Mengenal Stimulasi Anak dengan Bermain

Bermain bisa menjadi sarana belajar anak yang paling menyenangkan dan dinilai efektif untuk membantu perkembangan si kecil.

Stimulasi Anak dengan Bermain

Setiap anak membutuhkan gizi serta stimulasi yang tepat untuk membantu menguatkan sinaps-sinaps pada otak. Di mana semakin banyak sinaps-sinaps terbentuk, semakin cepat dan efektif pula otak anak bekerja. Dengan kata lain, si anak menjadi semakin pintar di usia keemasannya. Cara yang mudah dan menyenangkan untuk menstimulasi si kecil adalah dengan cara bermain. Melalui bermain, si kecil mendapatkan stimulasi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan pada otak dan tubuh anak. Ia dapat mengenal gerakan, suara, bentuk, warna dan sentuhan. Bermain merupakan sebuah aktivitas yang terpenting di masa kanak-kanak. Karena ia belum dapat belajar yang sama seperti orang dewasa pada umumnya, maka dari itu “belajar” bagi si kecil diganti bermain yang menyenangkan.

Aktivitas belajar sambil bermain ini pun menjadi perhatian menarik bagi Parentstory. Belum lama, Parentstory bersama dengan Cussons Kids menggelar sebuah webinar sekaligus workshop yang turut diramaikan oleh LYFE Generation dan Kidea. Di acara virtual tersebut hadir Ratna Kusumawati, M.Psi., selaku Psikolog LYFE Generation dan Elizabeth Laroa Ponce, selaku Head Teacher Kidea Menteng, serta dipandu oleh Ankatama. Kelas online yang bertema Inspirasi Permainan untuk Tumbuh Kembang Si Kecil berhasil diikuti oleh ratusan orang tua yang ingin menambah wawasan seputar stimulasi lewat bermain ini.

Mengenal Tahap Perkembangan Anak

Mengenai perkembangan anak berarti mencakup tumbuh dan kembang. Perkembangan ini meliputi 3 aspek terpenting yaitu aspek fisik, aspek motorik, aspek kognitif, serta aspek sosial emosional. Menurut Ratna Kusumawati, tahap perkembangan kognitif ini dibagi menjadi 4 tahap yaitu :

  1. Sensorimotor (0 bulan - 2 Tahun). Bayi baru lahir hingga usia toddler 2 tahun, akan memahami dunia melalui pengalaman sensori dan gerakan.
  2. Pre - Operational (2 Tahun - 7 Tahun). Anak memahami dunia melalui bahasa dan simbolis. Melalui kegiatan bermain anak dapat mengembangkan bahasa dan mengenal berbagai macam jenis gambar. Selain itu, pada tahap usia 2 tahun hingga 7 tahun bermain merupakan suatu kegiatan terpenting untuk melatih aspek kognitif pada anak.
  3. Concrete Operational (7 - 11 Tahun). Pada usia anak 7 tahun hingga 11 tahun anak akan memahami dunia dengan cara berfikir logis dan perkategori karena pada usia inilah anak mulai disibukan dengan bersekolah.
  4. Formal Operational (Remaja - Dewasa). Remaja dan dewasa akan mengenal dan memahami dunia dengan cara berfikir logis hipotesis, penalaran abstrak.


Tahapan Bermain pada Anak

Sudah tahukah Anda, kalau setiap tahapan bermain pada anak dapat menjadi tanda kemajuan perkembangan kemampuan sosial pada si kecil. Berikut ini merupakan tahapan bermain pada anak :

  • Unoccupied Behavior. Tahapan bermain pada balita pertama kali adalah unoccupied behavior atau gerakan kosong, yang biasanya dilakukan oleh balita dimulai usia 0 bulan sampai 2 tahun. Pada tahapan ini si kecil lebih senang mengamati lingkungan sekitarnya.
  • Solitary Play. Tahapan bermain balita sering dilakukan oleh balita usia 2 sampai 3 tahun. Yang dimaksud solitary play atau soliter adalah anak yang asyik bermain sendiri, tanpa menunjukan ketertarikan pada yang dilakukan oleh orang lain.
  • Onlooker Play. Dalam tahap permainan balita ini, mulai ada interaksi sosial untuk tahu lebih banyak tentang aktivitas yang dilakukan atau mengetahui suatu permainan.
  • Parallel Play. Pada tahap perkembangan si kecil ini, ia sudah bisa bermain bersama dengan temannya. Walaupun bermain bersama dan berdekatan tetapi tidak ada interaksi antar anak.
  • Associative Play. Tahap bermain asosiatif biasanya dimulai saat balita berusia 3 atau 4 tahun. Biasanya mereka sudah bisa bermain bersama dan sudah bisa berinteraksi antar sesama. Selain itu mereka sudah mengetahui jenis mainan apa saja yang dipergunakan.
  • Cooperative Play. Tahapan terakhir bermain bagi si kecil adalah bermain kooperatif. Saat bermain kooperatif, si kecil bermain bersama temannya menggunakan aturan tertentu untuk mencapai tujuan bersama atau menyelesaikan tugas khusus.


