Lima Bahasa Cinta Anak yang Perlu Dipahami Orang Tua

Dari Dr. Gary Chapman dan Dr. Ross Campbell, Anda dapat belajar bahwa mengetahui ‘bahasa cinta’ anak mampu membuat perbedaan besar dalam hubungan antara orang tua dengan buah hatinya.

Love Language Gary Chapman

Sebagian orang tua mungkin pernah ‘kalah’ pada emosi, hingga rasa marah dan tangisan mungkin ‘menguasai’ rumah Anda. Tidak ada pil ajaib atau cara yang instan dalam memenangkan pertempuran itu, tapi dapat dimulai dengan memahami bahasa cinta dari anak kepada orang tuanya. Bahasa cinta anak merupakan teori yang dikemukakan oleh Dr. Gary Chapman, seorang konselor pernikahan, dan Dr. Ross Campbell, seorang konselor keluarga, lewat buku terkenal mereka berjudul ‘The 5 Love Languages of Children’.

Apa Itu Lima Bahasa Cinta?

Buku ‘The 5 Love Languages of Children’, mengungkapkan, bahwa semua orang mengungkapkan cinta, dan mengalaminya, dengan lima cara yang sama. Pada Parentstory, Binky Paramitha, M.Psi, menjelaskan konsep bahasa cinta dari anak ini. “Menurut Dr. Gary Chapman and Dr. Ross Campbell, 5 love language, selain dimiliki oleh orang dewasa, dimiliki juga pada anak dan remaja,” tutur seorang psikolog pendidikan yang berpraktek di Ruang Konseling Rumah Dandelion ini.

Lebih lanjut Binky menjelaskan, “Dalam teorinya, ia menyatakan bahwa kita semua mengekspresikan cinta atau kasih sayang, dan merasakannya menggunakan cara yang berbeda. Ada lima, yaitu physical touch (sentuhan), gifts (hadiah), words of affirmation (kata-kata dan pujian), acts of service (membantu atau melakukan sesuatu untuk orang lain) dan quality time (waktu yang berkualitas).” Setiap orang memiliki setidaknya satu bahasa cinta yang menonjol. Karena itu, sebagai orang tua, penting untuk Anda bisa mengomunikasikan rasa cinta Anda kepada anak sesuai dengan bahasa cinta mereka, agar mereka bisa merasakan cinta Anda tersebut. Tidaklah cukup mencintai anak-anak Anda, kata Dr. Gary Chapman. “Anda harus tahu bagaimana mengomunikasikan cinta kepada seorang anak sehingga dia benar-benar merasa dicintai.”

Bekal untuk Masa Depan Anak

Meskipun Gary menegaskan dalam bukunya, bahwa anak-anak perlu menerima cinta dalam lima bahasa, mengetahui mana pilihan utama anak Anda dapat membantu memperkuat ikatan Anda dengan anak, serta mencegah perilaku anak yang tidak baik. Binky mengemukakan, bila anak mengirimkan pesan untuk mendapat perhatian atau tanggapan kasih sayang sesuai dengan bahasanya, dan orang tua dapat merespon dengan positif, tentu saja anak akan merasa sangat dicintai dan diperhatikan. “Perasaan dicintai memberikan kekuatan untuk menjadi bekal masa depannya karena ia merasa ‘utuh’ atau content,” jelasnya.

Mungkin Anda pernah menyadari, terkadang bahasa cinta anak disampaikan pada situasi yang tidak kondusif bagi Anda untuk meresponnya secara positif. Semisal, ketika sedang sibuk bekerja, dalam keadaan lelah, dan sebagainya. Lalu, bagaimana menyiasatinya? Binky menjawab, saat anak meminta perhatian orang tua, memang orang tua perlu dapat melihat dengan jernih kapan anak membutuhkan perhatian orang tua. “Melatih diri menjadi orang tua yang mindful dapat membantu orang tua lebih tanggap terhadap kebutuhan anaknya. Orang tua perlu mengobservasi kebiasaan-kebiasaan anak serta mengevaluasi jalannya hari-hari, dan memastikan anak mendapatkan perhatian yang mereka butuhkan.” Menurut Binky, apabila orang tua tidak menyadari bahasa cinta anaknya, bisa jadi apa yang selama ini dilakukan oleh orang tua untuk menyatakan atau menunjukkan rasa cintanya kepada anak, belum ditangkap sepenuhnya oleh sang anak. Sehingga, anak belum merasakan sepenuhnya cinta yang diberikan kepada orang tua. Hal ini dapat merugikan bagi kedua belah pihak, karena rasa sayang dan cinta yang orang tua maupun anak coba komunikasikan belum sepenuhnya ditangkap dan dipahami oleh satu sama lain.

