Banner Promo Image
Menangkan iPhone 11 dengan bergabung di Parentstory!
Daftar Sekarang

Tips Memilih Car Seat yang Tepat untuk Bayi

Car seat merupakan salah satu barang yang wajib dipersiapkan. Jadi, pastikan Anda meluangkan waktu untuk memilih baby car seat yang tepat bagi si kecil.

Panduan Membeli Car Seat

Tercatat sebesar 72% terjadi kesalahan pemakaian child seat di Amerika (National Highway Traffic Safety Administration, 2006), yang telah memiliki regulasi child seat selama puluhan tahun. Sementara itu, diperkirakan oleh Car Seat 101 Indonesia, Child Passenger Safety Advocate (CPSA) bersertifikasi, kesalahan pemakaian child seat di Indonesia bisa melebihi 90% dari yang sudah memakai. “Kesalahan meliputi pemilihan jenis child seat yang tidak tepat maupun kesalahan instalasi, yang meningkatkan risiko cedera anak saat kecelakaan terjadi,” tulis Car Seat 101 Indonesia di akun Instagram @carseat101.id.

Selain kesalahan tersebut, menurut SafeKids Indonesia (SKI), banyak sekali salah kaprah opini terhadap penggunaan car seat yang membuat para orang tua di Indonesia masih merasa ragu dalam menyediakan car seat untuk anak-anaknya. SKI sendiri merupakan pergerakan nirlaba berbasis komunitas yang fokus pada isu keselamatan keluarga dan anak untuk menciptakan lingkungan yang bebas cedera, aman, serta ramah untuk anak-anak Indonesia. Untuk diketahui, car seat merupakan kursi yang dibuat khusus bagi bayi dan anak dengan tujuan untuk melindungi mereka ketika bepergian menggunakan mobil.

SKI menjelaskan pada akun Instagram @safekidsindo, beberapa salah kaprah tersebut di antaranya, car seat dapat menghambat pertumbuhan anak atau bayi, postur anak menjadi buruk, kesulitan pemasangan, mengurangi kapasitas mobil, membuat anak muntah, dan harga car seat yang mahal. Padahal, car seat merupakan salah satu pembelian perlengkapan terpenting yang akan Anda lakukan sebagai orang tua baru. Pasalnya, ini adalah satu-satunya produk yang akan Anda beli untuk si kecil dan benar-benar akan menyelamatkan hidup mereka. Terutama, bagi Anda yang sering mengajak bayi bepergian menggunakan mobil pribadi. Car seat didesain khusus anak dan memiliki sabuk pengaman serta sandaran kepala yang sesuai dengan ukuran tubuh anak. Sehingga, anak tidak akan terlempar dari tempat duduknya jika terjadi benturan keras.

Bingung memulai dari mana? Anda hanya perlu mempertimbangkan tiga hal berikut ini:

  • Usia anak Anda
  • Berat dan tinggi anak Anda
  • Standar keselamatan dari car seat

Sesuaikan Car Seat dengan Usia dan Tubuh Anak

Ada tiga tipe dasar car seat untuk bayi dan balita, yaitu yang menghadap ke belakang, menghadap ke depan, dan dapat diubah (diubah dari belakang menjadi menghadap ke depan). Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), anak-anak harus tetap berada di car seat yang menghadap ke belakang selama mungkin. Idealnya, hingga mereka mencapai berat atau tinggi tertinggi yang diperbolehkan oleh kursi mereka. Sebelumnya, AAP menyarankan bahwa anak-anak harus tetap menghadap ke belakang setidaknya sampai usia 2 tahun, tetapi rekomendasi terbaru menghilangkan tonggak usia tertentu.

