Tips Memilih Botol Susu dan Dot Berdasarkan Usia Bayi

Dalam memilih botol susu untuk anak, mungkin Anda merasa kewalahan. Begitu banyak bahan, bentuk, merek, dan ukuran botol bayi. Ini panduannya.

Memilih botol susu dan dot untuk bayi

Meskipun tidak ada keraguan bahwa menyusui langsung adalah cara terbaik untuk ‘memberi makan’ bayi, beberapa ibu baru harus memilih botol susu untuk anak karena alasan tertentu. Misalnya, saat ibu bekerja yang harus kembali ke kantor setelah cuti melahirkan selesai, dan sebagainya. Baik bagi ibu yang memompa ASI atau memberi susu formula, botol menjadi perlengkapan perawatan bayi yang esensial. Berikut ini adalah beberapa faktor yang perlu Anda pertimbangkan ketika memilih botol yang tepat untuk anak.

Material Botol

Katherine Mcmackin-Scoleri, pakar kesehatan dan kreator situs parenting Safemama.com, menyarankan orang tua untuk memilih botol susu yang terbuat dari bahan aman. Pilihlah bahan seperti kaca atau plastik bebas BPA/Phthalate. Pasalnya, BPA atau Bisphenol-a, adalah bahan kimia yang biasa dipakai untuk membuat benda berbahan plastik dan dapat berbahaya bagi bayi bila terpapar BPA. Sebagian besar pakar memang lebih menganjurkan orang tua untuk menggunakan botol kaca dengan alasan bebas BPA dan tahan lama. Apalagi, sekarang sudah tersedia botol kaca dengan ukuran kecil dan ringan. Jika Anda khawatir akan mudah pecah, Anda bisa melindunginya dengan silikon (silicone sleeves) yang mengelilingi botol sebagai pelindung bila botol itu jatuh.

Untuk newborn, mungkin tidak masalah bila botolnya terbuat dari kaca dan bebannya cukup berat. Sebab, Anda yang memegang kendali penuh botol. Ketika anak sudah mulai bisa memegang botol susunya sendiri, sekitar 6-10 bulan, Anda mungkin akan mempertimbangkan botol susu berbahan plastik yang lebih ringan bagi anak. Bila botol susu terjatuh dari tangan anak pun tak akan pecah, seperti yang dapat terjadi pada botol susu kaca.

Bentuk Botol

Secara umum, ada tiga bentuk botol susu bayi, yaitu:

  • Standar: Tinggi, lurus, mudah diisi dan dibersihkan. Cocok untuk bayi dan balita yang sudah terbiasa mengisap susu dari botol dan mudah digenggam oleh tangan anak.
  • Lekukan: Menekuk di bagian leher botol sehingga susu terkumpul di bagian bawah, yang dapat mencegah bayi Anda menelan udara. Direkomendasikan untuk bayi newborn. Minusnya, botol ini lebih sulit untuk diisi dan dibersihkan.
  • Lebar: Dirancang untuk dot yang berbentuk lebar, pendek, dan menyerupai payudara. Untuk bayi dalam masa peralihan dari menyusu langsung pada ibu ke botol susu.

Ukuran Botol

Bayi prematur atau bayi baru lahir akan membutuhkan ukuran botol yang kecil, pilihannya mulai dari 30 ml hingga 100 ml. Agar tidak terlalu kecil dan nanti akan cepat diganti saat anak mulai membesar, mungkin Anda bisa membeli botol susu ukuran 80 ml. Sedangkan, bayi yang sudah lebih besar membutuhkan ukuran botol yang lebih besar pula. Untuk bayi berusia 3-6 bulan dapat menggunakan botol susu berkapasitas 160-200 ml. Sementara, bayi berusia di atas 6 bulan dapat menggunakan botol susu berkapasitas 200-220 ml.