Langkah Mengenali 5 Bahasa Cinta pada Anak

Anak yang berbeda mendambakan perhatian dan kasih sayang yang berbeda pula. Parentstory akan membantu Anda mencari tahu mana bahasa cinta yang paling berarti bagi anak Anda, sehingga ia merasa benar-benar dicintai, seperti berikut ini:

1. Sentuhan Fisik

Orang tua menggendong bayi, mencium, membelai, dan memeluk, jauh sebelum bayi itu mengerti artinya. Tapi, bayi merasakan bahasa cinta dari orang tuanya melalui sentuhan fisik. Seiring pertumbuhan usianya, di usia balita, mungkin si kecil meminta Anda untuk mengejarnya, memeluknya, mendudukannya pada pangkuan Anda, itulah bahasa cinta darinya. Jika anak-anak terus-menerus berada di dekat Anda, menyentuh Anda, atau bermain-main dengan rambut Anda, itu adalah sinyal bahwa mereka perlu lebih banyak disentuh, menurut Laura Markham, Ph.D., penulis buku Peaceful Parent, Happy Kids.

2. Pujian dan Kata-Kata Positif

Menurut Gary, bagi sebagian orang, kata-kata afirmasi-lah yang benar-benar menyampaikan cinta Anda kepada mereka. Bisa tentang penampilan anak, bisa juga sesuatu yang anak lakukan, atau dapat pula ciri kepribadian dari anak yang Anda sukai. Pada anak-anak yang sering mendengarkan sesuatu dengan penuh perhatian dan berbicara dengan manis, kata-kata Anda yang penuh kasih sangatlah berarti baginya. Jika anak Anda berseri-seri setiap kali Anda memujinya atau menawarkan banyak komentar positif pada pendapat atau sikapnya, seperti menarik Anda untuk berbisik, “Ibu adalah ibu terbaik di dunia!” — ia mungkin menyukai words of affirmation.

3. Memberi Hadiah

Memberi hadiah sebagai ekspresi cinta adalah hal yang universal. Hadiah dapat menjadi ‘pesan’ yang mengatakan bahwa Anda menyayangi anak. Bagi beberapa anak-anak, menerima hadiah adalah bahasa cinta utama mereka. Anda mungkin cenderung berpikir bahwa hal ini berlaku untuk semua anak, tetapi anak yang bahasa cintanya adalah menerima hadiah akan merespons secara berbeda ketika mereka mendapatkan hadiah itu. Untuk mereka, ini adalah suara cinta yang paling ‘keras’ dari orang tua padanya.

4. Membantu atau Melakukan Sesuatu untuk Anak

Ini berarti, melakukan sesuatu untuk orang lain yang Anda tahu mereka ingin Anda melakukannya. Dalam pernikahan, bentuknya seperti mencuci piring, menyedot debu, memasak makanan, mengganti popok, atau semacamnya. Dengan anak-anak, ketika mereka masih kecil, semuanya adalah tindakan pelayanan karena mereka tidak dapat melakukan apa pun untuk diri mereka sendiri. Namun seiring bertambahnya usia seorang anak, bisa dalam bentuk mengajari anak cara melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri. Itu adalah tindakan ‘acts of service’ yang lebih besar. “Tindakan layanan terbaik yang dapat Anda berikan adalah membimbing anak Anda melalui proses baru dan mengajarinya, langkah demi langkah, bagaimana menjadi lebih cakap,” jelas Dr. Gary.

5. Waktu Berkualitas

Artinya, Anda memberi perhatian penuh Anda pada anak. Gary menjelaskan, “Ini bukan sebatas duduk di sofa (bersama anak) sambil menonton televisi. Saya berbicara tentang saling memandang dan berbicara satu sama lain. Untuk seorang anak, Anda harus pergi kemanapun mereka berada untuk berbicara dengan bahasa mereka di waktu yang berkualitas. Jika mereka merangkak di lantai, Anda pergi ke lantai dan merangkak. Berilah anak perhatian yang tidak terbagi.”