Banner Promo Image
Menangkan iPhone 11 dengan bergabung di Parentstory!
Daftar Sekarang

PCOS, ini Aturan Makan Ideal agar Cepat Hamil!

Mengatasi PCOS tidak cukup hanya dengan terapi obat, tapi juga harus dilengkapi dengan diet gizi seimbang.

PCOS, ini Aturan Makan Ideal agar Cepat Hamil!

PCOS atau Polycystic Ovary Syndrome adalah gangguan hormon dan metabolisme. Perempuan yang mengalami PCOS memiliki kadar hormon androgen atau hormon maskulin yang berlebihan. Ini membuat ovarium memproduksi kantong-kantong berisi cairan dan membuat sel telur tidak berkembang sempurna, hingga gagal dilepaskan secara teratur. Maka, gejala yang paling signifikan dialami oleh perempuan dengan PCOS adalah siklus menstruasi yang tidak teratur.

PCOS Gemuk dan PCOS Kurus

Dalam jangka panjang dijelaskan dr. Tommy G. Pratama, SpOG(K), M.RepSc., PCOS atau yang dalam bahasa Indonesianya disebut sindrom polikistik ovarium, juga bisa menyebabkan gangguan metabolisme akibat resistensi insulin yang memicu terjadinya diabetes, jantung, dan stroke. “Karena itu, pengobatan PCOS tidak cukup hanya dengan terapi obat, tapi juga harus disertai dengan diet dan olahraga,” jelasnya pada IG live yang digelar beberapa waktu lalu di akun  Instagramnya, @tommygpratama. Ia kemudian menyebutkan bahwa PCOS terdiri dari 2 jenis, yaitu yang mengalami obesitas serta yang tanpa mengalami obesitas. “Pada perempuan dengan PCOS yang ditandai dengan obesitas, biasanya memiliki indeks massa tubuh (IMT) di atas 25, sedangkan yang tanpa obesitas, ditandai dengan IMT normal atau tubuhnya tidak gemuk dan sering disebut lean PCOS,” jelas dr. Tommy yang berpraktik di Klinik Yasmin RSCM Kencana ini. Dr. Tommy lantas menjelaskan pada perempuan yang mengalami lean PCOS sering kali kebingungan saat mendapatkan diagnosa PCOS, karena merasa tubuhnya masuk kategori IMT normal, tapi tetap diminta untuk menjalani diet. “Tubuhnya bisa jadi kurus, tapi komposisi lemak dalam tubuhnya bisa jadi lebih banyak di perut atau visceral fat yang memang berisiko memicu terjadinya sindrom metabolik dan menyebabkan ketidakseimbangan hormon,” imbuhnya seraya menyebutkan ada sebanyak 20-30% pasien PCOS yang merupakan lean PCOS atau PCOS kurus.

Panduan Diet untuk PCOS Gemuk dan PCOS Kurus

Lalu, bagaimanakah pola makan atau diet yang harus dijalani oleh PCOS gemuk dan PCOS kurus? “Perempuan dengan PCOS harus menjalani personalised diet atau diet yang dibuat khusus sesuai dengan kondisi klinis pasien,” jawab dr. Arti Indira, MGz, SpGK, FINEM., yang turut hadir dalam IG live bersama dr. Tommy. Jadi yang dilakukan dokter gizi klinis ketika menangani pasien PCOS adalah, memberikan panduan diet berdasarkan kondisi klinis serta obat apa saja yang diberikan dokter kandungan kepada mereka. “Dietnya benar-benar berdasarkan kondisi tubuhnya, jadi sudah pasti antara PCOS gemuk dan PCOS kurus penanganan dietnya berbeda.” Kebanyakan perempuan ketika mengetahui dirinya mengalami PCOS yang pertama kali dilakukan adalah menerapkan pola diet sendiri, yang akhirnya menjadi sangat restriktif terhadap segala jenis makanan. Karena yang terlintas di kepala adalah membatasi asupan kalori, hingga membatasi konsumsi tanpa mengetahui kondisi tubuhnya seperti apa. “Ini bisa menyebabkan terjadinya defisiensi zat-zat gizi yang berisiko menyebabkan munculnya gangguan psikologis dengan makanan, bahkan sampai cemas dan depresi.” Pernyataan dr. Arti ini pun diamini oleh dr. Tommy yang mengaku banyak pasien PCOS-nya depresi karena gangguan hormonnya tidak teratasi meski sudah melakukan diet ketat.

