Tetap Aman dalam Menggunakan Layanan Pesan Antar Makanan, Asal…

Di tengah wabah coronavirus dan anjuran untuk berdiam di rumah saja, jasa pesan-antar makanan pun menjadi pilihan bagi Anda yang tak sempat memasak. Tapi, amankah?

layanan pesan antar makanan saat #dirumahaja

Saat wabah novel coronavirus menyerbu Cina, layanan pesan-antar memiliki peran penting dalam membantu warga di sana mengatasi krisis pangan. Di Indonesia, ketika masyarakat dihimbau oleh pemerintah untuk mengisolasi diri secara mandiri dengan gerakan #dirumahsaja, memesan makanan dengan layanan pesan-antar yang disediakan oleh restoran atau menggunakan jasa ojek online pun menjadi pilihan. Layanan ini juga sangat berguna untuk yang tak sempat memasak. Misalnya, bagi yang tinggal di kos maupun para orang tua yang sulit membagi waktu antara WFH (Work From Home) dan membimbing anaknya belajar mandiri di rumah. Anda mungkin salah satunya.  Namun, amankah memesan makanan melalui layanan delivery di tengah pandemi virus corona seperti saat ini?

Tidak ada bukti yang mendukung

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention, disingkat CDC) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration, disingkat FDA), hingga saat ini tidak ada bukti yang mendukung penularan COVID-19 terkait dengan makanan. Kabar baik lainnya diungkapkan oleh Dr. Ian Williams, pimpinan dari Outbreak Response and Prevention di CDC. Menurutnya, coronavirus tidak mungkin ditularkan oleh makanan itu sendiri dan hingga saat ini tidak ada bukti yang benar-benar menunjukkan bahwa makanan atau jasa pesan-antar makanan adalah salah satu cara penyebaran virus.

Begitu pula yang dijelaskan oleh Benjamin Chapman, seorang profesor spesialis keamanan makanan di North Carolina State University, Amerika Serikat. Menurutnya, hanya ada sedikit risiko tertular virus dari makanan atau kemasan makanan yang diambil di jendela drive-through atau dari restoran. Ada kemungkinan bahwa karyawan makanan di restoran sedang sakit, tetapi kemungkinan besar, restoran akan mengikuti kebijakan pemerintah dan rekomendasi departemen kesehatan untuk membuat karyawan yang sakit ini tetap di rumah. Ian Williams, menambahkan, sekalipun Anda memakan makanan yang telah terdapat virus, tidak ada banyak reseptor di jalur pencernaan yang melekat pada virus, jadi menelan virus tidak akan menyebabkan penularan penyakit. Dengan kata lain, sistem pencernaan Anda akan menghilangkannya.

Yang perlu diperhatikan ketika memesan makanan

Meski aman, namun ada kemungkinan coronavirus menyebar dari kontak langsung antara petugas layanan antar ke pelanggan atau sebaliknya. Karena itu, Anda tetap perlu waspada. Berikut ini ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan agar tetap aman ketika memesan makanan lewat layanan delivery atau ojek online.

1. Pilih pengiriman tanpa kontak

Para pakar kesehatan merekomendasikan untuk mengambil paket makanan atau barang dari kurir dengan menjaga jarak atau memilih pengiriman tanpa kontak. Seperti yang sudah Anda ketahui, Covid-19 menular lewat kontak langsung antar manusia dan berdasarkan panduan CDC, Anda harus menjaga jarak minimal 2 meter ketika harus bertemu dengan orang lain. Anda juga bisa meminta kurir makanan untuk meletakkan makanan di depan pintu atau pagar, dan menggunakan pembayaran online sehingga tak perlu menyerahkan uang pembayaran pada kurir. Hal inilah yang sudah diterapkan oleh Grab dan Gojek. Sebagai perusahaan ojek online yang layanan pesan-antar makanannya kerap digunakan di tengah pandemi ini, Grab dan Gojek telah meluncurkan layanan antar makanan tanpa kontak langsung atau contactless delivery.

Inisiatif sosial ini diterapkan berupa tambahan opsi teks pesan cepat pada fitur Chat antara pelanggan dan pengantar makanan. Salah satu pesan cepat yang disediakan oleh Gojek, contohnya: “Tolong taruh di depan pagar/pintu, dan kabari ya kalo udah sampai.” Bila pelanggan memilih opsi contactless delivery ini, driver Gojek akan mengirimkan foto via chat sebagai bukti bahwa makanan telah diletakkan di tempat yang disepakati.

2. Segera buang permukaan yang mungkin terkontaminasi virus

Menurut Don Schaffner, spesialis ekstensi dalam ilmu pangan yang berspesialisasi dalam risiko mikroba, cuci tangan, dan kontaminasi silang di Amerika Serikat, gunakan sarung tangan plastik ketika Anda membuka wadah makanan. Lalu, setelah Anda mengeluarkan makanan dari kemasan atau wadahnya dan meletakkan makanannya di piring, segeralah membuang atau mendaur ulang wadahnya dengan benar.

3. Cuci tangan sebelum makan

Setelah Anda menerima dan membuka plastik kemasan makanan tersebut, cucilah tangan dengan sabun dan air mengalir. Para ahli kesehatan menyarankan cuci tangan untuk dilakukan setidaknya 20 detik. Hal ini diperlukan karena sabun butuh waktu untuk mengangkat kuman-kuman pada tangan Anda untuk dibuang bersama aliran air. Kombinasi sabun dan gerakan jari tangan ketika sedang dicuci juga penting dalam menciptakan kebersihan tangan yang menyeluruh.

4. Gunakan alat makan sendiri

Beberapa restoran ada yang memberikan alat makan secara gratis, bersamaan dengan makanan yang Anda pesan. Tapi sebaiknya, gunakan alat makan milik Anda sendiri yang terjamin kebersihan dan keamanannya. Jangan lupa pula untuk menjadi orang yang murah hati di tengah pandemi seperti ini, dengan memesan porsi ekstra atau memberikan uang tip pada kurir. Berikan tambahan berapapun yang Anda mampu.