Banner Promo Image
Menangkan iPhone 11 dengan bergabung di Parentstory!
Daftar Sekarang

Suplemen yang Wajib Dikonsumsi Sebelum Hamil

Ibu sebaiknya konsumsi vitamin dan mineral ini sejak 3 atau 6 bulan sebelum hamil, untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat.

Suplemen yang Wajib Dikonsumsi Sebelum Hamil

Banyak pasangan mempersepsikan perencanaan kehamilan hanya perlu dilakukan ketika topik menambah momongan mulai sering dibicarakan. Padahal sebenarnya, merencanakan kehamilan tidak hanya tentang kesiapan finansial, tapi juga mempersiapkan tubuh ibu agar menjadi “tempat” terbaik bagi calon buah hati untuk berkembang. Jauh sebelum dinyatakan positif hamil, sebaiknya tubuh ibu sudah memiliki “tabungan” nutrisi yang cukup. Karena itu, merencanakan kehamilan menjadi salah satu kunci sukses untuk mengoptimalkan tumbuh kembang janin di dalam rahim. “Pola hidup sehat adalah kuncinya, tidak hanya dilakukan oleh ibu, tapi juga ayah, agar calon janin punya bibit terbaik. Dan kalau dirasa perlu, ibu bisa mengonsumsi suplemen untuk mempersiapkan kehamilan,” ujar dr. Grace Valentine, SpOG.

Inilah Vitamin dan Mineral Penting di Masa Prenatal

Suplemen vitamin prenatal penting dikonsumsi ibu untuk memastikan saat hamil kebutuhan nutrisi ibu dan janin tercukupi. Karena kebutuhan nutrisi yang meningkat tajam saat mengandung, terkadang tidak cukup jika hanya didapatkan dari makanan yang dikonsumsi. “Dengan merencanakan kehamilan, kita bisa mulai menyarankan ibu mengonsumsi vitamin dan mineral yang dibutuhkan 3 atau 6 bulan sebelum dinyatakan hamil.” Dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang berpraktik di RS Pondok Indah – Puri Indah ini kemudian menyebutkan vitamin serta mineral yang dapat mempersiapkan tubuh ibu menjalani kehamilan yang sehat, “Asam folat, zat besi, kalsium, dan vitamin D.” Bagaimanakah vitamin serta mineral tersebut dapat membuat tubuh ibu tetap sehat dan juga mendukung perkembangan bayi? Dokter Grace pun menjelaskannya secara rinci:

  1. Asam Folat : “Fungsi utamanya adalah untuk mendukung pembentukan tabung saraf janin,” jawab sang dokter. Vitamin ini sangat penting karena merupakan sintesis DNA saat pembentukan sel baru dan mencegah cacat saraf. Jika tabung saraf tidak terbentuk secara sempurna, maka bisa berakibat pada ketidaknormalan otak dan saraf tulang belakang. Dosis: 400 mg per hari.
  2. Zat Besi : Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan, ibu hamil di Indonesia yang mengalami kekurangan zat besi ada sebanyak 37,1 persen. Beliau menjelaskan, ibu hamil yang kekurangan zat besi berisiko untuk melahirkan bayi dengan berat rendah atau prematur. “Bahkan risiko paling buruknya, bisa menyebabkan kematian ibu dan anak pada saat melahirkan,” jelasnya. Tubuh memerlukan zat besi yang cukup untuk memproduksi sel darah merah yang menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh. Di awal kehamilan, kebutuhan zat besi ibu menjadi berlipat ganda karena diperlukan untuk membentuk sel darah merah bagi ibu serta janin. Jika kekurangan zat besi terus berlanjut sampai trimester dua dan tiga, maka asupan makanan ke janin menjadi tidak maksimal. Inilah yang membuat risiko bayi lahir dengan berat badan rendah menjadi tinggi. “Dan bayi yang dilahirkan dengan zat besi yang rendah pun berakibat memiliki tingkat kecerdasan yang rendah,” tegas Grace.  Dosis: 27 mg per hari.
  3. Vitamin D : Kekurangan vitamin D membuat fungsi sel menjadi kurang baik. Kondisi ini bila terjadi pada ibu hamil bisa mempertinggi risiko terjadinya preeklampsia dan bayi lahir prematur. Selain itu vitamin D juga berperan dalam mengatur kalsium, mineral, dan fosfor yang akan membentuk struktur tulang dan gigi janin. Vitamin D selain bisa didapatkan dari suplemen, Grace menyebutkan vitamin ini juga bisa didapat dari sinar matahari. “Kita cukup berjemur sekitar 5-10 menit untuk mendapatkan vitamin D dari sinar matahari.  Jam terbaik untuk menikmati vitamin D dari sinar matahari adalah jam 11-12 siang.” Dosis: minimal 600 IU; maksimal 4000 IU.
  4. Kalsium : Mineral ini tidak hanya dibutuhkan ibu tapi juga janin. Janin membutuhkan kalsium untuk membantu pertumbuhan tulang, gigi, saraf, otot, serta jantungnya. Bonusnya, konsumsi asupan kalsium yang cukup juga akan menyelamatkan ibu dari risiko pengeroposan tulang serta melancarkan peredaran darah. Dosis: minimal 1000 mg per hari. 

Meski vitamin dan mineral esensial di atas disebutkan untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat, ibu tetap boleh lanjut mengonsumsinya saat kehamilan berlangsung. Tapi, jangan lupa untuk tetap menerapkan pola makan seimbang karena suplemen hanya berfungsi melengkapi nutrisi yang ibu dapat dari makanan.

Temukan pilihan aktivitas, kelas, dan kegiatan edukatif untuk anak dan orang tua, serta beragam artikel menarik seputar kesehatan, parenting, dan gaya hidup keluarga modern. Download aplikasi Parentstory sekarang di App Store dan Google Play Store.