Menyapih dengan Damai

Bila menyusui dimulai dengan cinta, maka ketika menyapih pun harus dilepas dengan rasa cinta dan damai.

Menyapih Anak

Menyapih anak bisa menjadi masa yang sangat emosional bagi seorang ibu. Anda pasti merasakan betapa dilema, sedih, dan menguji kesabaran untuk membuat anak tidak lagi menyusui dari ibu. Menurut WHO dan IDAI menganjurkan para ibu agar menyusui si kecil sampai berusia 2 tahun. Namun sesungguhnya, menyusui dapat dilanjutkan selama ibu dan anak sama-sama berkeinginan. Menyapih dengan damai ini menjadi salah satu isu yang kerap dipertanyakan oleh para ibu. Karenanya, Parentstory bersama Tiga Generasi mengadakan Instagram Live berbagi pengalaman seputar strategi menyapih, bersama Saskhya Aulia Prima, M.Psi., Psikolog sekaligus co-founder Psikolog TigaGenerasi. Proses menyapih sebenarnya banyak sekali metodenya. Namun, apapun metodenya, sebaiknya setiap proses dijalani dengan alami.

Amankah Menyapih Anak Menggunakan Olesan pada Payudara Ibu?

Anda pasti pernah mendengar cerita atau bahkan Anda pernah melakukan hal ini dalam proses menyapih pada anak. Sebenarnya, proses menyapih ini adalah memberikan rasa trauma kepada anak agar tidak menyusu langsung dari ibu. Menurut Saskhya, “ Menyapih dengan cara seperti itu, sebenarnya anak tidak siap, karena tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu. Melakukan proses seperti ini akan membuat anak, tidak merasa nyaman bila dekat dengan ibu nantinya." Pada proses menyapih anak, proses demi proses yang kita akan kenalkan kepada anak dimulai dari anak berusia 7 bulan, karena ia sudah mulai MPASI. Kebanyakan ibu yang tidak sabar, sehingga ibu memilih jalan untuk menyapih dengan cara instan. Menggunakan cara instan ternyata dapat berpengaruh pada ikatan emosional antara si kecil dan ibu. Apalagi, di tahun pertama anak dan ibu adalah membangun rasa kepercayaan satu sama lain, agar ia merasakan kenyamanan hidup di dunia ini. Jika, ia sudah merasakan kenyamanan, maka anak dengan senang hati akan mau belajar dan mengeksplorasi kehidupan di dunia ini. 

Persiapan Ibu untuk Menyapih si Kecil

Mungkin momen ini menjadi hal yang cukup dramatis bagi seorang ibu. Perasaan sedih, dilema, dan emosional melekat pada jiwa seorang ibu yang tengah berjuang untuk menyapih si kecil. Hal ini perlu disiapkan secara matang bahkan harus sudah dipersiapkan sejak lama.

Ibu perlu memerhatikan beberapa hal ini :

  • Jadwal anak menyusu: Hal ini penting sekali karena berpengaruh pada jadwal ia makan. Jadi, si kecil mulai bisa membedakan saat ia mulai merasa lapar. Yang artinya, ia harus makan, dan ketika si kecil mulai merasa haus, berarti ia harus segera minum air atau susu. Jangan biarkan si kecil untuk mengemil ketika dalam kondisi lapar.
  • Pola Tidur Anak: Anda perlu memerhatikan pola tidur yang baik untuk anak. Manfaat dari pola tidur yang baik adalah, mempunyai pola aktvitas yang baik pada anak.

Yang Perlu Dihindari Saat Menyapih Anak

Berikut ini merupakan pantangan yang wajib ibu hindari saat menyapih anak :

  • Teguh pendirian terhadap tujuan menyapih anak. Menurut Saskhya, “Ini akan menentukan cara berpikir ibu terhadap proses parenting dan proses menyapih, sebenarnya tanpa Anda sadari proses ini mengalami fluktuasi. Mesti kita pahami, janganlah berekspektasi berlebihan pada proses ini”. Penjelasan Saskhya.
  • Jangan memaksa atau memutuskan secara sepihak untuk tidak memberikan susu sama sekali pada si kecil. Kondisi ini bisa membuat rumit dan lebih dramatis dalam proses menyapih pada anak.
  • Memastikan kebutuhan makan anak terpenuhi dengan baik. 
  • Sebisa mungkin jangan menyusui si kecil sambil tidur. Meskipun ini sangat sulit dijalani, apalagi di malam hari. Tetapi, hal ini seperti inilah yang akan membantu ibu selanjutnya.

Peran Suami dan Keluarga Sangat Pengaruh Terhadap Proses Menyapih pada Anak

Ketika awal menyusui, suami menjadi support system nomor satu yang selalu menyemangati ibu. Sama halnya dengan menyusui, ayah juga turut ambil andil dalam proses menyapih. Hal yang ayah bisa lakukan untuk membantu ibu adalah, mengajak si kecil bermain. Selanjutnya, ayah juga dapat memberikan pelukan hangat dan memberikan solusi pada ibu, untuk memberikan rasa nyaman ketika mulai sedih, betapa sulitnya menyapih anak. Selain itu, ibu juga jangan lupa selalu mengucapkan rasa terima kasih kepada ayah, dengan seperti itu ayah merasa usahanya diapresiasi oleh ibu. Jika Anda tinggal bersama orang tua dan mertua, jangan lupa untuk selalu berkomunikasi dan mendelegasikan beberapa pekerjaan rumah dengan baik.

Merekatkan Bonding pada Anak Setelah Berhasil Menyapih

Perasaan senang dan bahagia pasti hadir setelah ibu berhasil melewati drama proses menyapih pada anak. Terkadang, perasaan senang itu pasti juga diselimuti perasaan sedih. Sebenarnya, tanpa ibu sadari, bonding terhadap anak tidak berkurang, tetapi cara anak dekat dengan ibu berubah pada fase yang berbeda. Hal ini wajar terjadi pada kebanyakan ibu, untuk itu bisa melakukan berbagai macam aktivitas untuk merekatkan bonding pada anak. Seperti, menyempatkan quality time yang berkualitas selama 20 sampai 30 menit dalam sehari, tanpa ada gangguan notifikasi tugas kantor dan rumah tangga, memeluk anak dan memberikan kata-kata sayang. Saskhya Aulia Prima, M.Psi memberikan pesan kepada orang tua, jika mengajak anak main, biarkan ia untuk memimpin permainan, dan jangan menerapkan aturan tertentu pada saat anak bermain, dengan seperti itu maka anak merasa lebih dihargai oleh orang tua.