Banner Promo Image
Menangkan iPhone 11 dengan bergabung di Parentstory!
Daftar Sekarang

New Normal di Tahun Ajaran Baru, Ini Skenarionya!

Tahun ajaran baru bagi pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, dan pendidikan menengah di tahun ajaran 2020/2021 tetap dimulai pada bulan Juli 2020. Bagaimana pelaksanaannya?

Skenario New Normal di Tahun Ajaran Baru 2020/2021

“Dalam situasi (pandemi) Covid-19 ini, yang terpenting adalah kesehatan dan keselamatan murid-murid kita, guru-guru serta keluarganya. Prinsip dasar itulah yang kita gunakan. Makanya dalam paparan ini akan terlihat bahwa relaksasi dalam pembukaan sekolah ini dilakukan dengan cara yang paling konservatif. Artinya, ini merupakan cara paling pelan untuk membuka sekolah, sehingga keamanan itu diprioritaskan,” jelas Mendikbud Nadiem Anwar Makarim pada webinar Senin (15/06) melalui akun Youtube resmi Kemendikbud RI.

Pada webinar tersebut, dijelaskan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) secara virtual. Panduan tersebut diumumkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Komisi X DPR RI. Panduan yang disusun dari hasil kerjasama dan sinergi antar kementerian ini bertujuan mempersiapkan satuan pendidikan saat menjalani masa kebiasaan baru atau new normal. Simak ketentuannya berikut ini.

Disesuaikan dengan zona daerah

Tahun ajaran baru bagi pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, dan pendidikan menengah di tahun ajaran 2020/2021 tetap dimulai pada bulan Juli 2020. Namun, Nadiem menjelaskan, untuk daerah yang berada di zona kuning, oranye, dan merah, dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. Satuan pendidikan pada zona-zona tersebut tetap melanjutkan Belajar dari Rumah (BDR). Untuk diketahui, hingga 15 Juni 2020, terdapat 94% peserta didik yang berada di zona kuning, oranye, dan merah dalam 429 kabupaten/kota sehingga mereka harus tetap melakukan BDR. Sementara itu, peserta didik yang saat ini berada di zona hijau hanya sekitar 6% saja.

Syarat diberlakukannya pembelajaran tatap muka di zona hijau

Bila Anda berdomisili di zona hijau, maka anak-anak Anda dapat melakukan pembelajaran dengan tatap muka, namun harus dilakukan secara sangat ketat dan persyaratan yang berlapis. “Jika salah satu dari empat syarat tersebut tidak terpenuhi, peserta didik harus melanjutkan kegiatan belajar dari rumah secara penuh,” tegas Mendikbud. Berikut ini persyaratannya:

  1. Keberadaan satuan pendidikan di zona hijau menjadi syarat pertama dan utama yang wajib dipenuhi bagi satuan pendidikan yang akan melakukan pembelajaran tatap muka.
  2. Dapat dilakukan jika pemerintah daerah atau Kantor Wilayah/Kantor Kementerian Agama memberi izin.
  3. Bisa dijalankan bila satuan pendidikan sudah memenuhi semua daftar periksa dan siap melakukan pembelajaran tatap muka.
  4. Disetujui oleh orang tua atau wali murid.

Diterapkan berdasarkan pertimbangan protokol kesehatan

Pembelajaran tatap muka di zona hijau dilaksanakan berdasarkan pertimbangan kemampuan peserta didik dalam menerapkan protokol kesehatan. Karena anak-anak usia balita dan SD dianggap butuh waktu lebih untuk beradaptasi dengan masa new normal ini, dan anak usia remaja dianggap lebih mampu, maka pendidikan tingkat atas menjadi prioritas. Ini artinya, urutan pertama yang diperbolehkan menjalankan pembelajaran tatap muka adalah pendidikan tingkat atas dan sederajat, tahap kedua pendidikan tingkat menengah dan sederajat, lalu tahap ketiga tingkat dasar dan sederajat. Hal tersebut juga harus dilakukan sesuai dengan tahapan waktu yang telah ditentukan. Rincian tahapan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di zona hijau adalah:

  • Tahap I: SMA, SMK, MA, MAK, SMTK, SMAK, Paket C, SMP, MTs, Paket B
  • Tahap II (dilaksanakan dua bulan setelah tahap I): SD, MI, Paket A dan SLB
  • Tahap III (dilaksanakan dua bulan setelah tahap II): PAUD formal (TK, RA, dan TKLB) dan non formal.

Akan ditutup kembali, bila…

Menurut Mendikbud, begitu ada penambahan kasus atau level risiko daerah naik, maka pembelajaran tatap muka di zona hijau wajib ditutup kembali.

Sekolah berasrama tetap melakukan BDR

Sekolah dan madrasah berasrama pada zona hijau tak dapat melakukan pembelajaran tatap muka dan harus tetap melaksanakan BDR. Selain itu, dilarang membuka asrama dan pembelajaran tatap muka selama masa transisi (dua bulan pertama). Pembukaan asrama dan pembelajaran tatap muka dilakukan secara bertahap pada masa new normal dengan mengikuti ketentuan pengisian kapasitas asrama.

Perguruan tinggi dilaksanakan secara daring untuk mata kuliah teori

Pembelajaran di perguruan tinggi atau universitas di Tahun Akademik Pendidikan Tinggi 2020/2021 tetap dimulai pada Agustus 2020 dan Tahun Akademik Pendidikan Tinggi Keagamaan 2020/2021 dimulai pada September 2020. Metode pembelajaran pada semua zona wajib dilaksanakan secara daring (online) untuk mata kuliah teori. Sementara untuk mata kuliah praktik, sebisa mungkin tetap dilakukan secara daring. Namun, jika tidak dapat dilaksanakan secara daring, maka mata kuliah tersebut dianjurkan untuk dilakukan pada bagian akhir semester.

Selain itu, pemimpin perguruan tinggi pada semua zona hanya dapat mengizinkan aktivitas mahasiswa di kampus yang memenuhi protokol kesehatan dan kebijakan dari direktorat jenderal terkait. Kebijakan tersebut antara lain mencakup kegiatan yang tidak dapat digantikan dengan pembelajaran daring. Misalnya, penelitian di laboratorium untuk skripsi, tesis, dan disertasi serta tugas laboratorium, praktikum, studio, bengkel, dan kegiatan akademik/vokasi serupa.