Banner Promo Image
Menangkan iPhone 11 dengan bergabung di Parentstory!
Daftar Sekarang

Iqbal, Anak ADHD yang Gemar Belajar!

Meski Iqbal (13) merupakan anak dengan ADHD, ia senang belajar dan sempat menjadi yang terbaik di kelasnya.

Iqbal, Anak ADHD yang Gemar Belajar!

Menurut Dr. Amanda Soebadi, SpA (K), pada tulisannya di situs resmi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), gangguan pemusatan perhatian/hiperaktivitas (GPPH) atau attention deficit/hyperactivity disorder (ADHD), dahulu dianggap sebagai salah satu bentuk gangguan belajar. Namun, saat ini anggapan tersebut sudah ditinggalkan. “Walaupun anak GPPH sulit duduk diam di kelas, namun sebagian besar dapat belajar secara normal terutama bila GPPH sudah mendapat terapi yang memadai,” jelas dokter dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM ini.

Hal ini pula yang dialami oleh Ahmad Iqbal Hammani, anak berusia 13 tahun dan siswa kelas 1 SMP (kelas 7) yang berdomisili di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Meski Iqbal adalah anak dengan ADHD ringan, ia dapat belajar dengan baik seiring perkembangan usianya. Menurut sang ibu, Nurvia Kustiani (40), yang akrab dipanggil Via, ketika Iqbal duduk di bangku kelas 6 SD, daya ingat Iqbal sudah mulai membaik. Sebelumnya, Iqbal kesulitan dalam menghafal di pelajaran-pelajaran hafalan. “Sekarang sudah normal seperti anak yang lain. Hanya agak pelupa kalau diberi tugas, harus sering diingatkan,” tutur Via.

Terlihat di Usia Tiga Tahun

Via bercerita, bahwa ia mulai mengetahui kondisi Iqbal, anak dengan ADHD, ketika Iqbal berusia 3 tahun. Saat itu, kemampuan berbicara Iqbal lambat, sulit diajari bicara, dan tidak bisa diam. Beberapa terapi pun akhirnya diberikan pada Iqbal. Beberapa di antaranya adalah terapi wicara, okupasi, dan akademik. “Terapi-terapi ini sudah lama berhenti. Sejak Iqbal kelas 2 SD. Menurut psikiater dan psikolognya sudah tidak perlu terapi, karena Iqbal tergolong ADHD ringan,” cerita Via.

Untuk diketahui, penekanan terapi okupasi adalah pada sensomotorik dan proses neurologi (saraf) dengan mengolah, melengkapi, serta memperlakukan lingkungannya sedemikian rupa, hingga tercapai peningkatan, perbaikan, dan pemeliharaan kemampuan anak. Dalam terapi ini dilakukan berbagai kegiatan yang akan menstimulasi kemampuan motorik dan sensorik seorang anak dengan ADHD. Bagaimana dengan pola makan untuk anak dengan ADHD ringan? Via menjelaskan, menurut psikiaternya, Iqbal tidak ada pantangan makanan. Asalkan, tidak berlebihan makan makanan manis dan cokelat.

Menurut The Child Mind Institute (lembaga nirlaba independen di Amerika yang fokus untuk mengubah kehidupan anak-anak dan keluarga, yang berjuang dengan kesehatan mental, serta gangguan belajar), attention-deficit hyperactivity disorder atau ADHD adalah suatu kondisi yang membuat anak sangat sulit berkonsentrasi, memperhatikan, duduk diam, mengikuti arahan, dan mengontrol perilaku impulsif (sesuatu yang bersifat cepat, bertindak secara tiba-tiba menurut gerak hati). Karena sulit berkonsentrasi, orang tua Iqbal menjadi kesulitan mengajarkan segala hal pada Iqbal. Menurut Via, ini merupakan tantangan terberat dalam mengasuh Iqbal. “Yang paling sulit mengajari Iqbal adalah ketika mengajarkan pelajaran hafalan. Harus diulang berkali-kali.”

Terbaik di Kelas

Iqbal memang kesulitan pada pelajaran hafalan, namun sebaliknya, Iqbal mampu menguasai pelajaran yang bersifat praktik dan menggunakan logikanya. Via bercerita, “Kata gurunya, Iqbal lebih bagus di pelajaran matematika, sains, dan komputer dibandingkan teman-teman di kelasnya. Kebetulan pas latihan ujian di kelas 6, Iqbal selalu yang terbaik. Sepertinya, kekuatan Iqbal di logika.” Hal inilah yang disyukuri oleh orang tua Iqbal. Sebab, semakin lama, Iqbal semakin membaik dan menunjukkan perkembangan yang luar biasa. “Bersyukur anaknya suka belajar,” tutur Via.

Selain kemampuan belajar yang semakin membaik dan perkembangan lainnya yang luar biasa, keterampilan sosial Iqbal pun cukup bagus. Tidak ada kendala, dan Iqbal memiliki rasa percaya diri. Terlihat dari karakternya yang tidak pemalu. Apakah ini pertanda anak dengan ADHD tidak memiliki masalah di pergaulan? “Sepertinya beda-beda tiap anak. Mungkin Iqbal tidak ada kendala karena tergolong ADHD ringan. Tapi, kalau dibandingkan teman-temannya, aku lihat iqbal memang tidak sesupel teman-temannya. Hanya beberapa saja teman akrabnya,” jelas Via.

Inilah yang perlu menjadi perhatian orang tua, yaitu setiap anak berkebutuhan khusus berbeda dengan ABK lainnya pada golongan yang serupa. Meski memiliki karakteristik yang khas atau umum dialami, Anak ADHD yang satu, mungkin akan berbeda anak dengan ADHD lainnya. “Tidak perlu malu untuk mengakui keadaan anak kita, karena setiap anak mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Bersabarlah, asuh anak dengan telaten dan penuh kasih sayang,” pesan Via untuk para orang tua dengan anak berkebutuhan khusus.

Temukan pilihan aktivitas, kelas, dan kegiatan edukatif untuk anak dan orang tua, serta beragam artikel menarik seputar kesehatan, parenting, dan gaya hidup keluarga modern. Download aplikasi Parentstory sekarang di App Store dan Google Play Store.