Kiat Menyiapkan Masa Depan Anak dengan Investasi Pendidikan

Mempersiapkan dana pendidikan untuk anak merupakan salah satu hal yang perlu dilakukan orang tua. Investasi pendidikan hadir untuk membantu orangtua mewujudkannya.

Kiat Menyiapkan Masa Depan Anak Dengan Investasi Pendidikan

Semua orangtua tentu menginginkan pendidikan yang layak dan maksimal untuk anak. Namun, tak jarang hal tersebut terhambat oleh biaya pendidikan yang terus meningkat. Salah satu cara yang dapat orang tua lakukan agar biaya sekolah anak selalu terjamin adalah dengan memilih investasi pendidikan yang tepat untuk si kecil. Lalu, kapan ya saat paling tepat untuk memulai investasi pendidikan?


Pada Parentstory, financial planner Tejasari Asad, menjelaskan, saat anak dilahirkan adalah waktu yang paling tepat untuk mulai mempersiapkan dana pendidikan anak. “Akan tetapi, kalau kita belum membuatnya saat ini, maka waktu yang paling tepat adalah 'sekarang',” ucap direktur dari Tatadana Consulting, perusahaan independent financial planning yang telah berdiri sejak 2011 ini.


Memulai investasi pendidikan sedini mungkin tak hanya dapat menjamin kebutuhan pendidikan anak, namun juga menguntungkan bagi orang tua karena dapat mengurangi beban Anda. Anda akan memiliki waktu lebih banyak untuk memperbanyak jumlah investasi. 

Yang Harus Diperhatikan Sebelum Membuat Investasi Pendidikan

Tejasari mengungkapkan pula, sebelum Anda mulai memilih jenis investasinya, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghitung perkiraan anak masuk sekolah pada setiap tingkatan pendidikan. Misalnya, kapan anak masuk SD, kapan masuk SMP, dan seterusnya. Kemudian, tentukan jangka waktu investasi. “Tentukan rencana dana pendidikan akan dipersiapkan sampai tingkat apa. Misalnya, hanya sampai S1 atau juga mempersiapkan sampai S2,” ungkap penulis buku financial planner berjudul Financial Check Up: In What Stage Are You ini.


Selanjutnya, tetapkan jenis sekolah. Mau sekolah negeri atau swasta. Pasalnya, hal ini berkaitan dengan jumlah anggaran sekolah yang dibutuhkan anak. Tentunya, sekolah swasta akan membutuhkan biaya yang lebih mahal dibanding sekolah negeri. Setelah itu, Anda perlu memperkirakan jumlah biaya yang dibutuhkan saat ini untuk masing-masing jenjang pendidikan. Contohnya, berapa biaya untuk tingkat SD, berapa biaya untuk SMP anak, dan seterusnya.


Terakhir, Anda juga perlu memperkirakan berapa kenaikan biaya dari kebutuhan dana pendidikan di setiap jenjangnya. “Contohnya masuk kuliah S1 saat ini sebesar 100 juta rupiah, maka saat anak kita akan masuk, misalnya 10 tahun lagi, perkiraan biayanya akan naik menjadi 150 juta,” jelas Tejasari. 

Manfaatnya Apa Saja?

Menurut Tejasari, ada 3 manfaat yang didapatkan ketika membuat investasi pendidikan:


  • Mampu meningkatkan uang kita untuk bisa mengejar kenaikan inflasi dari biaya pendidikan.
  • Mampu mengatasi risiko yang mungkin terjadi dalam keluarga, sehingga dana pendidikan tetap tersedia apa pun yang terjadi.
  • Mampu mempersiapkan kebutuhan biaya pendidikan saat dibutuhkan oleh anak. 

Pilihan Investasi Pendidikan

Berikut ini adalah beberapa contoh pilihan investasi pendidikan yang dapat Anda miliki:

Tabungan Pendidikan

Ini merupakan cara paling mudah yang dapat dilakukan orang tua untuk menjamin biaya pendidikan anak. Pembuatannya pun sangat mudah. Secara teknis, mudah pula, yaitu setiap bulannya selama jangka waktu yang telah ditentukan, uang dari rekening utama Anda akan dipotong senilai yang sudah disepakati, lalu kemudian disalurkan ke tabungan pendidikan anak. Keuntungan dari menabung adalah dananya bisa ditarik kapan saja, kapanpun anak membutuhkannya. Biasanya, jenis investasi seperti ini digunakan untuk kebutuhan pendidikan anak yang rutin, seperti uang pangkal, uang kegiatan tahunan di sekolah, uang SPP bulanan, biaya les, dan semacamnya.

Reksadana

Jika memilih investasi pendidikan reksadana, dananya akan dikelola oleh sebuah perusahaan manajemen investasi dan laporan perkembangan dana akan dikirim dalam waktu tertentu yang sudah ditentukan, misalnya 1 bulan sekali. Reksadana sangat fleksibel, dapat dibeli kapan pun dan dicairkan kapan saja sesuai dengan ketentuan yang berlaku di prospektus.

Deposito

Jenis investasi ini mirip dengan tabungan pendidikan. Hanya saja, bunga deposito lebih besar dari tabungan pendidikan, sekitar 6% per tahun. Berbeda dengan tabungan pendidikan, dana di deposito Anda tak dapat diambil sesuka hati, tetapi harus sesuai dengan ketentuan. Misalnya, 3 bulan, 1 tahun, atau 3 tahun, sesuai kesepakatan di awal pembuatan deposito.

Asuransi Pendidikan

Jenis investasi ini sifatnya melindungi kebutuhan pendidikan anak. Sama seperti asuransi lain yang fungsinya sebagai proteksi. Anda yang menjadi pencari nafkah utama menjadi pemilik asuransinya dan diharuskan membayar premi dalam jumlah serta waktu yang telah Anda pilih di awal pembuatan asuransi. Pemilik asuransi akan memperoleh dana setiap anaknya memasuki jenjang pendidikan baru, misalnya ketika si kecil akan masuk SD atau SMP. Dana asuransi akan tetap diberikan pada anak jika pemiliknya meninggal dunia, tanpa perlu membayar premi lagi. Namun, jika dana diambil sebelum waktunya, maka akan dikenakan penalti.