Feminine Care Wipes Pertama di Indonesia

Andalan Fresh Intimate Wipes, menjaga kebersihan area kewanitaan dengan lebih praktis.

Pada tahun 2019 lalu, American Journal of Obstretics & Gynecology menyebutkan perempuan yang tidak aktif bergerak dan memiliki Body Mass Index (BMI) yang tinggi berpeluang terkena Bacterial Vaginonis (BV) 30,4% lebih tinggi daripada perempuan dengan BMI yang rendah. BV sendiri ditandai dengan keputihan abnormal, gatal-gatal, serta bau tidak sedap pada vagina. Sementara itu, keputihan masih menjadi penyebab utama permasalahan terhadap area kewanitaan. Bahkan, sebuah studi menyebutkan bahwa, 75% perempuan di Indonesia terbukti pernah mengalami keputihan minimal satu kali.

Selama Pandemi Perempuan Banyak Alami Keputihan

Lalu bagaimana selama pandemi dan sebagian besar aktivitas yang dilakukan di rumah saja, apakah masalah keputihan tetap muncul? Justru menurut dr. Dinda Dermameisya, SpOG., keputihan malah meningkat selama pandemi. Apa sebabnya? “Banyak faktor,” jawabnya pada peluncuran Andalan Fresh Intimate Wipes beberapa waktu lalu. Dinda yang adalah seorang Aesthetic Gynaecologist ini menyebutkan, selama pandemi banyak perempuan mengeluh keputihan karena belakangan nge-trend olahraga online. “Setelah olahraga langsung lanjut kerja, lalu lupa mengganti celana olahraga sehingga membuat area kewanitaan jadi lembab.” Hal lain yang juga memicu terjadinya keputihan selama pandemi adalah, karena banyak perempuan yang kurang aktif bergerak sehingga mengalami kenaikan berat badan semasa pandemi. “Ditambah dengan stres menghadapi pandemi, alhasil semakin memicu terjadinya permasalahan pada area kewanitaan.” Demikian Dinda menjelaskan. Sebuah penelitian yang dipublikasi di National Library of Medicine tahun 2020, disebutkan, stres memicu meningkatnya peluang terjadinya infeksi jamur candida pada vagina yang berulang atau disebut sebagai, Recurrent Vulvaganial Candidiasis (RVVC). Jika dibiarkan berlarut-larut maka infeksi ini akan memengaruhi kualitas kesehatan seksual pada perempuan. 

Pentingnya Memastikan Area Kewanitaan Selalu Bersih dan Sehat

Menurut Dinda, selain faktor stres dan kenaikan berat badan, keputihan juga sering kali terjadi karena kebanyakan perempuan belum tahu cara yang benar membasuh area kewanitaan. “Yang benar adalah, dibasuh dari depan ke belakang, bukan dari belakang ke depan. Kalau dari belakang ke depan, maka sisa kotoran yang menempel di bokong terbawa ke depan, bahkan bisa masuk ke dalam vagina. Inilah yang menjadi penyebab terjadinya beragam masalah di area kewanitaan." Setelah mengetahui cara membasuh vagina dengan benar, Dinda juga mengingatkan agar perempuan selalu memastikan area kewanitaannya tetap kering. Adapun kebanyakan perempuan di Indonesia mengandalkan tisu toilet atau bahkan handuk untuk mengeringkan area kewanitaanya setelah buang air. Dinda mengingatkan kebiasaan ini kurang tepat karena justru membuat vagina mudah terinfeksi jamur karena lembab. “Kalau pakai handuk, terkadang belum kering betul sudah dipakai kembali. Ini yang kemudian memicu area kewanitaan menjadi lebih asam hingga bakteri dan jamur mudah sekali muncul.” Sedangkan kalau pakai tisu, sambung Dinda, risiko yang muncul adalah iritasi pada vagina karena sisa tisu yang tersobek dapat menempel di vagina.

Menyadari akan pentingnya menjaga area kewanitaan tetap bersih dan sehat, Andalan Feminine Care melakukan inovasi dengan membuat Andalan Fresh Intimate Wipes atau tisu pembersih kewanitaan yang praktis menjaga kebersihan serta memberikan efek menyegarkan di area kewanitaan. “Karena area kewanitaan yang bersih dan sehat akan memberikan rasa percaya diri, kenyamanan, serta rasa perlindungan bagi perempuan,” jelas Cut Vellayati, Group Product Manager DKT Indonesia pada acara yang sama. Cut kemudian menyebutkan, yang menjadi keunggulan dari tisu pembersih area kewanitaan ini adalah mengandung Lactic acid dan lactoserum yang berfungsi menjaga keutuhan flora di vagina sehingga mencegah terjadinya infeksi serta iritasi. “Andalan feminine care swipes ini kandungannya alami, maka dapat menjaga pH area kewanitaan tetap baik dan mencegah munculnya bakteri penyebab infeksi pada area kewanitaan.”

Selain mengandung Lactic acid dan lactoserum, tisu khusus area kewanitaan ini juga mengandung aloe vera yang berfungsi melembabkan serta menjaga kesehatan area kewanitaan. Ada juga ekstrak sirih yang sudah terkenal akan fungsinya sebagai anti-bakterial alami mencegah keputihan. Tak hanya itu, ada juga ekstrak chamomile serta peppermint yang tidak hanya berfungsi untuk mencegah iritasi tapi juga kaya akan antioksidan. “Plus produk ini juga sudah melalui uji dermatologis, bebas alkohol, dan bebas paraben.”