Banner Promo Image
Menangkan iPhone 11 dengan bergabung di Parentstory!
Daftar Sekarang

Lemak Tambahan untuk MPASI, Perlukah?

Tahukah Anda, kalau British Journal of Nutrition menyebutkan, 8 dari 10 anak Indonesia kekurangan asupan asam lemak esensial. Padahal, asam lemak esensial atau essential fatty acids ini adalah unsur penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otak anak.

Lemak Tambahan untuk MPASI, Perlukah?

Prof. Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, Guru Besar Bidang Keamanan Pangan dan Gizi Departemen Gizi Masyarakat – Fakultas Ekologi Manusia IPB, yang terlibat dalam penelitian seputar kebutuhan asam lemak esensial bagi anak, menjelaskan rangkaian proses penelitian tersebut. Menggunakan asupan diet yang didapat dari Riskesdas 2010, kemudian dipilih 118 makanan yang dianggap paling merepresentasikan pola makan anak Indonesia. Lalu, contoh makanan-makanan ini dipilih berdasarkan yang dapat mewakili 78% populasi. “Asupan makanan dan minuman selama 24 jam direkam melalui wawancara. Penelitian ini melibatkan puluhan ribu anak usia 4-12 tahun dari 33 provinsi. ”Setelah dievaluasi, ternyata asupan lemak anak Indonesia berdasarkan kandungan asam lemak yang dikumpulkan dari sampel, ditemukan, 80,9% anak kekurangan asam lemak esensial,” tegas Prof. Ahmad.

Apakah Itu Asam Lemak Esensial?

Prof. Ahmad menjelaskan, asam lemak esensial adalah asam lemak yang harus dipenuhi dari luar tubuh.  Adapun asam lemak adalah unsur pembentuk lemak yang secara garis besar terbagi menjadi dua, yaitu asam lemak jenuh atau saturated fatty acid dan asam lemak tak jenuh atau unsaturated fatty acid. Asam lemak tak jenuh jenuh dibagi lagi menjadi dua, asam lemak tak jenuh ganda atau polyunsaturated fatty acid (PUFA) dan asam lemak tak jenuh tunggal atau monounsaturated fatty acid (MUFA). PUFA terdiri atas omega-3 dan 6, sedangkan MUFA berupa omega-9. Di dalam tubuh, omega-3 diubah menjadi EPA dan DHA.  Sedangkan omega-6 di dalam tubuh diubah menjadi ARA atau arakidonat. “Keduanya sangat penting dalam pembentukan otak janin. Bahkan, bagian otak terdiri atas 50-60% lemak! DHA merepresentasikan 33% dari asam lemak dalam otak. Tak hanya itu, DHA dan ARA juga banyak terdapat pada membran sel otak dan mata".

Hal senada juga disampaikan dr. Bernie Endyarni Medise, SpA(K), MPH., dari Divisi Tumbuh Kembang Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.  Ia menjelaskan, asam lemak esensial ini menjadi penghubung antar sinaps-sinaps di otak. “Semakin banyak sinaps-sinaps yang terhubung, maka intelegensi anak pun semakin tinggi,” tegas Bernie. Tak hanya itu, nutrisi ini juga bermanfaat dalam formasi membran sel otak dan memproduksi hormon yang berguna untuk respon imun, serta mengatur tekanan darah.Tapi faktanya, berdasarkan penelitian yang dilakukan Prof. Ahmad dan koleganya, asupan omega-3 pada anak Indonesia hanya 0,2 persen energi. Ini hanya mencapai 39 persen dari rekomendasi WHO. Sedangkan untuk asupan Omega-6, anak Indonesia sudah mencapai rekomendasi WHO yaitu 3,36 persen energi. Hanya saja, konsumsinya masih belum merata di seluruh Indonesia. Bisa dibilang anak Indonesia kekurangan asupan asam lemak esensial.

Jangan Lupa Tambahkan Asam Lemak Esensial pada MPASI Anak

Pasti Anda bertanya-tanya, makanan apa saja yang kaya akan asam lemak esensial? Sebelum menjawab pertanyaan ini, dr. Bernie mengingatkan kalau sinaps-sinaps otak anak akan optimal terbentuk dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak. “Ini adalah critical periode; itu bekal untuk masa depannya.” Pembentukan otak anak sudah dimulai sejak dia di dalam kandungan, maka para ibu juga harus memasukkan makanan yang kaya akan Omega-3 dan 6. Tak hanya ketika hamil, pada saat menyusui pun, para ibu harus mengonsumsi makanan sumber asam lemak esensial karena nutrisi penting ini juga terkandung di dalam ASI. Tapi selepas masa ASI eksklusif, Anda harus mulai memasukkan makanan sumber Omega-3 dan 6 pada makanan pendamping ASI (MPASI). “Memang masa kritisnya adalah saat anak mulai MPASI, karenanya wajib memasukkan makanan tinggi asam lemak esensial ini agar otak anak punya nutrisi terbaik untuk membentuk intelegensianya."

Prof. Ahmad menyebutkan ada banyak sekali sumber makanan di Indonesia yang kaya akan Omega 3 dan 6. “Tidak perlu yang mahal!” tegasnya sambil menyebutkan makanan yang kaya akan Omega-3, ada ikan lemuru, ikan sarden, ikan lele, serta susu pertumbuhan terfortifikasi. Sedangkan untuk makanan  yang kaya akan Omega-6, ada kacang mede, kenari, tempe, dan tahu. Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah cara pengolahan bahan makanan sumber Omega-3. Prof. Ahmad menjelaskan, karena Omega-3 merupakan asam lemak tak jenuh ganda maka mudah sekali rusak ketika dipanaskan. “Jadi lebih baik dikukus, ditumis, atau dibuat makanan berkuah.” Lalu adakah tanda-tanda jika anak mengalami defisiensi asam lemak esensial? “Kulit kasar, rambut kering bahkan jadi berketombe saking keringnya, mata kering,” jawab dr. Bernie. Tapi tak hanya ini, kekurangan asam lemak esensial juga bisa berpengaruh terhadap atensi serta perilaku anak. “Anak jadi mudah sekali rewel, moody, mudah emosi, mengalami gangguan perhatian, gangguan konsentrasi, hingga gangguan kognitif.”

Temukan pilihan aktivitas, kelas, dan kegiatan edukatif untuk anak dan orang tua, serta beragam artikel menarik seputar kesehatan, parenting, dan gaya hidup keluarga modern. Download aplikasi Parentstory sekarang di App Store dan Google Play Store.