Banner Promo Image
Menangkan iPhone 11 dengan bergabung di Parentstory!
Daftar Sekarang

Speech Delay? Ini Tahapan Normal Kemampuan Berbicara Anak!

Berikut ini tahapan kemampuan berbicara si kecil sesuai dengan usianya.

Speech Delay? Ini Tahapan Normal Kemampuan Berbicara Anak!

Bayi sudah berkomunikasi sejak ia dilahirkan, meskipun dengan cara menangis untuk mengekspresikan segala ketidaknyamanannya. Anda mungkin tidak sabar agar ia mengerti perkataan Anda, dan menanti kata pertamanya. Seperti halnya kemampuan lain, kemampuan bicara setiap anak akan berbeda-beda. Namun dengan mengetahui pola umumnya, orang tua bisa mengikuti apakah tahapannya sudah sesuai atau ada yang harus dikhawatirkan ketika anak jauh tertinggal dari teman sebayanya, seperti speech delay atau keterlambatan bicara. Seperti apa tahapan normal kemampuan bicara anak, dan kapan dirasa perlu untuk berkonsultasi pada ahli? Ikuti panduannya di bawah ini.

0 – 3 bulan

Di rentang usia ini, bayi hanya bisa menangis atau cooing, yaitu mengeluarkan suara vokal, seperti “aaa”, “ooo” atau “uuu”. Bayi masih memiliki refleks moro yang membuatnya gampang kaget pada suara kencang, seperti pintu ditutup, petir, dan lain-lain. Anda harus curiga jika si kecil justru tidak bereaksi terhadap suara kencang. 


4 – 6 bulan

Pada usia ini, si kecil sudah mulai mengeluarkan suara yang berbeda-beda seperti mendesah, mendengkur, menjerit, tertawa, bahkan suara tangisannya pun akan berbeda-beda untuk kebutuhan tertentu, seperti mengantuk, lapar, popok basah, atau takut. Si kecil akan mulai mengenali wajah-wajah dan tertawa ketika Anda bermain dengannya, jadi Anda perlu khawatir ketika ia tidak pernah menunjukkan reaksi seperti tersenyum atau tertawa. 


6 – 9 bulan

Anda akan bersemangat menunggu kata pertamanya! Menginjak usia 6 bulan, si kecil mulai bisa mengoceh dengan menggunakan konsonan, seperti “dah-dah”, “neh-neh”, atau bahkan “ma-ma” meskipun belum benar-benar mengerti artinya. Di usia ini si kecil akan mulai meniru Anda. Ia juga akan bereaksi terhadap sumber suara, misalnya menoleh ketika dipanggil, telepon berdering, atau pintu diketuk, dan beraksi terhadap mainan-mainan yang mengeluarkan suara.

9 – 12 bulan

Bayi biasanya mulai mengeluarkan kata pertamanya dengan pemahaman yang benar sesuai artinya, seperti “mama”, “papa”, atau “nenen”. Ia juga akan mengoceh sambil melakukan gerakan untuk mengutarakan keinginannya, seperti misalnya mengulurkan tangan ketika ingin digendong atau menepuk dada Anda ketika ia ingin menyusu. Meskipun begitu, Anda harus khawatir jika anak terus-terusan menggunakan gerakan atau menunjuk untuk mengutarakan keinginannya, alih-alih dengan menggunakan suara/bahasa sampai usia 18 bulan. 


12 – 18 bulan

Si kecil sudah menginjak usia pertamanya! Di usia ini ia sudah mengerti kata-kata sederhana, seperti “dadah”, “bye bye”, atau “no”. Ia bahkan bisa mengikuti perintah sederhana seperti “sini” atau “duduk”. Kosa katanya sudah mulai banyak, jangan khawatir kalaupun ia belum mengucapkannya dengan jelas dan benar. 


18 bulan – 2 tahun

Kosakatanya akan terus bertambah sampai sekitar 50 kata. Ia akan mengenali sebutan untuk anggota keluarga atau orang yang sering ditemui, nama-nama bagian tubuh, nama-nama mainannya dan benda-benda lain dalam kesehariannya. Ia juga mulai bisa menggabungkan dua kata menjadi satu kalimat sederhana, misalnya “mau makan” atau “susu lagi”. Si kecil juga sudah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana dan mengikuti perintah sederhana, seperti “ambil mainannya”. 


2 – 3 tahun

Anak mulai bisa berbicara dengan kalimat lengkap, mengerti penggunaan aku-kamu-dia, dan mengenal sejumlah objek. Di usia ini, wajar jika ia masih “cadel” atau tidak mengucapkan suatu kata dengan lafal yang bulat, misal “nti” alih-alih “nanti”. Tapi, normalnya Anda dan anggota keluarga lain akan mengerti perkataan dan maksudnya. Konsultasikan pada ahli jika perkataannya benar-benar susah dimengerti. 


3-4 tahun

Ia mulai bisa melakukan percakapan yang utuh dan kompleks dengan Anda atau orang lain. Kosakatanya akan semakin kaya. Bersiaplah, karena ia akan mulai sering mengajukan pertanyaan kepada Anda! Bahasanya sudah harus dimengerti, bahkan oleh orang lain yang baru bertemu dengannya.

Apa yang Bisa Orang Tua Lakukan untuk Membantu Kemampuan Bicara Anak?

Anak tidak bisa belajar berbicara seorang diri, oleh karena itu keterlibatan orang tua sangat penting. Berikut beberapa cara untuk mendorong kemampuan bicaranya:

  • Banyak mengobrol dengan anak. Bahkan sedari bayi, meskipun Anda mungkin beranggapan ia belum mengerti. 
  • Membacakan ia buku. Lagi-lagi, lakukan ini bahkan sedari bayi. Gunakan soft book atau board book dengan gambar-gambar besar dan warna-warni. Anda bisa membacakan objek dalam buku, atau mengarang cerita sendiri. 
  • Amati sekitar. Sebut nama-nama objek yang kerap dilihat, atau ketika pergi berbelanja, misalnya. 
  • Sering mengajak bermain permainan sederhana, seperti Cilukba atau Pok Ame-ame.
  • Bernyanyi dan tertawa, terutama ketika mandi, mengganti popok atau bermain-main. 
  • Gunakan kata yang sesungguhnya dan jangan gunakan “bahasa bayi” (misal “mbim” alih-alih “mobil” atau “bobo” alih-alih “botol”). Ingat, si kecil sedang meniru Anda.
  • Kalaupun kemudian anak mengucapkan kata tersebut dengan kurang tepat, jangan memarahinya dan terus ucapkan kata yang benar.
  • Batasi penggunaan gadget dan menonton televisi.

Temukan pilihan aktivitas, kelas, dan kegiatan edukatif untuk anak dan orang tua, serta beragam artikel menarik seputar kesehatan, parenting, dan gaya hidup keluarga modern. Download aplikasi Parentstory sekarang di App Store dan Google Play Store.