mengerti adanya kemungkinan lain. Selain itu, Anda juga harus menjelaskan bahwa, tidak semua barang bisa dibeli atau dimiliki.

5. Berikan komisi, bukan uang saku

Alih-alih memberikan uang saku secara cuma-cuma, berikan ia ‘komisi’ untuk hal-hal yang bisa ia kerjakan di seputar rumah, seperti merapikan kamarnya, membawa sampah ke luar, atau menyiram tanaman. Konsep reward ini akan membuatnya lebih menghargai uang. Berikan uang secara regular, misal seminggu sekali,s agar ia berlatih mengatur keuangannya sendiri, karena ia tahu ia tidak boleh menghabiskannya sampai minggu depan datang. 

6. Hindari pembelian impulsif

Hindari membelikan sesuatu untuk anak secara impulsif, seperti ketika pergi ke mall. Ajarkan untuk menabung terlebih dahulu jika ingin membeli sesuatu, meskipun nantinya Anda akan menambahkan uangnya. Setidaknya Anda mengajarkan konsep menunggu dan berusaha terlebih dahulu sebelum mendapat sesuatu.

7. Gunakan 3 jar yang berbeda

Setelah si kecil terbiasa menggunakan jar untuk menabung receh, Anda bisa memperkenalkannya pada metode 3 jar yang berbeda untuk menyimpan uang:  untuk bisa dibelikan apa saja dalam waktu dekat,  untuk menabung jangka panjang, dan  untuk disumbangkan. Besaran untuk masing-masing jar terserah si kecil, namun dorong dan berikan pujian jika ia mau mengalokasikan cukup banyak untuk menabung dan untuk disumbangkan. Buat menyenangkan, misal dengan menghias masing-masing jar dan beri stiker pada jar tabungan yang merepresentasikan apa yang ia ingin beli nantinya dengan uang tabungan tersebut. 

8. Membuka rekening di bank

Jika tabungan anak sudah cukup banyak, Anda dapat membukakan rekening di bank untuknya. Sudah cukup banyak bank yang membuka program tabungan untuk anak. Memiliki buku rekening dan kartu ATM bergambar khusus anak juga dapat membuat mereka semakin termotivasi untuk rutin menabung.