Hadapi New Normal, Ini Cara Melindungi Diri dari Virus

Setiap keluar dari rumah, ini berarti Anda keluar dari zona aman. Dr. Jaka Pradipta, Sp.P, berbagi perlengkapan yang perlu disiapkan sebagai ‘senjata’ pelindung Anda.

Hadapi New Normal, Ini Cara Melindungi Diri dari Virus

Pada masa new normal seperti saat ini, pembatasan kegiatan masyarakat akan dilonggarkan. Anda dapat kembali beraktivitas seperti bekerja di kantor atau berbelanja di mal, namun tetap harus mematuhi sejumlah protokol kesehatan. Pada sesi tayangan langsung di Instagram Parentstory bertema ‘Ask the Expert: Current Situation VS New Normal yang dipandu oleh news anchor Annisa Pagih, dr. Jaka Pradipta, Sp.P, menegaskan bahwa saat ini Indonesia belum aman dari Covid-19. Bahkan, Indonesia belum mencapai puncaknya. Kasus Covid-19 di beberapa daerah di tanah air pun masih tinggi. “Di Jakarta, saya lebih banyak menemukan OTG (orang tanpa gejala) daripada pasien kritis. Berbeda dengan kondisi di Makasar, Surabaya, dan Jawa Timur. Kondisinya sama seperti Jakarta pada dua bulan yang lalu. Lagi tinggi-tingginya (jumlah pasien yang kritis). Karenanya, kita tidak bisa berpuas diri, tetap harus waspada. Protokol personal tetap harus dijalankan,” tegas dr. Jaka.

Dokter spesialis paru dan pernapasan ini mengungkapkan pula, bahwa mayoritas pasiennya di Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, tidak memiliki gejala. Sekitar 80-90% pasien dr. Jaka merupakan OTG (orang tanpa gejala). “Mereka terlihat sehat. Tapi, selama 2 bulan hasil tesnya positif terus. Banyak pasien saya seperti itu. Pertanyaannya, apakah virusnya menular? Ini yang menjadi masalah. Banyak penelitian mengatakan kalau sudah 1 minggu (positif), maka tidak akan menular. Menurut saya, kita jangan terlalu reaktif. Kita tunggu saja penelitian-penelitian yang jelas dan sudah pasti, karena ini virus baru. Oleh sebab itu, perlu diketahui bahwa sampai saat ini, OTG masih bisa menularkan, kita tetap harus waspada.”

‘Senjata’ yang perlu disiapkan sebelum keluar rumah

Dr. Jaka mengingatkan saat Anda keluar rumah, maka Anda akan keluar dari zona aman. Rumah adalah tempat Anda berlindung dari terjadinya penularan virus corona. Karenanya, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum Anda keluar dari rumah. Dr. Jaka menyebutnya sebagai ‘senjata’ Anda dalam mencegah penyebaran Covid-19. Berikut penjelasannya.

1. Protokol Kesehatan Personal

Ketika akan keluar rumah, yang pertama perlu disiapkan adalah protokol kebersihan untuk kebutuhan pribadi Anda. Anda harus memahami bahwa penyebaran virus corona lewat droplet dan kontak fisik. Untuk itu, Anda perlu mempersiapkan perlengkapan yang dapat menjaga Anda dari cipratan droplet dan kontak fisik dengan pasien positif Covid-19. Jika perlu, buatlah to-do-list barang-barang yang wajib Anda bawa dan perilaku apa saja yang harus Anda terapkan selama berada di luar rumah. Misalnya membawa hand sanitizer di tas atau kantong pakaian, memiliki hand sanitizer cadangan di dalam kendaraan pribadi Anda, menggunakan masker selama berada di luar rumah, membawa masker cadangan atau pengganti jika Anda akan menghabiskan waktu yang lama di luar rumah, alat makan serta alat salat pribadi, dan sebagainya.

