Orang Tua Wajib Lakukan Ini agar Keluarga Terhindar dari Virus Corona

Sekarang bukan waktunya untuk takut di tengah pandemik Covid-19 melainkan mempersiapkan keluarga agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit baru ini.

Orang Tua Wajib Lakukan Ini agar Keluarga Terhindar dari Virus Corona

Akhirnya corona masuk ke Indonesia. Berbagai media massa bahkan media sosial ramai membicarakan penyakit pneumonia atau radang paru jenis baru ini. Alhasil, rasa takut dan panik pun bermunculan, karena semua orang ingin menyelamatkan diri serta keluarganya dari penyakit yang pertama kali mewabah di Wuhan, Tiongkok ini. Tapi sebenarnya, infeksi virus corona hanya memiliki tingkat kematian sekitar 3,4%. Meski virus baru ini memiliki karakteristik mirip dengan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome), namun WHO menyebutkan kalau ternyata tingkat kematiannya masih lebih rendah jika dibandingkan SARS yang mencapai 9,6%.

Dan ketika Covid-19 sudah masuk ke Indonesia, itu artinya orang tua harus beraksi bukan malah jadi takut berlebihan. Karena virus ini hanya bisa dikalahkan dengan aksi nyata yang dilakukan bersama demi memutus rantai penularan. Jadi orang tua, inilah yang wajib Anda lakukan demi menghindarkan seluruh anggota keluarga dari serangan virus corona:

Membuat rencana keadaan darurat

Tidak banyak yang menyadari, tapi sebenarnya setiap keluarga perlu memiliki perencanaan ketika menghadapi keadaan darurat, baik karena bencana alam atau ketika merebaknya wabah penyakit. Menurut Rebecca Katz, Direktur Center for Global Health Science and Security dari Georgetown University, perencanaan ini bukan berarti keluarga menjadi begitu reaktif, tapi melatih diri untuk selalu siap menghadapi situasi yang serba tidak pasti akibat bencana atau wabah penyakit.

Dan jika Covid-19 di Indonesia masuk kategori wabah, maka aksi nyata yang harus dilakukan orang tua adalah membatasi interaksi dengan orang lain di luar rumah. Ini artinya, orang tua harus menjelaskan ke anak-anak tentang penyakit baru ini. Awali dengan mencari tahu informasi apa saja yang mereka tahu tentang Covid-19. Lalu, tenangkan anak dengan mengatakan kalau Covid-19 bisa disembuhkan, hanya saja karena sudah menjadi wabah, maka perlu membatasi aktivitas di luar rumah untuk memperkecil risiko tertular penyakitnya.

Stok kebutuhan pokok hanya untuk 2 minggu saja

Pada situasi wabah, yang perlu dilakukan adalah menghindari sumber penularan. Dan pada kasus Covid-19, aktivitas di luar rumah adalah salah satu sumber penularan. Ini artinya, sebaiknya membatasi aktivitas luar rumah. Karena itu perlu menyiapkan kebutuhan pokok, tapi jangan berlebihan cukup 2 minggu saja.

Mengapa? Jika semua orang berlomba-lomba untuk menimbun kebutuhan pokok maka terjadi kelangkaan yang membuat harga barang melambung tinggi. Situasi ini akan menyulitkan banyak orang dan membuat penanganan wabah jadi teralih.

Siapkan obat-obatan yang rutin diminum

Selain kebutuhan pokok, perlu juga untuk menyiapkan obat-obatan yang rutin diminum saat sakit, seperti sakit kepala, diare, gangguan lambung, diabetes, hipertensi, dan lain-lain. Jangan lupa juga untuk menyiapkan suplemen untuk membantu tubuh tetap fit. Dr.dr.Erlina Burhan, MSc.,SpP(K) mengingatkan untuk mengonsumsinya sesuai aturan. Terlebih untuk suplemen yang sifatnya untuk meningkatkan imun tubuh. Karena jika terus menerus diminum akan berisiko untuk kesehatan tubuh. “Jangan berlebihan, karena suplemen vitamin juga punya batas maksimal untuk dikonsumsi. Jadi, konsultasikan ke dokter sebelum mengonsumsinya,” ucap Erlina yang ditemui pada acara diskusi Info Sehat FKUI beberapa waktu lalu.

Ajarkan anak-anak tentang etika bersin dan batuk

Mengingat Covid-19 menular melalui droplet atau sekret yang keluar dari mulut ketika bersin dan batuk maka penting untuk mengajarkan seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak. Adapun etika bersin dan batuk yang benar adalah menutup mulut dengan lengan baju atau tisu. Setelah itu cuci tangan dengan sabun di air mengalir. Bisa juga membersihkan tangan dengan hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 70%. Kebiasaan ini akan memutus mata rantai penularan dan membuat wabah segera bisa diatasi. Tidak hanya menghadapi Covid-19, pada prinsipnya melakukan etika bersin dan batuk serta rajin mencuci tangan yang benar juga dapat memperkecil berbagai penyakit.

Saat wabah, konsumsi hanya makanan yang sudah dimasak hingga matang

Menurut Dr. R. Fera Ibrahim, MSc, SpMK(K)., PhD., saat keadaan adanya wabah penyakit, sangat penting untuk mengonsumsi hanya makanan yang matang. Mengapa? “Karena masakan yang dimasak hingga matang akan membunuh virus penyebab penyakit. Serta jangan mengonsumsi hewan yang sakit, meski sudah dimasak, risiko untuk terjangkit penyakit tetap ada,” jelas Fera yang adalah Ketua Departemen Mikrobiologi FKUI.

Dan untuk melengkapi semua itu, sambung Fera, terapkanlah pola hidup sehat mulai dari makan bergizi, istirahat yang cukup serta berolahraga. Ini adalah langkah sederhana untuk menghindarkan kita dan seluruh anggota keluarga dari berbagai penyakit.