Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Anak untuk Melawan Corona dengan Cara Ini

Kasus virus corona terus meluas ke berbagai negara, salah satunya Indonesia. Simak penjelasan pakar agar anak bisa terhindar dari corona.

Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Anak untuk Melawan Corona COVID-19

Dilansir dari Kompas.com, penyebaran virus corona saat ini terjadi lebih dari 100.000 kasus di seluruh dunia per hari Sabtu (7/3/2020) siang. Namun, menurut data yang dirilis di worldometers.info, pada 29 Februari, belum ada korban jiwa di kelompok usia 0-9 tahun. secara umum, kasus corona jarang terjadi pada anak-anak. Meski begitu, Anda tetap wajib melindungi si kecil dari virus ini. Pasalnya, kekebalan tubuh pada anak masih dalam tahap perkembangan, sehingga belum sempurna. Banyak pakar yang mengemukakan bahwa salah satu tindak pencegahan yang efektif adalah dengan menjaga daya tahan tubuh.

Daya tahan tubuh yang baik akan memperkecil kemungkinan terjangkit penyakit, seperti virus corona ini. Hal tersebut pun dikemukakan oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Dilansir dari Kompas.com, Terawan mengatakan, “Kalau imunitas tubuh baik, tidak akan mungkin (tertular virus corona). Namanya virus itu cari orang yang imunitas tubuhnya rendah,” ungkapnya. Meski kasus virus corona jarang terjadi pada kelompok usia anak-anak, namun kekebalan tubuh di usia tersebut masih dalam tahap perkembangan. Sehingga, dikhawatirkan belum cukup kuat atau sempurna. Untuk itu, Parentstory menghubungi dr. Ardi Santoso, M.Kes, SpA, dan menanyakan perihal kiat meningkatkan daya tahan tubuh pada anak.

Terapkan Gaya Hidup Sehat

Dokter spesialis anak di Rs Kasih Ibu Solo (@rskasihibu_solo) dan Klinik Utama Kasih Ibu Sehati (@klinikutama_kasihibu_sehati), Jakarta Selatan, ini menjelaskan, bahwa gaya hidup sehat perlu diterapkan pada anak agar daya tahan tubuhnya meningkat. “Hidup sehat, dengan selalu cuci tangan. Bersihkan tangan, terutama setelah kontak langsung dengan orang sakit atau lingkungannya. Karena, tangan adalah rantai utama penularan penyakit. Etika batuk juga harus dijalankan, (misalnya) menutup mulut ketika batuk,” jelas dokter yang aktif di Instagram dengan akun bernama @ardisantoso ini.

Pastikan Anak Cukup Tidur

Tidur dan istirahat cukup juga termasuk dalam gaya hidup untuk meningkatkan imun anak. “Karena tubuh juga perlu istirahat untuk memastikan metabolismenya baik dan daya tahan tubuh menjadi optimal,” jelasnya. Menurut penjelasan The National Sleep Foundation (NSF) pada sleepfoundation.org, jumlah waktu tidur ideal dibedakan sesuai kelompok usia. Berikut ini penjelasannya.

  • Bayi baru lahir (0-3 bulan): 14-17 jam
  • Bayi (4-11 bulan): 12-15 jam
  • Balita (1-2 tahun): 11-14 jam
  • Anak-anak prasekolah (3-5 tahun): 10-13 jam
  • Anak Usia Sekolah (6-13 tahun): 9-11 jam
  • Remaja (14-17 tahun): 8-10 jam
  • Dewasa Muda (18-25 tahun): 7-9 jam

Pola Makan Ideal

Selain gaya hidup, pola makan juga dapat membantu perkembangan sistem kekebalan tubuh anak. Karenanya, Ardi menyarankan para orang tua untuk menerapkan pola makan ideal pada buah hati Anda. “Tentu dengan gizi seimbang, terutama protein. Karena daya tahan tubuh dibentuk dari protein juga. Hindari makanan-makanan junkfood atau tidak sehat.” Situs terkemuka di dunia untuk informasi kesehatan dan medis, WebMD, menjelaskan, setiap sel dalam tubuh terbuat dari protein, sehingga menjadikan nutrisi utama ini penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak yang sehat. Protein ada dalam produk hewani, seperti susu serta produk olahannya, telur, ikan, dan daging. Dalam jumlah yang sedikit lebih rendah, protein juga terdapat dalam kacang-kacangan, sayuran hijau, dan biji-bijian.

Kiat Menangkal Virus Corona

Selain yang sudah dijelaskan di atas, ada beberapa kiat lainnya yang dapat orang tua terapkan untuk menjaga anak dari virus corona dari dr. Ardi Santoso, M.Kes, SpA, berikut ini:

  • Hindari kontak jarak dekat dengan orang yang menderita infeksi pernapasan akut.
  • Seringlah membersihkan tangan, terutama setelah kontak langsung dengan orang sakit atau lingkungannya.
  • Orang yang menunjukkan gejala infeksi pernapasan akut harus mengikuti etika batuk atau bersin, mengenakan masker medis, dan mencari perawatan medis jika mengalami kesulitan bernapas
  • Jauhkan wajah dari orang lain ketika batuk atau bersin. Bisa juga dengan menutup hidung dan mulut dengan tisu.
  • Jika menggunakan tisu, segera buang tisu itu ke tempat sampah.
  • Ajarkan anak untuk mengarahkan batuk atau bersin ke lengan jika tidak ada tisu.
  • Bersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir atau produk berbahan alkohol.
  • Jika di rumah ada yang sedang sakit, segeralah berobat agar tidak menularkannya pada orang lain dan jangan lupa untuk menggunakan masker.