CDC (The Centers for Disease Control and Prevention, pusat pengendalian dan pencegahan penyakit: lembaga kesehatan masyarakat nasional di Amerika Serikat), memberi panduan singkat tentang cara memilih kursi berdasarkan usia, berat, dan tinggi anak Anda:

  • Dari lahir hingga usia 2 tahun, gunakan kursi yang menghadap ke belakang. Berat badan anak Anda tidak boleh lebih tinggi dari yang diperbolehkan pada batas berat car seat.
  • Umur 2 sampai 4 tahun, dan tidak lebih dari 18 kg, gunakan kursi pengaman anak yang menghadap ke depan.
  • Usia 4 hingga 8 tahun atau tinggi antara 10 sampai 22 cm, gunakan booster seat dengan pemosisian sabuk. Selalu jaga anak-anak di kursi belakang.

Para ahli merekomendasikan untuk memberikan car seat yang menghadap ke belakang pada bayi berusia di bawah usia 2 tahun. Penting diketahui, car seat yang menghadap ke belakang akan melindungi leher bayi Anda saat terjadi kecelakaan.

Memastikan Kualitas Car Seat

Anda sudah tahu jenis car seat yang Anda butuhkan, tapi bagaimana dengan merk dan modelnya? Berikut beberapa fitur yang perlu diperhatikan:

  • Label keamanan. Pastikan car seat memiliki label yang menyatakan telah memenuhi atau melebihi memenuhi SNI (Standar Nasional Indonesia) atau label sertifikasi uji keamanan lainnya (sesuai asal pabrik pembuat car seat). Di Indonesia, lisensi SNI ini sebagai tanda kalau produk tersebut memang telah lolos uji dan berstandar nasional. Standar keamanan Eropa ditandai dengan tanda huruf ‘E’ pada label. Ada pula standar lain, seperti ECE R44/04 dari Eropa dan FMVSS (Federal Motor Vehicle Safety Standards) No. 213 dari Amerika Serikat.
  • Sabuk pengaman atau harness pada lima titik. Ini akan melindungi bayi Anda lebih baik daripada sabuk pengaman tiga titik.
  • Membeli car seat baru. American Academy of Pediatrics merekomendasikan untuk membeli kursi mobil baru. Kecuali, Anda mengetahui riwayat dari car seat second yang hendak dibeli.
  • Ulasan car seat di marketplace atau di blog dan situs parenting mungkin dapat menjadi bahan pertimbangan Anda. Car seat yang memperoleh 4 atau 5 bintang akan memiliki instruksi yang jelas dan mudah digunakan.

Fase Pemakaian

SKI menjelaskan, ada beberapa fase pemakaian car seat.

  • Pertama, car seat menghadap ke belakang yang diperuntukkan bagi anak dengan berat antara 18-22 kg atau berada di posisi 2,5 cm dari batas atas sandaran.
  • Kedua, car seat menghadap depan untuk anak dengan berat sampai 30 kg atau berada di posisi 2,5 cm dari batas atas sandaran.
  • Ketiga, booster seat untuk anak sampai tinggi minimal 150 cm.

Trik Menyiasati Mahalnya Car Seat

Menurut SKI, biasanya isu harga merupakan tantangan klasik jika membicarakan tentang car seat. Tidak dapat dipungkiri, car seat yang mumpuni memang tidak murah. Untuk itu, SKI memberikan beberapa trik menyiasati mahalnya car seat, seperti berikut:

  • Mulai menabung untuk dana pembelian car seat sejak masa kehamilan.
  • Menyewa terlebih dahulu untuk memahami jenis car seat yang paling aman dan nyaman untuk si kecil. Namun, pastikan kebersihannya terjamin.
  • Bila kerabat atau keluarga ingin memberikan kado kelahiran dan menanyakan jenis perlengkapan bayi yang dibutuhkan, cobalah untuk meminta kado car seat yang diinginkan.
  • Menggunakan car seat second atau pre-loved dengan syarat tertentu. Seperti, mengetahui riwayat penggunaan, semua fitur masih berfungsi dengan baik, dan sebagainya.

Temukan pilihan aktivitas, kelas, dan kegiatan edukatif untuk anak dan orang tua, serta beragam artikel menarik seputar kesehatan, parenting, dan gaya hidup keluarga modern. Download aplikasi Parentstory sekarang di App Store dan Google Play Store.