Manfaat Bermain pada Anak

Saat bermain biasanya anak senang sekali untuk bereksperimen, belajar mengambil risiko, dan melakukan interaksi terhadap temannya. Jadi bermain tidak hanya sekedar menyenangkan namun juga berguna bagi anak. Berikut ini adalah manfaat :

  • Fisik. Bermain pasti melibatkan gerakan fisik si kecil, maka dari itu manfaat bermain yang dirasakan Anda adalah mengembangkan motorik kasar, motorik halus dan mengembangkan koordinasi di setiap permainan.
  • Sosial. Anak dapat mengembangkan, mengobservasi pada suatu permainan, bekerjasama antar teman, serta berinteraksi secara sosial.
  • Emosional. Melalui bermain anak dapat bebas mengekspresikan emosinya tanpa merasa terancam. Selain itu, anak dapat belajar untuk mengontrol emosinya.
  • Bahasa. Saat bermain anak belajar untuk mendapatkan kosakata baru dan berinteraksi, sehingga perkembangan bahasanya pun bisa terstimulasi.
  • Kognitif. Bermain anak dapat bereksplorasi, ia mulai mengenal berbagai macam hal baru. Si kecil dapat mengasah pola berpikirnya, kemampuan penalarannya, seperti mengenal warna, mengenal bentuk, dan berpikir kritis. Jadi semua aspek semua perkembangan ini bisa terstimulasi melalui kegiatan yang menyenangkan bermain.


Contoh Permainan Edukatif pada Anak

Anda di rumah pasti mempunyai segudang jenis mainan untuk anak, akan tetapi coba perhatikan lagi, apakah mainan tersebut dapat menstimulasi perkembangan pada anak? Berikut ini contoh permainan edukatif yang cocok bagi si kecil :

  • Puzzle. Siapa yang tidak mengenal permainan puzzle? Permainan puzzle juga bagus sekali untuk si kecil karena pada permainan ini mencakup aspek kognitif. Selain itu, permainan ini mempunyai tantangan tersendiri bagi si kecil untuk menyelesaikannya.
  • Stacking Toys. Permainan stacking toys ini merupakan permainan menyusun suatu objek. Anda dapat lakukan dengan cara bermain balok.
  • Stringing Toys. Jenis permainan ini bisa dikatakan untuk melatih motorik halus si kecil. Pada permainan ini juga meliputi tantangan, melatih koordinasi antara mata dan tangannya. Contohnya meronce suatu objek.
  • Nesting Toys. Permainan yang mengurutkan mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar terhadap objek. Dengan bermain nesting toys, Anda dapat mengajarkan konsep pelajaran matematika atau belajar dengan konsep ukuran.
  • Sorting Games. Jenis permainan yang memilah memilih suatu mainan anak. Contohnya, menyamakan mainan dengan warna yang senada.


Cara Membuat Slime yang Menyenangkan untuk si Kecil

Anda sudah tidak asing dengan permainan jenis slime ini, bisa Anda ketahui bahwa permainan slime ini mempunyai manfaat bagi si kecil lho! Selain itu, slime ini bisa dibuat dengan mudah bersama si kecil di rumah. Berikut ini cara membuat slime bersama Cussons Kids yang langsung dipraktikkan oleh miss Beth, selaku Head Teacher of Kidea Menteng.

Bahan dan alat yang Anda perlukan :

  • Lem secukupnya
  • 3 tetes activator / obat tetes mata
  • 4 tetes pewarna makanan
  • 4 sdm sabun cair atau sampo Cussons Kids
  • Mangkok

Cara Membuat:

  1. Siapkan mangkok sebagai wadah slime.
  2. Tuangkan lem secukupnya pada mangkok.
  3. Tambahkan activator atau obat tetes mata pada lem, kemudian aduk hingga rata.
  4. Tambahkan 4 SDM sabun cair atau sampo Cussons Kids, sebagai penambah aroma wangi yang segar pada slime. Lalu, aduk hingga mencampur secara rata.
  5. Tambahkan 4 tetes pewarna makanan pada lem, aduk hingga rata menggunakan tangan.
  6. Setelah tercampur semua, dan jadilah slime yang siap dimainkan oleh si kecil.

Dari bermain slime, ternyata mempunyai manfaat juga untuk si kecil, lho! Salah satunya adalah menyalurkan emosi, karena saat ia bermain slime, ia dapat melepaskan berbagai perasaannya, seperti kebebasan, harapan, gairah, dan keberanian. Selanjutnya, permainan sederhana ini juga bisa melatih motorik halus anak, mengenal tekstur, mengenal warna dan melatih sisi kreativitas pada anak. Jangan lupa juga untuk menjaga kebersihan anak setelah mereka asyik bereksplorasi dengan selalu menyediakan produk aman bagi bayi, seperti Cussons Baby Wipes yang dermatologically tested, alcohol free dengan pilihan wangi yang menyegarkan.