Kiat Merawat Anak Demam

Ketika memiliki anak, demam atau suhu tubuh yang meningkat akan cukup sering terjadi. Tim Parentstory berkesempatan berbincang dengan Dr. Caessar Pronocitro, tentang tips-tips untuk merawat anak yang sedang demam.

Kiat Merawat Anak Demam

Salah satu penyakit yang paling sering menyerang anak adalah demam, atau suhu tubuh yang meningkat. Walaupun demam dapat dikatakan penyakit yang cukup wajar terjadi, tak dapat dipungkiri anak yang demam pasti membuat orang tua khawatir. Apalagi banyak penyakit serius pada anak biasanya diawali dengan gejala demam. Namun, demam sebenarnya adalah bentuk perlawanan dari tubuh terhadap infeksi yang mengganggunya. Jadi, sebenarnya demam pada anak menandakan bahwa sistem imunitas tubuh mampu bekerja dengan baik untuk memerangi penyakit.


Lalu, apa sajakah yang seharusnya atau tidak seharusnya dilakukan oleh orang tua saat merawat anak yang sedang demam? Tim Parentstory berbincang dengan dr. Caessar Pronocitro, Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Pondok Indah – Bintaro Jaya, dan beliau membagikan beberapa hal yang penting untuk diketahui orang tua sebagai berikut:


Do: Memantau suhu dengan termometer

Menurut dokter Caessar, salah satu kesalahan paling umum dari orang tua adalah tidak memantau suhu tubuh anak menggunakan termometer. “Banyak orang tua hanya meraba saja tubuh anak dengan tangan dan menentukan sendiri apakah anak demam atau tidak. Tentunya metode ini tidak akurat,” jelasnya. Karena itu, beliau merekomendasikan untuk selalu mengukur suhu tubuh anak dengan termometer. Dengan demikian, Anda akan tahu dengan tepat kondisi tubuh anak, tanpa harus menduga-duga. Bisa saja, tubuh anak hanya sedang hangat karena perubahan lingkungan namun tidak mengalami demam. “Anak dikatakan demam apabila suhu tubuhnya melebihi 38 derajat celcius. Hal ini berlaku untuk usia berapapun,” ujarnya. Jadi, jangan terburu-buru panik bila tubuh anak terasa hangat ya, Parents! Pastikan dahulu suhu tubuhnya dengan termometer untuk meyakinkan kondisinya.


Don’t: Mengompres anak dengan air dingin

Kesalahan berikutnya yang sangat sering dilakukan orang tua saat anak demam adalah mengompres tubuh anak dengan air dingin. “Ini adalah hal yang tidak boleh untuk dilakukan,” ujar sang dokter. Mungkin orang tua mengira, dengan mengompres air dingin, maka panas dari tubuh akan segera ternetralisir. Padahal kulit yang dingin bukan berarti suhu tubuh keseluruhan sudah turun. Tak hanya itu, kompres air dingin justru dapat meningkatkan suhu tubuh karena, tubuh akan berusaha untuk menetralkan suhu dingin tersebut, Kemudian, kompres air dingin juga dapat menyebabkan anak menggigil dan badannya menjadi lebih tidak enak daripada sebelumnya.

Karena itu, sebaiknya kompres anak dengan air hangat. Dan, jangan hanya mengompres di area dahi saja, tetapi letakkan di pembuluh darah besar seperti di area ketiak dan lipatan paha agar panas tubuh dapat keluar lewat pori-pori. Jika sudah selesai mengompres, keringkan bagian tubuh yang dikompres dengan handuk kering lalu kenakanlah kembali baju anak.


Do: Berikan cairan dengan jumlah cukup

Mengompres memang dapat membantu menurunkan suhu tubuh anak yang dapat mencegahnya dari dehidrasi. Namun, orang tua harus tetap ingat untuk memberikan cairan dengan jumlah cukup untuk menghindari dehidrasi pada anak. “Jika anak masih bayi, susuilah ia lebih sering,” saran dr. Caessar. “Dan, pantaulah gejala dehidrasi seperti bibir kering dan frekwensi buang air kecil yang berkurang,” ia menambahkan. Pada bayi, perhatikan juga bila ia menangis. Apakah ada air mata yang keluar? Jika tidak, itu adalah tanda dehidrasi.


Don’t: Memakaikan pakaian atau selimut terlalu tebal

“Satu lagi hal yang tidak boleh dilakukan saat anak demam adalah memakaikan pakaian yang terlalu tebal atau berlapis pada anak,” ujar dr. Caessar. Memang anak yang sedang demam biasanya mengalami meriang, sehingga sensitif terhadap udara dingin. Namun, memberikan selimut atau pakaian yang tebal malah akan menghalangi panas tubuh keluar atau menguap dan membuat demam tak kunjung reda. Karena itu, sebaiknya berikan pakaian yang berbahan ringan dan longgar. Jika anak merasa terlalu dingin, naikkan suhu ruangan atau matikan pendingin. Jika ingin memberi selimut, pilihlah yang tipis saja.


Don’t: Tidak memberikan obat sesuai resep dokter

Dalam memberikan obat penurun panas, beberapa orang tua seringkali memberikan lebih banyak dari dosis yang dianjurkan atau dari resep dokter dengan harapan panas anak lebih cepat turun. Hal ini tentu tidak tepat untuk dilakukan. Dosis atau resep yang sudah tertera tentu sudah diformulasi dan disesuaikan dengan kondisi anak, jadi selalu patuhi resep dan anjuran dari dokter.


Do: Mengetahui kapan harus khawatir

Tumbuh gigi atau imunisasi juga dapat menjadi penyebab timbulnya demam pada anak, yang membuat beberapa orang tua terlalu menganggap enteng saat anak mengalami demam. Namun, hal penting lainnya adalah untuk mengetahui kapan harus mulai khawatir jika demam tak kunjung sembuh. Demikian menurut dr. Caessar, “Apabila bayi berusia kurang dari 3 bulan mengalami demam di atas 38 derajat celcius, atau bayi berusia 3-6 bulan mengalami demam di atas 39 derajat celcius, atau demam tetap tinggi selama lebih dari tiga hari atau menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, maka sebaiknya orang tua segera membawa anak untuk diperiksakan ke dokter.” Saat membawa anak ke dokter, pastikan Anda menceritakan riwayat mulai demam dan turun naiknya suhu tubuh, agar membantu dokter dalam memberikan diagnosa yang tepat pada anak.