Dijelaskan oleh dr. Arti, sampai saat ini memang belum ada tata laksana yang baku terhadap penanganan PCOS dari sisi diet. Dari seluruh jurnal maupun konsensus, masih dalam taraf penelitian. Belum ada yang bisa membicarakan diet spesifik untuk PCOS, tidak seperti penanganan diabetes yang panduan dietnya sudah ada. “Meski begitu, secara garis besar, penanganan PCOS dari sisi gizi adalah menerapkan gizi seimbang.” Di Indonesia, konsep gizi seimbang kemudian diimplementasikan dalam piring sehatku. “Dalam konsep piring sehatku, setengah porsinya adalah sayuran dan buah, dengan komposisi sayuran lebih banyak dari pada buah. Lalu untuk karbohidrat, porsinya adalah ¼ piring, sedangkan protein, porsinya juga ¼ piring,” papar dr. Arti yang berpraktik di Beyoutiful Clinic ini. 

Ia pun menjabarkan lebih detail tentang pemilihan sumber karbohidrat, protein, sayur, dan buah untuk perempuan dengan PCOS sebagai berikut:

  • Sayuran: Dr. Arti menjelaskan sebagian besar sayuran memiliki indeks glikemik (IG) yang rendah. Adapun IG adalah kemampuan suatu bahan makanan untuk menaikkan glukosa dalam darah. Makanan dengan IG rendah akan dicerna secara perlahan-lahan oleh tubuh sehingga kenaikan glukosa dalam darah tidak berlangsung cepat. Hal ini penting bagi pasien PCOS karena mereka juga mengalami resistensi insulin. “Sesuai panduan piring sehat, jadikan sayuran sebagai konsumsi paling besar. Plus, dari berbagai penelitian sayuran menjadi penting dalam menurunkan berat badan, menyeimbangkan gula darah dan sumber antioksidan, jadi sangat bagus untuk pasien PCOS.” Selain itu ditambahkan dr. Tommy, konsumsi sayuran juga akan membuat mikro organisme baik di dalam usus lebih banyak dibanding mikro organisme jahat. “Mikro organisme jahat akan menyebabkan kerusakan di usus, sehingga toksin yang ada dalam makanan masuk ke dalam pembuluh darah, yang jika terjadi secara terus menerus, akan menyebabkan resistensi insulin,” papar dr. Tommy.
  • Karbohidrat: Kebanyakan perempuan dengan PCOS berpikir, hal pertama yang harus dikurangi ketika dokter mendiagnosanya dengan PCOS adalah tidak mengonsumsi karbohidrat. “Persepsi ini tidak benar, karena organ-organ di tubuh tetap memerlukan karbohidrat sebagai sumber glukosa yang akan dimetabolisme menjadi energi,” jelas dr. Arti. Lalu karbohidrat seperti apakah yang sebaiknya dikonsumsi? Pilihlah karbohidrat kompleks yang sering kali tinggi serat dan memiliki indeks glikemik yang rendah seperti beras merah, beras hitam, roti gandum, pasta gandum, dan jagung. “Yang harus diingat adalah, meski beras merah tinggi serat tapi kalorinya hampir sama dengan beras putih, jadi sebaiknya jangan dikonsumsi dalam porsi besar,” dr. Arti menyarankan.
  • Protein: Dr. Arti menyarankan untuk perempuan dengan PCOS mengonsumsi protein secara bervariasi. Pada PCOS gemuk, fokus utamanya adalah menurunkan berat badan, maka protein yang berasal dari daging merah sebaiknya dibatasi. “Maksimal konsumsi daging merah 2 kali seminggu, perbanyak konsumsi protein hewani yang berasal dari ikan dan ayam tanpa kulit.” Dr. Arti juga mengingatkan agar memperhatikan cara pengolahan protein. “Sebaiknya, protein dimasak dengan cara dikukus, dipanggang, direbus, atau dipepes. Bisa juga dibacem, tapi jangan digoreng lagi.”
  • Buah: Buah juga sering ditakuti oleh perempuan dengan PCOS karena dianggap sebagai salah satu sumber karbohidrat. “Memang buah-buahan isinya gula atau karbohidrat tapi di dalamnya juga ada serat, vitamin, dan mineral. Plus, kebanyakan buah memiliki IG yang rendah, jadi masih lebih sehat dijadikan camilan ketimbang kue dan biskuit,” jelas dr. Arti. Tapi ada juga buah dengan IG tinggi seperti pisang, mangga, semangka, dan nanas. “Bukan berarti buah-buahan ini tidak boleh dikonsumsi sama sekali. Tetap boleh, hanya jangan setiap hari, konsumsilah buah secara bervariasi.”

Temukan pilihan aktivitas, kelas, dan kegiatan edukatif untuk anak dan orang tua, serta beragam artikel menarik seputar kesehatan, parenting, dan gaya hidup keluarga modern. Download aplikasi Parentstory sekarang di App Store dan Google Play Store.