Toksoplasma pada Ibu Hamil. Ini Yang Wajib Diketahui!

Menghindari toksoplasma di saat hamil tidak perlu menjauhi hewan peliharaan seperti kucing dan anjing.

toksoplasma pada ibu hamil

Kebanyakan orang berpikir toksoplasma ada pada bulu anjing dan kucing yang kemudian terhirup ibu hamil dan menyebabkan keguguran. Benarkah demikian?

Apakah Itu Toksoplasmosis?

Tokso atau toksoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii atau T.gondii. Parasit ini ada di dalam tubuh hewan yang kemudian tercampur di dalam fesesnya. Adapun jalur penularannya kepada manusia dijelaskan oleh dr. Yassin Yanuar Mohammad, SpOG-KFER, melalui fecal-oral atau masuk ke dalam mulut melalui benda, makanan, atau minuman yang terkontaminasi feses hewan yang di dalamnya ada parasit toksoplasma. Parasit toksoplasmosis disebutkan dr. Yassin pada ibu hamil memang bisa menembus hingga plasenta serta memasuki sirkulasi janin. Inilah yang kemudian menyebabkan kelainan organ jantung dan otak pada janin. Adapun gejala dari toksoplasmosis biasanya ringan seperti flu, demam, nyeri otot, kelelahan, kelenjar getah bening yang membengkak, dan radang tenggorokan. Namun menurut dr. Yassin, seringkali infeksi toksoplasmosis tidak bergejala.

Ibu Hamil Tidak Wajib Skrining Toksoplasmosis dan Vaksinasi TORCH

Toksoplasmosis sendiri bisa dicegah dengan vaksinasi TORCH atau Toxoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes. Apakah ini artinya ibu hamil wajib vaksinasi TORCH? “Biasanya parasit ini ada di dalam hewan liar, jadi tidak spesifik hanya kucing atau anjing. Ini artinya, hewan-hewan peliharaan yang dirawat dengan baik bahkan secara reguler diperiksakan ke dokter, risikonya kecil sekali untuk menjadi inang perantara parasit toksoplasma,” jelas dr. Yassin yang merupakan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Fertilitas, Endokrinologi dan Reproduksi RS Pondok Indah, Jakarta. Inilah yang menyebabkan skrining toksoplasmosis dan vaksinasi TORCH menurut dr. Yassin, tidak wajib dilakukan pada ibu hamil atau perempuan yang menjalani program hamil. “Skrining hanya dilakukan pada ibu-ibu yang memiliki riwayat risiko memelihara hewan liar dari hutan atau yang tinggal di lingkungan berisiko,” imbuhnya pada webinar yang digelar RS Pondok Indah beberapa waktu lalu. Tapi khusus pada ibu yang pernah punya riwayat toksoplasmosis, dr. Yassin menyarankan agar melakukan pengecekan untuk melihat apakah parasit ini masih ada di dalam tubuh. Mitos lain yang juga dibantah oleh dr. Yassin adalah tentang toksoplasmosis menjadi penyebab ibu hamil mengalami keguguran atau mengganggu kesuburan. “Berbagai penelitian sudah menegaskan kalau toksoplasmosis tidak menyebabkan keguguran. Tapi pada ibu hamil yang terinfeksi, janinnya bisa menyebabkan gangguan pada pembentukan otak serta gangguan pada jantung bayi.”

Ibu Hamil Penting Mengonsumsi Daging Matang

Memelihara hewan di saat hamil menurut dr. Yassin tidaklah salah. Parasit toksoplasmosis ada di dalam hewan liar, sedangkan hewan peliharaan seperti monyet, kucing dan anjing tidak mungkin terdapat parasit toksoplasmosis karena semuanya dirawat dengan baik dan bersih.  Hanya saja harus memerhatikan kebersihan dari hewan peliharaan kita. “Serta sering-seringlah dibawa ke dokter hewan untuk diperiksa status kesehatan dari hewan peliharaan kita.” Meski parasitnya ada di dalam tubuh hewan liar, dr. Yassin tetap mengingatkan para ibu hamil untuk mengonsumsi makanan, khususnya daging-dagingan harus dipastikan dalam keadaan matang saat dikonsumsi. Idealnya daging-dagingan harus dimasak pada suhu di atas 80 derajat Celsius untuk membunuh parasit toksoplasma. Ini artinya daging yang dimasak dengan cara di sate atau dipanggang setengah matang sebaiknya dihindari ibu hamil karena bagian dalam daging tidak dimasak dengan optimal.

Yang Harus Diperhatikan Ketika Membersihkan Kandang Hewan Peliharaan

Hal yang juga sering ditakutkan pada ibu hamil adalah feces yang menempel di bulu-bulu hewan peliharaan seperti anjing dan kucing. Memang hewan peliharaan kecil sekali potensinya terinfeksi parasit toksoplasmosis, tapi untuk kehati-hatian sebaiknya menggunakan sarung tangan ketika membersihkan kandang hewan peliharaan. Tujuannya agar saat membersihkan feses hewan peliharaan tidak ada yang menempel di tangan. Lantas bagaimana dengan bulu-bulu hewan yang bisa jadi menyentuh fesesnya? Untuk hewan peliharaan seperti kucing, ia memiliki mekanisme sendiri untuk membersihkan diri yaitu dengan menjilat-jilat tubuhnya. Tapi pada anjing, maka harus rutin memandikannya. Pada intinya, ibu hamil tetap harus menerapkan standar hidup sehat dan bersih, tidak hanya pada dirinya tapi juga kepada hewan peliharaannya.