E-Learning Bikin Belajar di Rumah Semakin Menyenangkan

Mulai kehabisan trik membuat anak betah belajar di rumah selama masa karantina mandiri? Tenang, berikut pilihan aktivitas e-Learning untuk anak Anda.

E-learning selama #dirumahaja

Pada Selasa (7/4) kemarin, Kementerian Kesehatan akhirnya menyetujui permintaan Gubernur Jakarta Anies Baswedan untuk memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal ini dilakukan karena penyebaran Covid-19 sangat signifikan di DKI Jakarta. Setidaknya sampai hari kemarin, ada lebih dari 2.000 orang terinfeksi Covid-19 di Jakarta dan 133 orang diantaranya meninggal. Maka, untuk menekan angka penularan segala pergerakan orang atau barang di DKI Jakarta akan dibatasi denngan ketat. Ini artinya, masa anak-anak belajar di rumah terus diperpanjang sampai status PSBB dicabut oleh pemerintah. Lalu, bagaimanakah anak-anak Anda merespon hal ini?

Setelah hampir empat minggu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghimbau seluruh masyarakat untuk bekerja, belajar, dan beribadah di rumah. Kemudian, bagaimanakah ritual belajar anak-anak di rumah? Apakah mereka mulai bosan atau rindu teman-teman sekolah dan lesnya? Dan, bagaimanakah keadaan ayah dan ibu saat ini, apakah jadi sering marah-marah karena mulai senewen menghadapi tingkah anak saat belajar secara daring atau online? Tidak perlu merasa bersalah jika merasa demikian. Karena, perubahan situasi yang begitu tiba-tiba ini memang masih perlu proses adaptasi, baik pada anak maupun pada orang tua yang berperan ganda selama belajar di rumah, yaitu sebagai guru dan orang tua.

Manfaat e-Learning pada anak

Untuk kembali menyemangati ayah dan ibu menjadi guru buat anak-anak saat belajar dari di rumah, Parentstory kumpulkan beberapa pilihan aktivitas agar belajar secara daring jadi lebih bervariasi. Tujuannya adalah, agar anak menemukan keasyikannya sendiri dalam menerapkan metode belajar daring ini. Jika anak sudah mulai menyukai materi belajar yang dilakukan, maka dia bisa lebih mandiri. Dan, penelitian menunjukkan salah satu kelebihan dari belajar secara daring ini adalah membuat siswa lebih mengenali cara belajar yang tepat untuk dirinya. Tak hanya itu, bahkan menurut Shepherd Chimururi, Executive Director pada salah satu perusahaan visual learning Zimbabwe, karena proses belajar secara daring memainkan elemen suara dan gambar, maka membuat anak bisa memahami konteks dengan lebih jelas.

Ia menyontohkan ketika anak belajar tentang gajah melalui metode e-Learning, maka memori anak tentang bentuk serta cara hidup gajah, jauh lebih terbentuk ketimbang jika hanya belajar dengan gambar saja. Hal senada juga diamini oleh Christopher Pappas, pendiri The Industry’s Network. Ia menjelaskan pada metode belajar e-Learning mayoritas menggunakan gambar-gambar dengan warna yang cerah. Mengapa? Karena menurut penelitian, anak justru semakin semangat dan interaktif belajar ketika menggunakan benda yang berwarna dan bergerak. Bahkan kini perangkat lunak e-Learning memungkinkan anak-anak untuk berkomunikasi interaktif dengan siswa lain dan guru saat belajar.

Pilihan konten yang tepat akan memaksimalkan proses belajar dengan metode e-Learning

Melihat manfaat yang bisa didapatkan anak-anak, pasti membuat ayah dan ibu semakin tertantang membuat sesi belajar di rumah dengan metode e-Learning jadi lebih menyenangkan, kan? Ini artinya, pilihan konten atau materi e-Learning adalah kuncinya. Tenang, Parentstory sudah pilihkan aktivitas e-Learning yang bisa diberikan pada anak. Aktivitas-aktivitas yang kami pilihkan tidak hanya menstimulasi multi sensori anak dan juga kreativitasnya. Adapun beberapa pilihan aktivitasnya adalah, Streaming Art Class, Online Piano & Music Class for Babies and Toddlers, Fun skate Online, Samurai Kids Online Class, dan masih banyak lagi.

Jika dilihat dari jenis aktivitasnya, e-Learning yang disediakan Parentstory ini bisa dibilang menjadi semacam ice break untuk anak setelah fokus mengikuti berbagai materi belajar dari sekolah. Dan menariknya lagi, Parentstory akan terus menambahkan pilihan aktivitas e-Learning agar demi membuat kegiatan belajar di rumah semakin menyenangkan. Tapi tetap harus diingat, meski sebagian besar proses belajar anak saat ini dilakukan secara daring, bukan berarti aturan screen time bisa diabaikan. Karena bagaimanapun juga, anak-anak dan orang tua tetap butuh istiharat dan melakukan interaksi riil bersama di dalam rumah. Jadi begitu sesi e-Learning selesai, kembalilah bertukar cerita dengan anak. Saling berbagi apa yang dialami dan dirasakan sesama anggota keluarga adalah cara paling sederhana untuk menghilangkan kejenuhan selama melakukan karantina mandiri.