8 Trik Merancang Ruang Belajar yang Nyaman di Rumah

Bawa ‘kelas’ anak Anda ke rumah, dengan membuat ruang belajar untuknya dari beberapa ide menarik ini!

Dengan masih berjalannya BDR (belajar dari rumah), Anda terus menjadi ‘guru’ bagi si kecil dan ia pun tetap melaksanakan PJJ (pembelajaran jarak jauh). Sebagian anak-anak mungkin sudah mulai berkurang semangat belajarnya. Buah hati Anda mungkin juga sudah mulai merasa jenuh, karena harus terus berada di rumah.

Itulah mengapa penting untuk meningkatkan kembali semangat bersekolah anak Anda. Salah satu caranya adalah menyiapkan ruang khusus sebagai tempat belajar si kecil yang akan membantu ia merasa lebih fokus dan nyaman. Tak ada ruangan baru? Tidak masalah! Anda dapat memanfaatkan ruangan belajar anak yang lama, namun dengan dekorasi atau penataan yang baru. Kabar baiknya, Parentstory mengumpulkan tips terbaik dari para ahli dalam menciptakan area belajar yang nyaman serta fungsional untuk anak Anda. Seperti berikut ini!

1. Area Belajar Minim Gangguan

Tara Martello, M.S. pendiri Grow Thru Play, adalah seorang terapis okupasi dengan pengalaman lebih dari satu dekade merawat anak-anak dengan kesulitan perhatian sejak lahir hingga remaja di rumah sakit, klinik, sekolah dan lingkungan rumah. Ia berbagi kiat tentang cara mengoptimalkan rumah Anda — tidak peduli seberapa besar atau kecilnya — untuk pembelajaran daring di rumah. Pertama dan terpenting, Tara mengimbau orang tua untuk meminimalkan gangguan. Artinya, tidak ada suara sama sekali, baik dari suara Anda, televisi, penyedot debu, atau apa pun.

2. Aturan Sudut 90-90-90

Jika memungkinkan, Tara merekomendasikan, posisi kursi dan meja yang memungkinkan untuk aturan sudut 90-90-90, yaitu:

  • Posisi kaki rata di atas lantai, dengan sudut 90 pada bagian pergelangan kaki.
  • Lutut ditekuk dengan sudut 90 dan berjarak sekitar 3-4 cm di depan kursi.
  • Posisi panggul bersandar pada kursi dengan sudut 90.

3. Pencahayaan yang Baik

Gunakan task lighting pada area belajar anak. Task lighting merupakan sistem pencahayaan yang fokus pada suatu area dan berfungsi untuk membantu dalam melakukan aktivitas tertentu. 

4. Tentukan Ruangan Khusus

Dalam rumah tangga yang hanya memiliki satu meja untuk belajar dan bekerja bagi seluruh keluarga, sebaiknya Anda perlu menetapkan tempat duduk serta area yang berbeda untuk tiap anggota keluarga. Menurut Tara, semakin ditentukan areanya, misal area belajar untuk si kakak atau area bekerja bagi ayah dan ibu, maka akan semakin baik. Karena, struktur itu penting. Julie Morgenstern, professional organizer dan penulis buku Time to Parent, belajar di ruang terpisah membantu anak-anak memasuki pola pikir yang berbeda sehingga mereka dapat lebih siap untuk fokus.

5. Beri Anak Rak Khusus

Bila Anda tak memiliki banyak ruang di rumah, atasi dengan mengatur satu zona belajar di rumah yang mungkin dapat digunakan oleh beberapa anak. Caranya, memberi setiap anak rak khusus sehingga tidak ada kebingungan tentang barang A milik siapa, yang mana jadwal kelas virtual si adik, dan sebagainya.

6. Buatlah Sistem Penyortiran

Anda tentu tahu betapa mudahnya anak-anak kehilangan lembar kerjanya, alat tulis, pensil warna, atau lainnya. Terutama pada anak-anak usia TK atau SD. Semakin berantakan meja belajarnya, maka semakin sulit pula anak Anda untuk fokus. Karena itu, simpan kertas, lembar kerja, buku, maupun perlengkapan seninya di dalam wadah-wadah berbeda sesuai kategorinya pada rak terdekat dari meja belajarnya. Gunakan label atau wadah bening agar anak-anak dapat mengikuti sistem penyortiran dan mengambilnya dengan mudah. Biarkan mereka mengambil barang-barang yang sangat berguna, seperti pensil atau penggaris, dari kotak alat tulis yang digantung di rak di atas meja. Sediakan papan gabus sebagai tempat penempel kertas pengingat tugas dan jadwal belajar lainnya.

7. Sediakan Meja dan Kursi yang Ergonomis

Pengaturan ergonomis sangat penting untuk postur tubuh, guna menanamkan kebiasaan yang baik dan mendukung keterampilan menulis, menurut Sari Ockner, seorang terapis okupasi pediatrik di Los Angeles. Jika ia tidak memiliki posisi tubuh yang tepat saat menulis, dia harus bekerja lebih keras, dan kemungkinan besar Anda akan melihat tulisan tangannya yang berantakan. Menurut Ola Sinelnikova, seorang ahli kinesiologi untuk Humanscale (perusahaan perabot kantor ergonomis), ketika anak Anda duduk, mejanya harus setinggi atau sedikit di bawah tinggi siku dan kakinya harus menempel dengan stabil di lantai, tidak menggantung.

8. Maksimalkan Fungsi Ruang yang Ada

Tinggal di tempat sempit? Manfaatkan fungsi lorong dengan menambahkan meja samping. Meja yang dipasang di dinding bisa menghemat ruang. Bahkan lantai (dengan dinding yang berfungsi sebagai penyangga punggung) bisa jadi pilihan yang ideal. Gunakan tray table dengan kaki untuk memberi anak Anda permukaan ketika sedang menulis. Pakar ergonomis mengatakan bahwa, lantai sebenarnya merupakan pilihan yang lebih baik daripada sofa.