Tips Jaga Kesehatan Gigi di Masa Pandemi

Mulut adalah “pintu masuk” virus penyebab Covid-19.

Jaga Kesehatan Mulut dan Gigi dari Rumah

Kita pasti sudah hafal rumus 3M mencegah penularan Covid-19, yang adalah memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak serta menghindari kerumunan. Sebenarnya rumus 3M ini tidak hanya menjadi langkah pencegahan tapi harus juga menjadi aksi bersama untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

Mengapa kesehatan gigi dan mulut bisa mencegah kita tertular atau menularkan Covid-19?

Jika bicara tentang pencegahan dan pemutusan mata rantai penularan, ada satu hal yang sering lupa dibicarakan orang, yaitu menjaga kesehatan mulut dan gigi. Mengapa menjaga kesehatan mulut dan gigi di saat pandemi Covid-19 menjadi penting? “Sebenarnya mulut adalah ‘pintu masuk’ virus penyebab Covid-19. Virus ini punya tempat yang nyaman di dalam rongga mulut, makanya swab dilakukan di mulut,” jelas drg. Cut Mytha Fitriana, SpPM. Selanjutnya dijelaskan dr. Mytha, swab yang dilakuan di mulut karena biasanya virus menetap di belakang hidung yang terdapat saluran yang menyambung ke rongga mulut. “Maka kebersihan gigi dan mulut menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah serta memutus mata rantai penularan Covid-19.

Selain menggosok dua kali sehari pada waktu yang tepat, setelah sarapan dan sebelum tidur di malam hari, drg. Mytha juga menyebutkan berkumur juga menjadi krusial untuk dilakukan. “Ada penelitiannya, obat kumur yang efektif menekan jumlah virus di dalam mulut adalah berkumur dengan obat kumur yang mengandung Povidone-Iodine.” Penelitian yang dimaksud dr. Mytha adalah yang dilakukan National University Singapore. Hasil penelitiannya menyimpulkan povidone-iodine efektif membunuh virus Covid-19 hingga di atas 95% dalam waktu 30 detik. Sebenarnya apakah povidone-iodine ini?

Povidone-Iodine adalah antiseptik yang memiliki anti-microbicidal yang sangat luas. Penggunaan obat kumur yang mengandung povidone-iodine ternyata juga efektif saat wabah SARS-CoV-1, MERS, ebola terjadi. Dan sekarang antiseptik ini pun terbukti efektif menekan jumlah virus SARS-CoV-2 di dalam mulut.

Cara Menggunakan Obat Kumur yang Benar

Untuk memberikan manfaat dari obat kumur, menurut drg. Mytha, kumur cukup dilakukan 2x sehari. “Takarannya cukup 15ml lalu berkumurlah 30 detik di bagian depan mulut, baru setelah itu berkumur ke arah belakang mulut selama 30 detik juga,” ucap dr. Mytha yang berpraktik di RS Hermina Grand Wisata dan Omni Hospital Pulomas ini. Bagaimanakah teknik berkumur yang ideal agar area belakang mulut ikut dibersihkan dengan optimal? Drg. Mytha pun kemudian mempraktikkannya. Dengan mendonggakkan kepala ke belakang sekitar 45 derajat. Tujuannya adalah agar obat kumur bisa sampai ke area kerongkongan, lalu berkumurlah.

Selain untuk menekan jumlah bakteri dan virus yang ada di dalam mulut, povidone-iodine juga aman digunakan ketika sariawan di mulut. Karena biasanya obat kumur dengan kandungan povidone-iodine tidak mengandung alkohol. Dijelaskan drg. Mytha jika obat kumur yang digunakan saat sariawan mengandung alkohol dan detergen, membuat sariawan semakin teriritasi. “Alhasil, sariawan semakin sulit sembuh.”

Benarkah Berkumur dengan Air Garam Bisa Mencegah Covid-19?

Hal yang juga marak dipercaya masyarakat mengenai berkumur dan mencegah Covid-19 adalah, berkumur dengan air garam bisa membilas virus Covid-19 yang terdapat di dalam mulut. Benarkah demikian? Menurut The Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sampai saat ini belum ada bukti penelitian yang sahih tentang berkumur dengan air garam bisa mencegah terjadinya Covid-19. Adapun yang sudah terbukti terkait berkumur dengan air garam ditegaskan CDC adalah ampuh meredam radang tenggorokan.

Yang juga penting untuk diingat adalah, tetap melakukan 3M sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus penyebab Covid-19. Apalagi jika rumus 3M ini dilengkapi juga dengan menjalankan hidup sehat, maka kita tidak hanya memproteksi tubuh secara internal tapi juga eksternal. Inilah usaha maksimal untuk mencegah virus SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19, dalam menginfeksi tubuh.