Ini Manfaat Ibu Bekerja Bagi Dirinya dan Anak Menurut Psikolog

Menjadi ibu bekerja bisa memberi kebaikan pada dirinya sendiri dan juga anak, asalkan dengan memenuhi beberapa syarat. Ketahui penjelasan dari psikolog anak berikut ini.

ibu bekerja

Ibu bekerja kerap mengalami perasaan bersalah dan khawatir karena meninggalkan anaknya di rumah dengan pengasuh anak. Kekhawatiran akan tumbuh kembang anaknya menjadi kurang maksimal tanpa kehadiran dirinya, merupakan salah satu alasan utama munculnya perasaan bersalah tersebut. Bahkan, tidak sedikit dari para ibu bekerja yang menyesal karena melewatkan berbagai milestone tumbuh kembang anak. Namun, studi dari Oxford University dan London School of Economics pada tahun 2016, menemukan, bahwa perkembangan anak menjadi lebih cepat dan lebih baik dengan kedua orangtua yang bekerja. Melalui studi ini, para peneliti mengungkapkan, anak-anak dengan ibu yang bekerja, belajar untuk berjalan dan berbicara 10% lebih cepat daripada anak-anak dengan ibu rumah tangga. Selain itu, anak-anak yang diasuh di tempat penitipan anak atau pun rumah kakek dan neneknya juga bersikap 10% lebih baik dalam berbagai situasi sosial.

Parentstory menanyakan pendapat Devi Sani Rezki, M.Psi, psikolog anak dan co-founder Klinik Tumbuh Kembang Anak bernama Rainbow Castle, mengenai studi tersebut. Devi mengatakan, bahwa hal tersebut perlu dilihat kembali apa saja faktor penyebabnya. “Jika dilihat dari tata kalimat, bukan ibu bekerja yang menjadi penyebab hal tersebut. Tentunya kita perlu melihat banyak aspek. Pertama dan penting sekali adalah aspek usia. Pada anak usia berapa, ibu mulai bekerja? Makin muda usia anak, makin butuh untuk berada dekat dengan figur signifikannya. Kedua, saat bekerja, anak dengan siapa? Hal ini turut penting, karena menentukan pembentukan attachment serta pemberian stimulasi tepat atau tidak,” jelas psikolog yang aktif di Instagram dengan nama akun @devisani ini. 

Ibu Bekerja Lebih Bahagia?

Pada tahun 2011, American Psychological Association (APA), menerbitkan studi baru yang mengungkapkan, bahwa ibu yang bekerja cenderung lebih sehat dan bahagia dibandingkan ibu yang tinggal di rumah selama anak mereka di masa kanak-kanak dan pra-sekolah. Studi dimulai pada tahun 1991 dengan mewawancara 1,364 ibu, tidak lama setelah dirinya melahirkan anak. Penelitian ini termasuk wawancara serta pengamatan selanjutnya yang dilakukan selama lebih dari 10 tahun. Bagaimana pendapat Devi Sani akan riset tersebut? “Hal itu mungkin saja terjadi. Namun, penting diingat bahwa definisi kebahagiaan untuk setiap orang berbeda. Terutama di Indonesia yang amat beragam dari segi suku, agama, dan sebagainya,” ucapnya. Devi menambahkan, “Seringkali yang menjadikan lebih bahagia adalah ibu jadi bisa menyalurkan aktualisasi dirinya dalam bidang karir serta tidak terlalu cemas akan pendapatan. Tetapi, jika beban kerja tidak proporsional, sebenarnya juga bisa memicu emosi negatif. Emosi ini kemudian berimbas pada hubungan emosional dengan anak yang menjadi renggang.” Ini berarti, bila ibu bekerja merasa bahagia tentu akan memberikan dampak positif pada anak. Tapi, jika pekerjaannya membuat dirinya stres, ini dapat memicu emosi negatif yang dampaknya juga akan negatif pada hubungan ibu serta anak. 

