Jadwal Imunisasi untuk Anak usia 0 – 12+ Tahun yang Harus Diperhatikan

Kapan vaksin tetanus sebaiknya diberikan pada anak? Simak jadwal berikut!

Memberikan imunisasi sejak usia dini sangatlah penting untuk daya tahan tubuh anak. Cara kerja vaksinasi sebenarnya sangatlah unik. Saat diberi vaksin, tubuh anak dipaparkan pada sejumlah kecil mikroorganisme penyebab penyakit tertentu yang sudah dilemahkan. Mikroorganisme ini akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk bereaksi, seolah-olah ada infeksi nyata. Sehingga, terbentuklah antibodi untuk penyakit tersebut. Karena itu, sangatlah penting untuk memberi imunisasi pada anak agar ia terhindar dari penyakit yang serius di kemudian hari. Berikut adalah jadwal pemberian imunisasi pada anak sesuai ketentuan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dengan pembaharuan terakhir pada Januari 2017.

Cara membaca kolom usia: Usia 2 bulan adalah 2 bulan 0 hari (60 hari) hingga 2 bulan 29 hari (89 hari)

Kolom Warna:

·        Hijau: Optimal - Imunisasi untuk perlindungan optimal

·        Kuning: Catch Up – Melengkapi Imunisasi yang belum lengkap

·        Biru: Booster – Pelengkap

·        Merah Muda: Daerah Endemis

Vaksin Hepatitis B (HB)

Vaksin HB diberikan untuk mencegah penyakit hepatitis B yang mengganggu fungsi hati. Vaksin HB pertama diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir. Jadwal pemberian vaksin HB monovalen adalah pada 0,1 dan 6 bulan. Jika bayi lahir dari ibu yang terkena hepatitis B, maka pemberian vaksin HB harus disertai Imunoglobin Hepatitis B. Apabila pemberian vaksin HB dikombinasi dengan DTPw maka jadwal pemberian di usia 2,3, dan 4 bulan. Jika dikombinasi dengan DTPa, maka jadwal pemberian adalah usia 2,4, dan 6 bulan.

Vaksin Polio

Bayi yang lahir di rumah harus segera diberi vaksin polio. Jika lahir di rumah sakit, maka akan diberikan saat bayi dipulangkan. Selanjutnya untuk polio 1,2 dan 3 diberikan berulang pada 2, 3, dan 4 bulan. Vaksin ini diberikan untuk mencegah bayi mengalami lumpuh layu.

Vaksin BCG

Pemberian vaksin BCG membantu melindungi anak dari penyakit tuberculosis. Vaksin BCG hanya diberikan satu kali dan paling optimal diberikan pada usia 2 bulan, maksimal 3 bulan. Jika diberikan setelah itu, perlu dilakukan uji tuberculin terlebih dahulu. Vaksin ini umumnya tidak menimbulkan demam, namun dapat meninggalkan bekas berupa bisul yang muncul kira-kira 1-2 bulan kemudian. Namun jangan khawatir, Parents. Munculnya bisul menandakan vaksin bekerja dengan baik.

Vaksin DTP

DTP melindungi anak dari penyakit difteri, pertusis dan tetanus. Vaksin DTP pertama diberikan paling cepat pada usia 6 minggu. Vaksin DTP ada 2 jenis, DTPw dan DTPa. Perbedaanya terletak pada jenis antigen untuk penyakit pertusis. Dilansir dari laman IDAI, vaksin DTPw (whole cell) berisi bakrteri Pertusis utuh yang berisi ribuan antigen, termasuk yang tidak diperlukan. Sehingga seringkali menimbulkan reaksi panas tinggi, bengkak, merah dan nyeri. Sedangkan DTPa (aseluler) berisi bakteri pertusis yang tidak utuh dan mengandung antigen yang dibutuhkan saja. Karena itu, jarang menumbulkan reaksi yang berlebihan. Karena proses pembuatan DTPa lebih sulit, umumnya harganya jauh lebih mahal.

Vaksin Pneumokokus (PCV)

Vaksin PCV melindungi anak dari infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae yang dapat menyebabkan penyakit meningitis, pneumonia dan septicemia. Bayi kurang dari 2 tahun perlu 4 dosis vaksin PCV, yang diberikan pada usia 2,4, dan 6 bulan serta booster di antara usia 12-15 bulan.

Vaksin Rotavirus

Rotavirus melindungi bayi dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh rotavirus. Salah satu diantaranya adalah dehidrasi berat akibat diare akut yang dapat berakibat fatal. Rotavirus monovalent diberikan 2 kali, pada usia 2 dan 4 bulan. Jika diberikan rotavirus pentavalent, harus diberikan dosis ketiga pada usia 6 bulan.

Vaksin Influenza

Vaksin influenza membantu mencegah influenza pada anak dan diberikan pada usia lebih dari 6 bulan, diulang setiap satu tahun.

Vaksin Campak

Sesuai dengan namanya, vaksin ini melindungi anak dari penyakit campak. Vaksin campak diberikan pada usia 9 bulan. Apabila sudah mendapatkan vaksin MMR, maka vaksin campak 2 tidak perlu diberikan.

Vaksin MMR

Vaksin ini melindungi tubuh dari 3 jenis penyakit yaitu campak, gondongan, dan rubella. Apabila anak sudah diberi vaksin campak pada usia 9 bulan, maka MMR diberikan pada usia 15 bulan karena harus ada interval minimal 6 bulan. Apabila anak belum diberi vaksin campak hingga usia 12 bulan, maka dapat diberikan vaksin MMR.

Vaksin Varisela

Imunisasi ini melindungi anak dari penyakit cacar air. Vaksin diberikan setelah anak berusia 12 bulan, terbaik sebelum anak masuk sekolah dasar. Apabila diberikan pada usia lebih dari 13 tahun, perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.

Vaksin Human Papilloma Virus (HPV)

Vaksin jenis ini mencegah kanker mulut rahin dan diberikan mulai usia 10 hingga 13 tahun. Pemberian 2 dosis dengan interval 6 hingga 12 bulan.

Vaksin Japanese Encephalitis (JE)

Vaksin jenis ini diberikan mulai usia 12 bulan pada daerah endemis atau turis yang akan bepergian ke daerah endemis tersebut. Booster dapat diberikan 1-2 tahun berikutnya untuk perlindungan jangka panjang.

Vaksin Dengue

Vaksin dengue melindungi anak dari penyakit demam berdarah, yang seringkali terjadi pada iklim tropis. Vaksin optimal diberikan pada usia 9-16 tahun dengan 3 kali dosis berinterval 6 bulan.

Dari pemerintah sebenarnya hanya ada 5 vaksinasi wajib yaitu HB, Polio, DTP, Campak, dan BCG. Namun akan sangat baik apabila anak diberikan imunisasi lengkap untuk mencegah serangan penyakit yang berat. Walaupun anak mungkin mengalami efek samping setelah imunisasi seperti demam, bengkak, atau rewel, namun efek samping akan hilang dalam waktu 4 hari hinggal 1 minggu. Jadi Anda tidak perlu khawatir dalam memberikan imunisasi pada anak.