Anak Lebih Dekat dengan Pengasuh daripada Ibunya?

Ini sering terjadi pada para ibu yang bekerja. Ketika si kecil lebih memilih pengasuhnya daripada Anda, ibunya, Anda mungkin cemburu. Tapi, sebenarnya ini merupakan hal baik untuk perkembangan anak.

Anak Lebih Dekat dengan Pengasuh daripada Ibunya

Pernahkah Anda mengalami perasaan sedih yang muncul saat si kecil sedang mengantuk, terluka, atau lapar, dan menangis, malah menghampiri pengasuhnya? Bukan ayah atau ibunya. Anak lebih memilih si ‘Mbak’ pengasuh untuk menghiburnya dibanding Anda. Bagaimana Anda bisa menghentikan perasaan cemburu saat mengetahui bahwa anak Anda lebih menyukai pengasuhnya daripada Anda? Apakah ini harus dihentikan? Apa perlu mengganti pengasuh dengan yang baru? Jangan terburu-buru. Tenanglah dulu. Pasalnya, menurut para pakar psikolog parenting, hubungan yang erat antara nanny dengan si kecil sebetulnya adalah hal yang baik. Dr. Gary M. Barnard, PhD., psikolog anak dan remaja di Amerika Serikat yang telah praktik selama hampir tiga dekade serta kerap menjadi konsultan psikolog di berbagai sekolah, merupakan salah satu pakar yang meyakini hal tersebut. 

Bonding antara Pengasuh dan Anak adalah Hal yang Baik

Menurut Gary, kualitas pengasuhan anak di tahun-tahun awal kehidupannya akan membentuk fondasi pada anak dalam hal keamanan, kepercayaan, kemandirian, regulasi diri, dan banyak lagi. Hal tersebut merupakan tanggung jawab pertama orang tua, dan yang kedua, adalah tanggung jawab pengasuh anak. Jika pengasuh anak mampu membangun bonding pada anak, menurut Gary, maka keterikatan tersebut akan mendorong eksplorasi yang sehat dan rasa percaya diri pada anak. Pengasuh yang berkualitas juga tahu pentingnya membina kedekatan dengan anak melalui perilakunya. Perilaku ini termasuk memberikan kasih sayang, tersenyum, bermain, memberi pengetahuan pada anak, serta memperhatikan kebutuhan perkembangan anak lainnya.

Perlukah Orang Tua Khawatir?

Hal yang wajar jika orang tua khawatir melihat hubungan anak dengan pengasuhnya yang lebih dekat dibanding hubungan anak dengan orang tuanya. Namun, menurut Gary, orang tua tak perlu terlalu khawatir. Sebab, akan terlihat perbedaan antara ikatan yang kuat dan sehat (antara anak dan pengasuhnya) dengan niat pengasuh anak untuk ‘mengasingkan’ orang tua. Ini artinya, orang tua akan mengenali bagaimana ikatan yang sehat antara anak dengan pengasuh, dan mana yang tidak. Pada ikatan yang tidak sehat, pengasuh anak akan mencoba ‘mengasingkan’ orang tua dan mungkin ini cara untuk memenuhi kebutuhan pengasuh, bukan kebutuhan anak. Namun, ketika pengasuh anak fokus pada kepentingan terbaik anak, pengasuh pasti mampu meyakinkan orang tua bahwa ia hanya berperan dalam memelihara ikatan yang seimbang dan sehat dengan anak. Bukan ingin menggantikan peran orang tua.

Cobalah Lakukan Beberapa Hal Ini

  • Jika Anda khawatir si kecil akan berpikir bahwa si ‘Mbak’ pengasuh adalah ibunya, dan lebih mencintai pengasuhnya, Gary menyarankan orang tua untuk mengakui keberadaan perasaan tersebut dan memandangnya sebagai respon emosional yang valid. Respon yang kerap terjadi pada orang tua yang tidak bersama anak-anak mereka sebanyak yang mereka inginkan. Perasaan itu merupakan hal alami yang harus dimiliki, sehingga Anda peka pada perasaan tersebut dan dapat meyakinkan, bahwa Anda sadar apa saja tugas Anda sebagai orang tua. Yakinlah bahwa pengasuh hanyalah mitra terpercaya Anda yang diberikan tugas untuk mengasuh anak selama Anda bekerja. 
  • Dilansir dari rainbowcastleid.com, psikolog anak dari Klinik Tumbuh Kembang Anak Rainbow Castle, Belinda Agustya, M.Psi., menyarankan orang tua untuk tidak menunjukkan respon negatif di hadapan anak ketika anak lebih memilih pengasuhnya dibanding orang tuanya. Sebab, saat orang tua sedih atau marah, anak akan ikut merasakannya dan malah akan menyalahkan dirinya sendiri.
  • Ciptakan waktu yang berkualitas dengan anak secara rutin. Anda bisa memilih kegiatan apa saja, asalkan kegiatannya spesial. Misalnya, sebelum tidur Anda dan si kecil selalu bermain ‘peluk-pelukan’ di tempat tidur selama 15 menit. Pelukan erat dan kasih sayang dapat melakukan keajaiban pada anak dan ibu. Ditambah lagi, rasanya sangat menyenangkan melakukannya setelah hari yang panjang dan sibuk. Rutinitas istimewa ini tentu akan ditunggu-tunggu oleh anak, dan anak akan menganggap tak ada yang bisa menggantikan posisi Anda di rutinitas ini.  
  • Hadir sepenuhnya untuk anak. Menurut Gary, waktu dan momen yang berkualitas merupakan cara khusus bagi anak untuk membentuk bonding yang aman serta erat pada orang tuanya. Waktu Anda dengan anak mungkin tak sebanyak pengasuh, tapi Anda tetap bisa memiliki waktu yang berkualitas. Kualitas melebihi kuantitas. Namun, untuk mencapai waktu yang berkualitas tinggi, orang tua harus benar-benar hadir ketika mereka bersama anak-anak mereka. Jauhkan gadget, lakukan di tempat yang nyaman, dan hadirlah seutuhnya untuk anak. 
  • Selain itu, Gary juga menyarankan orang tua untuk mengembangkan rutinitas yang mendukung rasa aman pada anak, sehingga anak-anak mereka akan belajar kemandirian yang sehat. Pada saat yang sama, anak akan mengetahui dan percaya bahwa mereka dicintai serta mendapat dukungan dari orang tuanya. Caranya dengan memperbanyak senyum dan bermain dengan anak, menunjukkan kasih sayang, ketertarikan pada dunia anak, afirmasi positif, serta sikap menghargai anak.

Temukan pilihan aktivitas, kelas, dan kegiatan edukatif untuk anak dan orang tua, serta beragam artikel menarik seputar kesehatan, parenting, dan gaya hidup keluarga modern. Download aplikasi Parentstory sekarang di App Store dan Google Play Store.