Parentstory Berbagi Masker untuk Indonesia

Parentstory mendukung gerakan Masker untuk Indonesia yang merupakan gerakan gotong royong dalam memutus mata rantai penularan Covid-19.

Masker untuk Indonesia

Pada hari Sabtu (27/6) kemarin setidaknya tercatat ada sebanyak 52.812 orang Indonesia dinyatakan positif Covid-19. Pada hari yang sama juga diumumkan rekor baru angka positif terbanyak, yaitu sebanyak 1.385 orang. Seperti dilansir dari Kompas.com, disebutkan angka ini adalah jumlah kasus baru tertinggi sejak Covid-19 pertama kali diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret lalu.

Parentstory terlibat langsung dalam gerakan Masker untuk Indonesia.

Di tengah gaung new normal atau tatanan baru beradaptasi dengan Covid-19, rekor baru angka positif terbanyak itu bukanlah hal yang menenangkan. Orang semakin banyak beraktivitas di luar rumah yang juga berarti meningkatkan risiko penularan penyakit yang disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Ini artinya, diperlukan kesadaran dan gerakan gotong royong untuk membantu pemerintah memutus mata rantai penularan Covid-19. Menyadari pentingnya terlibat aktif dalam membantu pemerintah menekan angka penularan, maka Parentstory dengan antusias melibatkan diri dalam gerakan Masker untuk Indonesia. Konsep dari gerakan ini pun sederhana, yaitu mengedukasi masyarakat, khususnya orang tua dan anak-anak untuk selalu menggunakan masker kain non medis ketika beraktivitas di luar rumah.

Jika ingin terlibat dalam gerakan gotong royong menghentikan penularan Covid-19 yang Anda dapat lakukan adalah memesan masker bagi Anda dan si kecil. Tak hanya sekadar menyediakan desain masker kain yang eksklusif dan menarik bagi para pengguna, gerakan ini juga melibatkan para pengusaha usaha kecil dan menengah (UKM) untuk memproduksi setiap masker yang dipesan. Selain memesan masker, gerakan Masker untuk Indonesia juga memfasilitasi siapa saja yang ingin berdonasi dalam bentuk masker kain kepada masyarakat yang tidak mampu. Dengan membeli 1 buah masker, Anda akan turut menyumbangkan 3 buah masker kepada yang membutuhkan, melalui 6 mitra penyalur, yaitu BenihBaik.com, Yayasan LangkahKasih, Gerakan indonesia Kuat, GP Ansor, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, dan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia. Dan untuk menciptakan akuntabilitas serta transparansi, gerakan ini pun memberikan laporan publik tentang distribusi masker kain yang telah dilakukan. Alhasil, terciptalah sistem gerakan yang tidak hanya menekankan pada edukasi dan aksi, tapi juga menggerakan roda perekonomian Indonesia.

Mengapa harus pakai masker kain non medis setiap kali keluar rumah?

WHO menekankan pentingnya penggunakan masker setiap kali keluar rumah. Hanya saja, masyarakat diminta untuk menggunakan masker kain saat keluar rumah, karena masker medis atau masker bedah sekali pakai hanya diprioritaskan untuk pekerja medis serta orang sakit. Mengapa harus pakai masker setiap kali keluar rumah? Selain karena angka penularan Covid-19 yang masih tinggi di Indonesia, faktanya pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi virus ini masih terbatas dilakukan.

Ini artinya, individu dengan asymptomatic carried atau orang tanpa gejala menjadi semakin banyak dan sulit dideteksi. Orang tanpa gejala sendiri adalah individu yang sudah tertular tapi belum menunjukkan gejala dan bebas berinteraksi dengan individu lain. Inilah yang kemudian berpotensi menularkan ke individu lain terutama individu yang rentan. “Kami menilai ketika aturan social dan physical distancing sukar diterapkan, maka penggunaan masker kain untuk umum dinilai cukup efektif untuk menurunkan risiko penularan Covid-19,” jelas dr. M. Hud Suhargono, Sp.OG(K), Humas Keluarga Penyangga Indonesia. Ini adalah organisasi berbasis komunitas yang aktif mengampanyekan penggunaan masker kain bagi masyarakat umum. Lebih lanjut dr. Hud menyarankan pemakaian masker kain multi-layer dapat meningkatkan efektivitas proteksi terhadap penularan virus. “Selain itu, salah satu keuntungan lainnya adalah bahan masker kain ini bisa dicuci lagi dengan deterjen biasa sehingga lebih memudahkan masyarakat dalam merawat dan menggunakannya,” imbuh dr. Hud.

Sebuah penelitian yang dilakukan Cambridge, menyebutkan bahan kain yang digunakan untuk masker non medis ternyata efektif untuk menahan penularan virus. Adapun ukuran dari virus Covid-19 adalah sekitar 0.12-0.18 mikron. Terhadap partikel yang berukuran 0.02 mikron, masker bedah memang memiliki efektivitas sampai 83 persen. Sedangkan masker berbahan kain katun dua lapis, efektivitasnya hampir sama dengan masker bedah, yaitu 93 persen. Adapun masker kain berbahan katun bila hanya 1 lapis memiliki efektivitas hingga 69 persen, namun jika digunakan dua lapis maka efektivitasnya menjadi 71 persen.

Cara memakai masker kain yang benar

Agar efektivitas masker kain dalam melindungi Anda dari virus Covid-19 semakin optimal, pahamilah cara memakai masker ini dengan benar. Yaitu:

  • Bersihkan tangan sebelum dan sesudah menggunakan masker.
  • Saat hendak memakai masker, pastikan Anda tidak menyentuh bagian depan. Lalu pastikan masker kain menutup bagian atas hidung sampai area dagu.
  • Pastikan kain terpasang pas dan menutup hidung serta mulut dengan sempurna.
  • Gantilah penggunaan masker kain dengan yang baru setiap 4 jam sekali.
  • Selesai digunakan, lipat, simpan, cuci, dan pastikan dikeringkan sampai benar-benar kering.
  • Jangan lupa untuk selalu menjaga jarak dengan orang minimal 1 meter dan rajinlah mencuci tangan dengan sabun.