Rekomendasi IDAI Soal Suplemen Anak selama Pandemi

Sejak mewabahnya virus corona, Anda mungkin semakin berusaha menjaga daya tahan tubuh anak, dan ingin memberikan suplemen pada si kecil. Sebelum melakukannya, simak penjelasan pakar ini terlebih dahulu

Rekomendasi IDAI soal Suplemen Anak selama Pandemi

Terus meningkatnya kasus Covid-19 di dunia, terutama di Indonesia, membuat banyak orang semakin berusaha menjaga daya tahan tubuhnya. Pasalnya, para pakar kesehatan menyarankan untuk menjaga daya tahan tubuh agar tubuh lebih kuat terhadap serangan virus. Itulah mengapa, sebagian masyarakat sibuk mencari suplemen atau multivitamin untuk mendukung sistem imunnya. Tak terkecuali para orang tua.

Pertanyaannya, seberapa perlu memberikan suplemen pada anak di tengah pandemi virus corona ini? Terutama bila anak sulit mengonsumsi sayur dan buah. Dalam sesi tayang langsung atau live melalui Instagram Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Titis Prawitasari, Sp.A(K), menjelaskan bahwa suplemen bukanlah jawaban. “Tetapi, seperti namanya, suplemen merupakan tambahan. Bila memang tidak terpenuhi kecukupan gizi dan nutrisinya, silakan berikan. Nah, pada kondisi pandemi ini bagaimana? Boleh-boleh saja. Namun, tetap harus makan dengan komposisi protein, makronutrien, dan mikronutrien yang seimbang,” jelas dokter spesialis anak konsultan ahli nutrisi penyakit metabolik serta Ketua Unit Kerja Koordinasi Nutrisi Penyakit Metabolik IDAI ini.

Variasikan menu makanan anak

Pada sesi tanya jawab Live di Instagram dengan topik ‘Nutrisi Anak Selama Pandemi Covid-19’ yang diadakan oleh IDAI, Dr. Titis menjelaskan pula bagaimana pola makan yang ideal untuk masa pandemi ini. Menurutnya, pola makannya tidak perlu macam-macam. Yang penting adalah menerapkan pola makan seimbang. “Kita perlu ingat bahwa sistem kekebalan tubuh itu ibaratnya seperti simfoni musik. Kalau drumnya terlalu kencang, akan terasa mengganggu. Begitu juga kalau gitarnya terlalu melengking, tidak enak didengarnya. Jadi, semua itu harus seimbang.”

Lalu, yang seimbang itu bagaimana? Jawabannya adalah makanan yang bervariasi. Untuk mendukung sistem imun tubuh dan tumbuh kembangnya, Titis mengungkapkan, anak-anak memerlukan makronutrien yang menjadi energi dari kabohidrat, protein, lemak, dan mikronutrien, yaitu vitamin serta mineral. Semua gizi tersebut bisa didapatkan anak dalam makanan sehari-hari. “Vitamin C, D, dan zinc, itu penting. Nah, zinc dan vitamin D ada di protein yang kita makan, seperti daging, seafood, serta ikan laut. Selain itu, kita juga dianugerahi sinar matahari yang banyak, yang akan mengubah pro vitamin D di bawah kulit kita menjadi vitamin D.”

Untuk mendapatkan Vitamin C, bukan hanya dari jeruk. Anda bisa memperolehnya dari jambu biji, pepaya, stroberi, kiwi, semangka, hingga sayuran hijau. “Jadi, dengan memberikan anak kita makanan yang bervariasi, tentunya kita juga memberi kesempatan pada anak untuk mendapatkan nutrisi komplet. Tidak harus diberikan semuanya dalam sehari, tapi Anda bisa memberikan lauk dan sayur yang berbeda setiap harinya,” ungkap Titis.

Seimbang dan Tidak berlebihan

Pada sesi tanya jawab tersebut, cukup banyak pula orang tua yang menanyakan jenis vitamin atau suplemen yang bisa meningkatkan sistem imun tubuh dalam menangkal virus corona. Sayangnya, menurut Titis, jawabannya tidak ada. “Vitamin A, B6, B12, D, dan E itu turut serta dalam melengkapi kekebalan tubuh secara seimbang. Jadi, tidak bisa memilih salah satu. Karena, vitamin dan mineral, seperti zat besi, zinc, selenium itu juga turut serta dalam menciptakan keseimbangan.”

Menurut Titis, yang penting untuk diketahui adalah pemberian vitamin dan mineral tidak boleh berlebihan. Contohnya, kebutuhan harian vitamin C bagi anak-anak usia balita itu sekitar 25-50 mg. Sementara dosis maksimum harian yang bisa ditoleransi oleh tubuh anak, yaitu sekitar 400 mg. “Prinsipnya, pemberian suplemen hanya sekitar 25-30% dari kebutuhan kita,” pungkas Titis.