Katakan 3 Hal ini Jika Anak Balita Tantrum Karena Gadget

Si kecil menangis dan berteriak saat Anda memintanya mematikan tablet kesayangannya? Coba ikuti 3 langkah mudah ini.

Meski Anda mungkin menikmati waktu tenang saat anak asyik bermain dengan gadget, tapi jika screen-time diberikan terlalu lama dan kurang mendapat kontrol, bisa jadi Anda akan menghadapi masalah di mana si kecil mengamuk saat Anda mengambil perangkat tablet elektroniknya.

Sama seperti hal menyenangkan lainnya, anak biasanya kerap merasa sulit melepaskan perangkat elektroniknya yang begitu seru. Akuilah, orang dewasa pun kadang demikian. Misalnya, saat Anda keasyikan menelusuri Instagram atau menonton drama korea terbaru, episode demi episode, hingga tengah malam.

Karena bermain gadget tak melulu memberi efek negatif, sesuaikanlah dengan gaya hidup keluarga dan dengan jadwal yang teratur.  Dengan demikian, anak dapat belajar lewat banyaknya pilihan kelas e-learning dan permainan edukatif, serta menghilangkan rasa bosan di rumah, terutama di tengah masa pandemi seperti sekarang. 

Saat menghadapi teriakan, tangisan, dan amukan ketika Anda hendak menyudahi screen-time anak, tetaplah tenang, kalem, dan jadilah sosok yang percaya diri dengan mengatakan hal berikut:

1. Pahami dan terima

“Memang sedih ya berpisah dengan iPad? Tak apa, kamu boleh merasa sedih sebentar.” Kalimat ini menunjukkan bahwa Anda berusaha melihat dari sudut pandangnya dan memahami perasaannya. Bersikap penuh empati biasanya dapat langsung membantu mengurangi intensitas tantrum anak.

2. Berpegang teguh

“Besok kita akan menonton Youtube lagi.” Beri tahu anak bahwa sudah cukup gadget untuk hari ini dan masih akan ada hari esok. Jangan tergoda untuk menuruti rengekannya dan bernegosiasi untuk mengundur waktu tidur. Jika Anda tidak tegas, ia akan selalu menjadikan rengekannya sebagai senjata untuk mendapatkan kemauannya. 

3. Beri harapan

“Besok pagi kita nonton apa, ya?” Alihkan perhatian si kecil dengan hal yang dapat ia nantikan, daripada terus menerus mengatakan ‘Tidak’, arahkanlah pikirannya ke hal-hal menyenangkan di masa depan. 

Coba strategi di atas sembari perlahan mengambil alih perangkat tablet mereka. Ingat, tak perlu bernegosiasi dan jangan menyerah. Lama-kelamaan anak akan mengerti bahwa Anda lah yang memegang kendali. Selamat mencoba!