Fitur Botol

Terakhir, mari membahas botol susu bayi dengan fitur-fitur khusus. Menurut Ariel Gold, botol anti kolik dan berventilasi memiliki sistem ventilasi internal yang membantu mengurangi jumlah gelembung udara yang dapat dikonsumsi bayi. Fitur sistem ventilasi internal ini berfungsi untuk memisahkan jalur udara dan cairan susu dalam botol, sehingga tidak membuat bayi menelan banyak udara yang akan membuatnya kembung dan berujung kolik. Fitur ini berguna untuk newborn yang lebih sering kolik. Pada situs resmi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), dijelaskan bahwa, kolik infantil atau kolik pada bayi biasanya terjadi pada bayi berusia 2 minggu sampai 4 bulan. Ada pula botol susu yang bagian leher dan dotnya berbelok atau miring dirancang untuk mempermudah bayi untuk mengisap susu dari dot. Bila Anda ingin tetap bonding pada anak saat masa cuti melahirkan telah habis dan sudah kembali bekerja, botol ini bisa Anda pilih karena lebih nyaman untuk Anda serta anak.

Serba-Serbi Dot

Bahan dot

Dot botol susu bayi biasanya terbuat dari karet (lateks) atau silikon. Lateks lebih lembut serta lentur, tetapi lebih cepat aus dan beberapa bayi bisa saja alergi pada lateks. Silikon lebih keras dari lateks, tetapi lebih tahan lama. Perhatikan dot botol susu bayi agar dapat segera diganti jika menunjukkan tanda-tanda keausan, seperti menipis, menjadi lengket, berubah warna, retak atau sobek. Tanda lain untuk mengganti dot dengan yang baru adalah, jika susu mulai mengalir lebih cepat dari sebelumnya. Ini berarti lubang melebar karena ada yang robek. Untuk newborn, akan lebih baik memilih dot berbahan lateks yang lebih lembut, sehingga anak lebih nyaman saat menyusu.

Bentuk dot

Bentuknya bisa bulat, lebar, rata, dan bentuk lain yang meniru puting susu ibu. Bagi anak yang masih dalam masa transisi dari menyusu langsung pada ibu ke botol susu, akan lebih baik jika Anda memilih botol susu yang bentuk dotnya menyerupai puting Anda. Biasanya masa transisi ini terjadi pada usia bayi 2-3 bulan, saat masa cuti melahirkan ibu akan habis dan harus kembali bekerja ke kantor.

Ukuran lubang atau aliran dot

Ukuran lubang dot juga berbeda dan biasanya ukuran ini yang menentukan laju aliran susu ke mulut bayi. Ada yang lambat, ada pula yang cepat. Menurut Ariel Gold, seorang product expert di San Francisco yang memiliki sertifikasi sebagai Eco-Maternity Consultant dari International Maternity and Parenting Institute (IMPI), sebagian besar botol susu bayi akan dimulai dari ukuran dot dengan aliran paling lambat. Ini sangat ideal untuk bayi baru lahir dan bayi prematur. Saat anak terus bertambah besar dan menjadi pengisap susu yang lebih handal, gantilah dot dengan ukuran aliran yang lebih cepat. Hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah isyarat bayi Anda. Jika Anda memerhatikan bahwa bayi semakin mudah kesal saat menyusu dari botol, maka bisa jadi itu ukuran dot terlalu lambat dan Anda perlu naik ke ukuran berikutnya. Jika bayi Anda tersedak susu, mungkin itu terlalu cepat dan Anda harus turun ke ukuran dot yang lebih lambat.

Ikuti pilihan anak

Seperti halnya botol, bayi Anda mungkin lebih suka jenis dot tertentu. Satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan mencobanya. Untuk memulai, tanyakan kepada teman, keluarga, dan dokter bayi Anda tentang jenis dan merek yang mereka rekomendasikan. Lalu, belilah 1 atau 2 jenis dot yang menurut Anda sesuai dengan puting Anda dan mulut anak. Cobalah satu per satu pada anak, dan Anda akan mengetahui dot mana yang dipilih anak. Jika sudah menentukan pilihan, situs kesehatan terkemuka Webmd.com menyarankan Anda, setidaknya memiliki 12 dot dan penutupnya. Sebab, dot botol mudah bocor ketika sering digunakan, jadi Anda mungkin perlu membeli lebih banyak dari waktu ke waktu. Dan, ukuran dotnya akan berubah seiring pertumbuhan anak.