Anak Demam? Lakukan 5 Hal Ini untuk Mengatasinya

Demam bukanlah penyakit. Tapi, demam bisa membuat anak merasa tidak nyaman dan kadang sulit beristirahat.

Anak Demam? Lakukan 5 Hal Ini untuk Mengatasinya

Sebagian orang tua, apalagi orang tua baru, akan panik ketika anak demam. Rasa khawatir dan bingung juga biasanya akan dialami oleh ayah dan ibu. Padahal, berdasarkan penjelasan dr. Arifianto, SpA, pada blog-nya (arifianto.blogspot.com), demam adalah respon tubuh menghadapi kuman yang masuk. Demam bukanlah penyakit.


Dokter spesialis anak dan penulis buku ‘Orang tua Cermat, Anak Sehat’ dan ‘Berteman Dengan Demam’ ini menuliskan, ketika kuman (virus atau bakteri) masuk ke tubuh, sel-sel sistem imun akan menghasilkan protein bernama pirogen yang merangsang hipotalamus (termostat di otak) untuk menaikkan suhu tubuh dan terjadilah demam.


Menurut, situs kesehatan terkemuka di Amerika WebMd (webmd.com), tubuh anak akan menaikkan suhunya untuk membunuh kuman. Dengan kata lain, demam adalah hal yang baik. Jika anak demam, berarti sistem kekebalan anak melakukan tugasnya dengan baik, yaitu dengan melawan pilek atau infeksi lain. Menurut Michael Devon, M.D., seorang dokter spesial anak di dekat Philadelphia, Amerika Serikat, otak memerintahkan suhu tubuh untuk naik, yang pada gilirannya mengarahkan sel darah putih untuk menyerang dan menghancurkan virus serta bakteri yang menyerang.


Meski demam bukanlah penyakit, dan tanda sistem imun berjalan baik, namun demam kadang membuat anak merasa tidak nyaman dan sulit beristirahat. Untuk membuatnya lebih nyaman dan mengatasi demamnya, ada 5 hal yang dapat Anda lakukan, di bawah ini.


#1 Pastikan Anak Banyak Minum

Berdasarkan tulisan dr. Arifianto, SpA, di blog-nya, yang dikhawatirkan pada demam adalah risiko dehidrasi, yaitu kehilangan cairan tubuh. Makin tinggi suhu, maka makin tinggi risiko keluarnya cairan tubuh. Karena itu, banyak minum merupakan solusi ketika anak demam. Untuk anak yang masih menyusui, Anda juga dapat menyusuinya lebih sering.


#2 Mandikan Dengan Air Hangat

Pada situs resmi milik dr. Tiwi, SpA, MARS, klinikdrtiwi.com, dijelaskan bahwa salah satu cara menyiasati demam anak adalah dengan memandikan air hangat. Hal ini dapat dilakukan pula pada bayi. Ketika anak yang sedang demam terlihat tidak nyaman, Anda dapat memandikanya dengan air hangat. Cara ini bisa menurunkan suhu tubuhnya. Jika anak tidak terlihat nyaman dimandikan, Anda bisa menyeka tubuhnya dengan waslap yang telah direndam ke dalam air hangat.


#3 Perhatikan Aktivitas Anak

IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) menuliskan pada situs resminya, idai.or.id, ketika anak mengalami demam, orang tua harus memperhatikan aktivitas anaknya secara umum. Apakah anak masih bisa bermain dan makan dan minum dengan baik? Perhatikan pula frekuensi buang air kecil anak setiap 3-4 jam. Jika anak lebih sering tidur, malas minum dan buang air kecil semakin jarang, segera bawa ke dokter. Bila anak sedang tertidur lelap, sebaiknya orang tua tidak perlu membangunkan untuk memberi obat penurun panas. Mengapa? Karena anak yang sedang demam cenderung akan kurang istirahat karena merasa badannya tidak nyaman. Maka, ketika anak sedang tidur, Anda tak perlu membangunkannya hanya untuk meminumkan obat. Biarkan ia beristirahat.


#4 Kompres Air Hangat

Poin ini dituliskan pada artikel ‘Penanganan Demam Pada Anak di idai.or.id. Kompres hangat dapat membuka pori-pori kulit, sehingga panas tubuh bisa keluar melalui pori-pori tersebut. Anda dapat mengompres anak menggunakan waslap yang telah direndam di air hangat, di area lipatan ketiak dan lipatan paha (selangkangan) selama 10-15 menit. Area tersebut merupakan area lipatan tubuh yang dilewati oleh pembuluh-pembuluh darah besar. Jika pembuluh darah membesar maka akan terjadi penguapan, sehingga panas tubuh keluar melalui pori-pori. Selain itu, pembuluh darah akan memberi sinyal ke otak untuk menurunkan suhu tubuh.


#5 Beri Obat Penurun Panas, Bila Perlu

IDAI juga menjelaskan, jika suhu tubuh anak meningkat lebih dari 40 derajat Celsius, maka penting untuk memberikan obat penurun panas terlebih dahulu untuk menurunkan pusat pengatur suhu di susunan saraf otak bagian hipotalamus. Kemudian, dilanjutkan kompres air hangat. Tujuan utama pemberian obat penurun panas antipiretik adalah untuk membuat anak menjadi nyaman, dan juga berfungsi sebagai anti nyeri sehingga dapat mengurangi rasa nyeri. Penggunaan kombinasi antipiretik parasetamol dan ibuprofen secara bergantian tidak dianjurkan oleh IDAI.


Indikasi pemberian obat penurun panas dari IDAI adalah untuk membuat anak merasa nyaman dan mengurangi kecemasan orang tua, bukan menurunkan suhu tubuh. Pemberian obat penurun panas diindikasikan untuk anak demam dengan suhu di atas 38 derajat Celcius (pengukuran suhu tubuh menggunakan termometer di lipat ketiak). Dengan menurunkan suhu tubuh, aktivitas dan kesiagaan anak akan membaik. Selain itu, juga memperbaiki suasana hati dan nafsu makan anak.


Untuk membuat anak merasa lebih nyaman, para dokter spesialis anak juga menyarankan orang tua untuk menggendong anak. Pada bayi hingga batita, Anda juga dapat menerapkan metode skin-to-skin contact. Yaitu, kondisi di mana bayi hanya menggunakan popok atau diaper, atau telanjang, diletakkan di atas dada ibu atau ayah yang telanjang dada. Bisa juga dalam posisi bayi dipeluk orang tuanya. Selain bisa menurunkan suhu tubuhnya, hal ini juga membuat anak merasa nyaman dan tenang, sehingga dapat beristirahat.