2. Informasi tentang Zona-Zona Berbahaya

Dr. Jaka memberi contoh seperti area tertutup. Ruangan tertutup yang sempit sebaiknya tetap dihindari. Misalnya, saat Anda perlu menggunakan lift di kantor, namun lift tersebut sudah penuh, sebaiknya tunggu lift berikutnya yang lebih sepi. Saat akan menghadiri rapat di kantor, lalu Anda melihat jarak peserta rapat yang terlalu berdekatan dan ruangannya terlalu sempit atau tak ada ventilasi, Anda dapat menawarkan ke kantor untuk menggunakan aplikasi virtual meeting. Anda dapat menolak pilihan yang tidak aman dan menggantinya dengan pilihan yang lebih aman dan baik. Hindari pula untuk mengunjungi zona merah Covid-19 di lingkungan Anda. Anda dapat mencari informasi daftar zona merah tersebut di peta zona risiko.

3. Alat Transportasi dan Aktivitas di Kantor yang Aman

Menurut dr. Jaka, yang paling berbahaya dalam penyebaran virus corona ketika Anda sudah mulai bekerja ke kantor adalah alat transportasinya. Transportasi umum bisa jadi berbahaya karena ruangannya tertutup, tidak luas, tanpa ventilasi, dan berisi banyak orang. Bila masih ada pilihan, gunakan alat transportasi yang lebih aman. Jika terpaksa menggunakan Commuter Line, MRT atau bus, maka lindungilah diri Anda dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Hindari menyentuh area wajah sebelum Anda yakin tangan Anda telah terjamin kebersihannya. Bawalah pakaian ganti agar selama di kantor, Anda dapat menggunakan pakaian yang bersih. Selain itu, dr. Jaka juga menyarankan untuk sering membuka jendela dan pintu di kantor agar sirkulasi udara tetap bagus. Hindari pula kebiasaan berkumpul dengan rekan kerja di waktu makan siang maupun setelah jam kerja selesai.

4. Kebersihan Barang-Barang Pribadi

Kebersihan barang-barang pribadi Anda juga wajib diperhatikan. Jaka mengingatkan, bahwa penyebaran virus dapat melalui kontak dengan benda yang terdapat virus pada permukaannya. Setelah Anda memegang benda tersebut, lalu Anda menyentuh wajah, sehingga Anda pun terpapar virus. “Selalu ingat bahwa virus itu tidak masuk lewat tangan atau kulit. Tangan kita mungkin ada virusnya, jadi yang harus kita lakukan adalah tidak memegang wajah kalau tidak yakin tangan kita bersih. Bersihkan juga handphone dan dompet kita. Terutama handphone yang selalu kita pegang, sangat kotor,” ucap Jaka.

Untuk membersihkan benda-benda pribadi, Anda dapat menggunakan sinar UV. Sinar ini mampu membunuh mikro-bakteri, bakteri, kuman, dan virus. Namun, jangan pernah menggunakannya pada manusia. Misalnya, setelah mencuci tangan, lalu Anda menempelkan tangan pada sinar UV. Jangan lakukan ini. Sebab, efeknya bisa memicu kanker. Lakukanlah pembersihan bakteri dan virus menggunakan sinar UV hanya ke benda.

5. Tangan yang Bersih

Rajin mencuci tangan, menurut Jaka, merupakan salah satu perilaku penting dalam mencegah penyebaran Covid-19. “Mau pegang barang apa pun yang kotor, asal kita rajin cuci tangan dan tidak pegang wajah, maka akan aman. Tidak perlu pakai sarung tangan. Buat apa? Pakai sarung tangan, tapi langsung pegang wajah, ya, sama saja bohong.”

6. Pakaian Harus Langsung Dicuci

Mungkin Anda beranggapan perlu alat pelindung diri yang khusus untuk Anda gunakan selama bekerja di kantor atau berada di luar rumah. Tetapi, menurut dr. Jaka, hal tersebut sebenarnya tidak perlu. Boleh saja pakai baju apa pun, asalkan begitu sampai rumah, segeralah mengganti baju. Kemudian, pakaian yang Anda gunakan tersebut harus langsung dicuci. Pastikan tubuh dan pakaian Anda sudah bersih ketika berinteraksi dengan keluarga di rumah. “Tidak perlu pakai jaket atau pelindung diri yang berlebihan. Virus corona itu pintu masuknya lewat wajah. Jadi, perlindungan wajah itu yang utama. Senjata kita ya masker, itu saja,” tegas Jaka.