Mengenal Jenis-Jenis Asuransi Anak

Apa saja tipe asuransi yang perlu orang tua siapkan untuk anak? Simak jawaban dari perencana keuangan berikut ini.

Jenis-Jenis Asuransi Anak

Memberikan yang terbaik untuk anak tentu menjadi prioritas utama Anda setelah menjadi orang tua. Salah satunya adalah dengan memberi perlindungan maksimal pada anak, baik untuk masa kini maupun masa depannya. Bagaimana caranya? Anda mungkin dapat mempertimbangkan asuransi yang dapat membantu Anda untuk mewujudkan hal tersebut. Asuransi adalah salah satu cara terbaik dan terhemat untuk melindungi anak dengan tepat. Namun, bagi orang tua baru yang belum memiliki pengalaman, terkadang tak paham apa saja jenis asuransi untuk anak. Sebagian dari Anda mungkin sudah mengenali beberapa tipe asuransi yang dapat melindungi anak, tetapi belum paham benar manfaatnya. Kabar baiknya, Mike Rini Sutikno CFP, CFEI, financial planner dari Mitra Rencana Edukasi, akan menjelaskannya untuk Anda di bawah ini.

Apa Saja Tipe Asuransi Anak?

Pada Parentstory, Mike menjelaskan, bahwa di Indonesia, tipe asuransi yang umum digunakan orang tua untuk melindungi anak ada tiga jenis, yaitu asuransi jiwa, asuransi kesehatan, dan asuransi pendidikan. Selain tiga tipe asuransi tersebut, mungkin Anda pernah mendengar jenis asuransi prenatal yang cukup umum di luar negeri. Namun, di Indonesia, asuransi ini masih jarang disediakan oleh asuransi swasta. “Tapi saya amati, sejak BPJS menanggung biaya persalinan, asuransi swasta juga sudah mulai melengkapi layanan asuransi ini, yang menanggung biaya persalinan,” jelas certified financial planner ini. Mike menjelaskan pula apa saja pengertian dan manfaat dari ketiga tipe asuransi tersebut. Mari simak penjelasannya di bawah ini.

1. Asuransi Kesehatan

Asuransi kesehatan, menurut Mike, adalah asuransi nomor satu yang perlu diberikan orang tua pada anaknya. Wajib memilikinya. Pasalnya, kondisi anak yang belum cukup kuat karena masih dalam tahap tumbuh kembang sangat perlu diberikan perlindungan. “Asuransi ini perlu disiapkan sedini mungkin, yaitu sejak bayi. Saat anak lahir segera berikan perlindungan dengan asuransi kesehatan,” ucap Mike. Bila Anda adalah seorang ayah dan karyawan, maka dapat ditanyakan ke perusahaan jumlah biaya kesehatan yang ditanggung perusahaan untuk keluarga karyawan. Mulai dari orang tua hingga anak-anak. Biaya pembelian asuransi yang disediakan oleh perusahaan ini, biasanya dibayarkan oleh kantor. Namun, ada pula yang biayanya dibagi antara perusahaan dan karyawan. Gaji karyawan akan dipotong sejumlah tertentu untuk membayar sebagian biaya asuransi. Jika Anda adalah seorang ibu, perlu ditanyakan pada perusahaan apakah tanggungan kesehatan Anda juga termasuk anak-anak dan suami atau tidak.

“Biasanya kalau dari perusahaan tempat perempuan bekerja, hanya dirinya saja yang ditanggung. Tapi, tetap perlu ditanyakan pada perusahaan, agar lebih jelas. Ini kalau skemanya biaya pembelian asuransi kesehatan ditanggung oleh kantor. Jadi uang preminya disubsidi dari kantor, dibayarkan perusahaan dan sebagian lainnya dipotong dari gaji dalam jumlah tertentu.” Kalau Anda adalah seorang pebisnis, bukan seorang karyawan, maka harus membeli asuransi kesehatan sendiri. Misalnya, dengan menggunakan BPJS kesehatan dan bila ada dana lebih, bisa ditambah dengan asuransi kesehatan dari swasta. Pasalnya, BPJS kesehatan hanya menanggung pengobatan utamanya saja, bukan pengobatan yang diperlukan dalam jangka panjang. Seperti, terapi atau perawatan jangka panjang lainnya.

“Jadi untuk biaya pengobatan jangka panjang, kalau sudah terdeteksi penyakit kritis, kanker misalnya, ada suatu skema bagi perusahaan asuransi swasta memberikan santunan yang besar. Besar-kecilnya tergantung preminya. Santunan ini dapat digunakan sebagai biaya pengobatan jangka panjangnya, atau sebagai biaya recovery,” jelas Mike. Dobel proteksi ini akan tepat bagi anak dengan kondisi tertentu, misalnya terkena penyakit kritis atau berkebutuhan khusus, yang kemungkinan besar akan membutuhkan biaya pengobatan serta perawatan jangka panjang. Memiliki BPJS Kesehatan sekaligus asuransi kesehatan swasta tentu akan membuat Anda dan keluarga lebih nyaman. Namun, kembali lagi pada kemampuan keuangan individu atau keluarga yang bersangkutan.

2. Asuransi Jiwa

“Asuransi jiwa itu penting, tapi bukan berarti anak yang diasuransikan,” ucap perencana keuangan yang kerap menjadi pembicara ini. Artinya, polis atas nama orang tua, pemilik asuransi jiwa adalah orang tua, namun anaklah yang akan mendapatkan manfaatnya. Ketika Anda membeli polis asuransi jiwa, Anda diwajibkan membayar premi agar anak (ahli waris) dapat menerima klaim kematian Anda. “Sehingga, jika terjadi risiko kematian pada orang tua, maka anak-anak akan dapat terus melanjutkan hidupnya, karena sumber keuangan untuk keberlangsungan hidup anak dan masa depannya sudah diantisipasi,” jelas Mike.

3. Asuransi Pendidikan

Asuransi ini pada dasarnya adalah asuransi jiwa dengan tujuan tertentu. Dengan memberikan asuransi ini pada anak, ia tidak hanya mendapatkan uang santunan jika orang tua meninggal, tapi juga uang tunai untuk biaya pendidikan. Asuransi ini fungsinya untuk mengumpulkan sejumlah dana yang digunakan sebagai biaya pendidikan anak, misalnya membayar biaya kuliah. Dengan kata lain, asuransi pendidikan adalah asuransi jiwa dengan manfaat nilai tunai, di mana nilai tunai itu bisa berupa tabungan atau investasi yang akan digunakan untuk membayar biaya pendidikan. “Umumnya, asuransi pendidikan adalah asuransi dwiguna. Artinya, ini merupakan asuransi jiwa, namun dalam jangka waktu tertentu. Asuransi ini meng-cover uang santunan untuk anak jika terjadi kematian pada orang tua, dan ada tambahan nilai tunai atau nilai tabungan yang dapat digunakan sebagai biaya pendidikan anak di kemudian hari.”