Dirumahkan atau Kena PHK? Segeralah Membuat Kartu Prakerja!

Pemerintah membuka pendaftaran Kartu Prakerja yang bisa dimanfaatkan oleh para pekerja yang kena PHK atau dirumahkan tanpa dibayar akibat dari pandemi virus corona. Simak langkahnya berikut!

Langkah-langkah dalam mendapatkan Kartu Prakerja

Hari Minggu (12/04/2020), pendaftaran Kartu Prakerja resmi dibuka! Hal tersebut diumumkan melalui sebuah unggahan di akun Instagram resmi Kartu Prakerja (@prakerja.go.id). Pada situs resminya, prakerja.go.id, dijelaskan, bahwa Manajemen Pelaksana berada di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. Dilansir pula dari situs resminya, Kartu Prakerja adalah bantuan biaya pelatihan bagi masyarakat Indonesia berusia 18 tahun ke atas yang ingin memiliki atau meningkatkan keterampilannya.

Yang perlu digarisbawahi, Kartu Prakerja merupakan program bantuan biaya pelatihan untuk meningkatkan kompetensi kerja, bukan untuk menggaji pengangguran. Syarat Kartu Prakerja adalah Warga Negara Indonesia (WNI), usia minimal 18 tahun, dan sedang tidak mengikuti pendidikan formal. Siapa pun yang sudah bekerja, karyawan, dan korban PHK juga diperbolehkan mendaftar program Kartu Prakerja. Namun, prioritas tetap diberikan pada pengangguran muda serta karyawan maupun pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak wabah COVID-19. Pelaksanaan Kartu Prakerja 2020 merupakan implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Re-focusing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta Pengadaan Barang dan Jasa untuk Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Manfaat Kartu Prakerja

Ada beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan dari Kartu Prakerja, yaitu setiap peserta akan mendapat uang senilai Rp3.550.000 dengan rincian sebagai berikut:

  • Bantuan pelatihan sebesar Rp1000.000,-.
  • Insentif setelah pelatihan sebesar Rp600.000,- per bulan (untuk 4 bulan).
  • Insentif survei kebekerjaan sebesar Rp50.000,- per survei (3 kali survei) atau total Rp150.000 per peserta.

Untuk bantuan pelatihan akan diberikan secara non-tunai. Sedangkan insentif, akan diberikan melalui transfer ke rekening bank atau rekening e-wallet Anda yang telah didaftarkan di akun prakerja. Perlu diketahui, bantuan ini hanya akan diberikan pada peserta sekali seumur hidup. Tetapi, dapat digunakan untuk mengikuti beberapa pelatihan.

Bagaimana cara mendaftarnya?

Terdapat 3 langkah mudah untuk mendaftar Kartu Prakerja, seperti di bawah ini:

#1 Membuat akun Prakerja

  • Kunjungi situs prakerja.
  • Pilih menu ‘Daftar Sekarang’.
  • Masukkan alamat email dan buatlah password Anda.
  • Cek email dari Kartu Prakerja dan ikuti petunjuk untuk mengonfirmasi akun email Anda.
  • Setelah berhasil konfirmasi, kembali kunjungi situs Kartu Prakerja.

#2 Isi data diri

  • Login dengan alamat email dan password Anda.
  • Masukan nomor KTP dan tanggal lahir, lalu klik ‘Berikutnya’.
  • Isi data diri Anda. Mulai dari nama lengkap, alamat email, alamat tempat tinggal, alamat domisili, pendidikan, status kerja, foto KTP, dan foto Anda selfie bersama KTP. Kemudian, klik ‘Berikutnya’.
  • Masukan nomor telepon, dan Anda akan diminta kode OTP yang dikirimkan pada Anda melalui SMS.

#3 Ikuti tes

  • Ikuti tes motivasi dan kemampuan dasar maksimal 15 menit dengan 19 soal. Siapkan alat tulis dan kertas bila perlu.
  • Tunggu email pemberitahuan dari Kartu Prakerja setelah menyelesaikan tes.
  • Setelah mendapatkan email pemberitahuan, kembali ke situs, dan gabung ke gelombang pendaftaran.

Setelah Anda mengikuti tes, hasilnya akan dievaluasi. Karena itu, Anda diminta untuk menunggu sekitar 5 menit. Jika sudah 5 menit belum ada perubahan, silahkan klik tombol Refresh. Kemudian, tahap terakhir pendaftaran adalah dengan mengikuti seleksi Gelombang. Anda dapat memilih Gelombang yang disesuaikan dengan domisili Anda. Jika lolos seleksi Gelombang, Anda akan langsung menerima notifikasi di ‘Dashboard’ akun Anda. Bila tidak lolos, Anda dapat mengikuti seleksi periode Gelombang yang berikutnya.

Selain itu, Anda juga bisa melaporkan permasalahan ketenagakerjaan terkait dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta. Sesuai dengan surat seruan Gubernur nomor 6 tahun 2020 tentang penghentian sementara untuk kegiatan perkantoran dalam rangka mencegah penyebaran wabah penyakit corona, maka semua perusahaan diharuskan untuk mengatur tenaga kerja agar bisa melaksanakan kegiatan bekerjanya dari rumah. "Laporan bisa dilakukan melalui email ke Disnakertrans DKI Jakarta, khusus untuk pekerja yang memiliki KTP DKI Jakarta. Sementara itu, untuk perusahaan yang bergerak di bidang kebutuhan pangan atau pokok, kesehatan, energi, dan jasa keuangan, diharapkan untuk melaporkan langkah pencegahan yang telah diterapkan oleh perusahannya melalui tautan pada laman situs Disnakertrans," ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah saat dihubungi Parentstory.