Yang Terpenting: Kualitas Ikatan Orang tua Dengan Anak

Selain beberapa riset di atas, Devi Sani juga menjelaskan pada Parentstory, manfaat yang akan didapat oleh anak bila ibunya bekerja. Ternyata, kuncinya adalah usia anak. Menurut Devi, manfaatnya kembali pada usia anak tersebut. Makin besar anak, diharapkan ia semakin bisa mandiri. Dengan begitu, peran ibu masih tetap dibutuhkan, namun tidak sebesar saat bayi. “Pada anak-anak yang lebih besar, seperti SMP ke atas, tentu ibu bisa menjadi contoh nilai kehidupan, seperti bekerja cerdas dan hidup produktif. Namun, yang penting untuk diingat, bukan bekerja atau tidaknya yang perlu dipermasalahkan. Tapi, seberapa baik kualitas ikatan emosional (antara anak dan orang tua) tetap terjaga meski orang tua bekerja. Tentu perlu usaha dari orangtua untuk memahami pengasuhan lebih dalam agar paham cara menjaga ikatan emosional dengan anak, tidak sekadar pemenuhan kebutuhan yang bersifat materil.”

Bisa Memberikan Kebaikan, Jika Memenuhi Beberapa Syarat Ini

Setelah memahami penjelasan dari psikolog anak Devi Sani, dapat disimpulkan bahwa kebaikan atau manfaat dari ibu bekerja pada dirinya dan anak, akan bisa didapatkan dengan beberapa kondisi dan syarat. Apa sajakah itu? Simak penjelasan Devi berikut ini:

#1 Perhatikan Usia Anak

Semakin kecil anak, maka semakin membutuhkan peranan langsung orang tua pula. 

#2 Dukungan Suami dan Kakek-Nenek

Menurut Devi, poin ini penting. Sebab, ketika suami serta kakek dan nenek juga responsif dan senang hati mau menjaga anak, maka anak jadi tidak kehilangan figur attachment selama ibu bekerja. Anak juga terhindar dari risiko attachment yang insecure sebab dirawat oleh pengasuh yang tidak responsif ataupun berganti-ganti (karena pengasuh berhenti bekerja dan digantikan dengan yang baru).

#3 Perlu Percepatan Jika Waktu Berkualitas Kurang

Ketika waktu berkualitas bersama anak jadi berkurang karena ibu bekerja, maka saat itu Anda perlu percepatan. Percepatan yang dimaksud Devi adalah bagaimana caranya agar ikatan emosional tetap terjaga meski waktu berkualitasnya kurang. Ini berarti orang tua perlu belajar lebih lagi. “Ilmu parenting jangan seadanya. Harus lebih paham dan lebih ‘haus’. Lebih banyak belajar tentang parenting positif, terutama mengenai bagaimana sehari-hari orang tua merespons pada anak agar anak tetap merasa ikatan emosionalnya dekat dengan orang tua, sedangkan waktunya tidak sebanyak dulu. Ini butuh belajar,” jelas Devi. 

#4 Orang tua Perlu Belajar Lagi, Lagi, dan Lagi

Jika anak sudah terlanjur amat sulit diatur, agresif, dan hubungan orang tua dengan anak menjadi lebih sering bertengkar saat ibu mulai bekerja, berarti ilmu parenting Anda perlu ditambah lagi. Orang tua perlu belajar lagi. Menurut Devi, terdapat banyak dasar-dasar pengasuhan yang bisa dipelajari seperti program pengasuhan positif, parent-child interaction therapy, dan theraplay. Saat ini sudah amat banyak program untuk percepatan ilmu pengasuhan. “Semoga para ibu bekerja tidak hanya bertambah sukses kantor saja, tapi juga ilmu parenting-nya juga bertambah agar sukses menjaga ikatan emosional dengan anak selamanya,” pungkas Devi.