Tips Mengatasi Kulit Beruntusan Saat Hamil

Kehamilan membawa perubahan besar pada kulit Anda. Kemunculan beruntusan di kulit adalah salah satunya.

Tips Mengatasi Kulit Beruntusan Saat Hamil

Kehamilan dapat menyebabkan banyak gejala unik, dan kulit Anda mungkin akan tidak kebal terhadap perubahan hormon selama mengandung. Kabar baiknya, meski menjengkelkan, sebagian besar kondisi ini tidak berbahaya dan akan mereda setelah Anda melahirkan. Salah satu perubahan pada kulit yang dialami ibu hamil adalah beruntusan.

Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) daring, beruntusan merupakan bintik-bintik halus pada kulit. Beruntusan yang Anda alami mungkin berupa jerawat, bintik-bintik putih seperti komedo, prurigo, hingga Pruitic Urticarial Papules Plaque of Pregnancy (PUPPP). Gangguan pada kulit selama kehamilan ini dapat muncul di wajah, leher, tangan, punggung, atau perut Anda. Untuk jelasnya, mari membahas macam-macam beruntusan yang biasanya muncul selama kehamilan.

1. Pruitic Urticarial Papules Plaque of Pregnancy (PUPPP)

Bidan Ony Christy, yang aktif di Instagram dengan nama @bidankriwil, mengatakan ada banyak penyebab ruam dan gatal-gatal selama kehamilan. Salah satunya adalah Pruitic Urticarial Papules Plaque of Pregnancy (PUPPP). “PUPPP ini biasanya terjadi di akhir kehamilan, sampai dengan beberapa minggu setelah masa nifas. Penyebabnya belum diketahui pasti, jadi masih tanda tanya. Tapi biasanya, karena skin stretching atau hormonal,” jelasnya pada sebuah video di akun Youtube miliknya bernama @kriwilife.

Masih dari penjelasan bidan Ony, ciri dari PUPPP ini umumnya diawali dengan kemunculan bintik-bintik merah di area perut, lalu menyebar di area tangan atau kaki, bahu, dan paha. Untungnya, PUPPP ini sangat jarang sampai ke area wajah. Ony mengatakan, “Tapi, enggak usah khawatir, karena walaupun gatal dan enggak nyaman, tapi sebenarnya PUPPP ini tidak berpengaruh terhadap kesejahteraan janin.”

Yang berisiko mengalami PUPPP adalah:

  • Ibu yang memiliki kulit cerah, seperti ras Kaukasia. Risiko mereka mengalami PUPPP lebih tinggi dibanding orang Indonesia yang kulitnya cenderung lebih gelap.
  • Ibu dengan kehamilan pertama. “Biasanya kalau kehamilan pertama, tubuh masih singset, lalu menjadi melar kulitnya saat hamil. Ini bisa menjadi penyebab PUPPP,” ucap Bidan Ony.
  • Ibu hamil yang mengalami kenaikan berat badan secara drastis. Inilah mengapa biasanya PUPPP terjadi di akhir kehamilan. Pasalnya, di akhir kehamilan, kenaikan berat badan berlangsung cepat. “Di akhir kehamilan, berat badan bayi bisa naik 300 gram setiap minggunya. Sangat cepat sekali. Nah, kecepatan kenaikan berat badan dan kemelaran kulit itu lebih cepat dibanding sel-sel kulit yang memperbaharui diri. Akhirnya jadi PUPPP, deh,” tutur Ony.
  • Kehamilan kembar juga bisa meningkatkan risiko PUPPP. Karena, ukuran perut pastinya akan lebih besar pada kehamilan kembar dibandingkan yang tidak kembar.

Atasi PUPPP dengan beberapa kiat dari bidan Ony ini:

  • PUPPP bertambah parah ketika udaranya panas. Jadi usahakan mengenakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat.
  • Mandi air dingin.
  • Oleskan area yang mengalami PUPPP dengan losion aloe vera gel.
  • Jaga kenaikan berat badan agar tidak naik terlalu tinggi atau drastis dengan menjaga pola makan dan tetap berolahraga.
  • Bila langkah-langkah di atas tidak berhasil, periksakan ke dokter, supaya mendapatkan pengobatan yang tepat.
  • “Yang terakhir, kalau yang semua saya sebutkan tadi tidak berhasil, maka satu-satunya cara adalah bersabar menunggu persalinan. Karena nanti PUPPP ini juga akan hilang sendiri setelah persalinan,” jelas Ony.

2. Jerawat

Menurut dokter obgyn Elaine Duryea, M.D., banyak pasiennya mengeluhkan hal ini selama kehamilan. “Semua hormon di tubuh Anda dapat menyebabkan kelenjar minyak mengeluarkan lebih banyak minyak (saat hamil), sehingga muncul jerawat,” ucap asisten profesor di the Department of Obstetrics and Gynecology – UT Southwestern Medical Center, Texas, Amerika Serikat ini. Elaine menyarankan ibu hamil untuk membersihkan wajahnya dengan sabun wajah yang dijual bebas, setiap pagi dan sore hari. “Sebagian besar perawatan topikal yang dijual bebas aman untuk kehamilan, tetapi jika Anda memiliki kekhawatiran tentang produk tertentu, Anda dapat bertanya kepada dokter Anda. Ada beberapa obat resep topikal yang dapat dicoba selama kehamilan, tetapi jerawat Anda akan membaik setelah bayi Anda lahir,” jelasnya.

3. Prurigo

Dijelaskan oleh media kesehatan terkemuka, webmd.com, prurigo adalah benjolan yang terasa gatal dan tersebar di beberapa area tubuh. Prurigo dapat terjadi pada semua tahap kehamilan, serta dapat berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan setelah melahirkan. Anda mungkin akan melihat benjolan yang terasa gatal atau berkerak di lengan, kaki, atau perut. Perawatan untuk prurigo kehamilan melibatkan steroid topikal dan krim antihistamin. Pelembap juga dapat membantu. Meskipun ruam akan hilang segera setelah melahirkan, beberapa orang mungkin terus mengalami gejala. Kondisi ini juga bisa muncul pada kehamilan berikutnya.

4. Komedo

Komedo adalah lesi/luka yang berkembang ketika sebum (lemak yang dihasilkan oleh kelenjar lemak kulit) tersumbat di dalam folikel rambut. Terdapat dua jenis komedo, yaitu komedo terbuka (blackhead) atau tertutup (whitehead). Perubahan kadar hormon selama kehamilan dapat meningkatkan androgen, sejenis hormon yang mendorong lebih banyak produksi minyak. Ini bisa menyebabkan pori-pori Anda tersumbat, sehingga memunculkan komedo.

Pada buku berjudul ‘The Healthy Pregnancy Book: Month by Month, Everything You Need to Know from America's Baby Experts’, dijelaskan, salah satu cara alami mengatasi komedo adalah dengan menggunakan scrub wajah berbahan oatmeal. Scrub ini dapat menghilangkan minyak berlebih pada wajah ibu hamil serta whitehead. Selain itu, disarankan pula untuk menggunakan kosmetik berbahan dasar air dan hindari oil-based kosmetik yang bisa menjadi pemicu kemunculan jerawat atau komedo.

Temukan pilihan aktivitas, kelas, dan kegiatan edukatif untuk anak dan orang tua, serta beragam artikel menarik seputar kesehatan, parenting, dan gaya hidup keluarga modern. Download aplikasi Parentstory sekarang di App Store dan Google Play Store.