Panduan Membantu Anak Mengerjakan PR dan Tugas Sekolah

Orang tua boleh saja membantu anak menyelesaikan PR (pekerjaan rumah) atau tugas sekolahnya. Tapi, kuncinya adalah membimbing anak, bukan mengerjakan tugas untuknya.

Panduan Membantu Anak Mengerjakan PR dan Tugas Sekolah

Meminta anak untuk mengerjakan PR atau tugas sekolahnya bisa jadi hal yang menyulitkan. Tapi, membantu anak mempelajari PR-nya dan berhasil mengerjakannya, juga tidak mudah bagi orang tua. Ada kalanya, agar proses pengerjaan PR cepat selesai, tugas sekolah anak malah orang tua yang mengerjakan. Apalagi kalau anak mengeluh tidak bisa menyelesaikannya, kadang hal tersebut membuat orang tua memberi bantuan lebih dari yang seharusnya.

Menurut Kenneth Koedinger, PhD, pimpinan Pittsburgh Science of Learning Center di Carnegie Mellon University, Pennsylvania, Amerika Serikat, kondisi tersebut dinamakan ‘dilema bantuan’. “Cara seperti itu memang mempercepat pengerjaan PR anak, tapi proses pembelajaran tidak didapat oleh anak. Kunci keberhasilan proses pembelajaran, adalah (orang tua) perlu berusaha fleksibel dan mudah beradaptasi,” jelas Kenneth.

Kenneth memberi perumpaan yang bisa Anda lakukan ketika membantu si kecil mengerjakan PR. Ibaratnya, ketika anak terjebak di lumpur, orang tua dapat lompat untuk mengangkat anak dan mundur saat anak berusaha melalui rintangan. Begitu pula saat membantu anak mengerjakan tugas sekolahnya. Ada beberapa hal yang bisa orang tua lakukan dan ada pula yang sebaiknya dihindari. Apa sajakah yang ‘Boleh’ dan ‘Jangan’ dalam membantu anak mengerjakan PR? Ini dia penjelasannya.

#1 Boleh Berikan Contoh untuk Memecahkan Masalah

Kenneth Koedinger mengatakan, dibanding mengerjakan tugasnya, Anda lebih baik menunjukkan langkah demi langkah cara mengerjakan tugas serupa pada anak. Minta anak untuk memerhatikan Anda. Sehabis melalui setiap langkah, jelaskan pada anak mengapa Anda melakukan langkah tersebut. Lalu, minta anak untuk coba menerapkan langkah-langkah tersebut pada soal yang sedang ia kerjakan. Tentunya sambil Anda dampingi. 

#2 Jangan Minta Anak Mengerjakannya Sepulang Sekolah

Mungkin karena Anda khawatir tugasnya akan memakan waktu lama, atau Anda memiliki keterbatasan waktu untuk mendampingi anak, maka Anda memintanya untuk langsung mengerjakannya begitu ia tiba di rumah setelah sekolah.

Madeline Levine, Ph.d., penulis buku ‘Teach Your Children Well: Parenting for Academic Success’, mengatakan, “Sekolah adalah ‘hari bekerja’ untuk anak-anak. Di sekolah mereka tidak hanya belajar ilmu pengetahuan, tapi belajar hubungan sosial, dan self-control. Jadi berikan mereka kesempatan untuk beristirahat dan mengisi ulang kembali energi mereka. Anak-anak akan lebih fokus (mengerjakan PR) jika diberi waktu bermain terlebih dahulu.”

#3 Boleh Tawarkan Cara Alternatif

Agar anak lebih memahami tugasnya dan mampu menyelesaikannya, Anda boleh saja menawarkan cara lain yang lebih mudah dimengerti anak dibanding yang diajarkan di sekolah atau tertera di buku pelajarannya. Misalnya, ketika anak kesulitan mengerjakan soal berhitung 5 tambah 5, Anda bisa mengubahnya menjadi format bercerita, seperti ‘Ibu punya apel 5, lalu kamu datang memberi 5 buah apel lagi, jadi berapa apel yang Ibu punya?’. Menurut penelitian, cara ini akan memungkinkan anak menerapkan berbagai bagian otaknya. 

#4 Jangan Takut Jujur pada Anak Bila Tidak Bisa

Kenneth juga menganjurkan para orang tua untuk bersikap jujur, katakan saja pada Anak bila memang Anda tidak mengetahui cara mengerjakannya. Tapi, tetaplah untuk berusaha mengajak anak mencari tahu cara untuk memecahkan masalah sehingga anak bisa belajar bahwa tidak apa-apa untuk tidak tahu jawabannya dan membuat kesalahan. Lebih terpenting lagi, ini akan mengajarkan anak untuk tidak mudah menyerah meski tidak paham dan mau berusaha mengerjakannya. Menurut Kenneth, hal tersebut dapat pula membuat Anda menjadi panutan yang baik. “How to be a good learner, rather than being a know-it-all. That can be an even broader lesson," ucap Kenneth.

#5 Boleh Sambil Mengerjakan Tugas Anda Sendiri

Misalnya, sambil memasak makan malam atau mengerjakan tugas rumah tangga lainnya yang tidak banyak bergerak (menetap di satu ruangan), Anda bisa tetap mendampingi anak mengerjakan PR-nya. Dengan begini, perhatian Anda akan terbagi sehingga tidak muncul rasa ingin mengambil alih tugas anak dan menyelesaikannya sendiri. 

#6 Boleh Beri Pujian

Anak perlu tahu bahwa orang tua menghargai apa yang mereka pelajari dan bagaimana usaha mereka untuk menyelesaikan masalah. Setelah tugas selesai, pastikan Anda memuji usaha mereka, bukan hasilnya. Madeline Levine menyarankan, “Daripada mengatakan, ‘Kamu kesulitan sekali, ya, mengerjakan PR kali ini’, lebih baik katakan, ‘Ibu/Ayah bangga dengan kerja keras dan usaha kamu untuk menyelesaikannya’, pada anak.”